[3S] Lovely Haters (Part 3B/END)

lovely-haters-cover-3

Lovely Haters

kkezzgw storyline&art

Main Cast:  Im Yoona, Choi Siwon, Krystal Jung (Jung Soojung) || Other Cast: Park Min Young, Jung Sooyeon (Jessica Jung), Seo Hyun, Cho Kyuhyun, Choi Sulli, Lee Minho, Choi Minho || Genre: Romance, Family || Rated: +15|| Length:  3/3

lovely-haters-cast

Facebook: Kezia Gabriella Winoto|| Twitter: @keziasiwon@yoonakrystal@kkezzgw || Blogkeziagwwonkyoonjung

Summary: “Cinta memang tidak harus memiliki, terkadang cinta memang menorehkan luka. Namun cinta yang nyata adalah cinta dari dua hati yang menjadi satu. Ketika cinta ketiga mulai merayapi kehidupan mereka, badai hidup dalam sebuah cinta akan terasa, namun permasalahan tidak akan pernah berakhir bak waktu yang terus bergulir, karena hanya ada satu orang yang dapat menyelesaikannya, karena hanya ada satu orang yang harus tersenyum tulus dan melangkah pergi, yaitu sang pihak ketiga itu sendiri, agar ketiga hati tak tersakiti.”

Disclaimer: FF ini terinspirasi dari beberapa acara fansmeeting para artis dan beberapa cerita tentang seorang haters. Mohon maaf untuk kesamaan cerita, alur, karakter, adegan, nama, maupun typo.

——————————————————–

LOVELY HATERS: PART 3B/END  – ©kkezzgw

———————————————————

Mata indahnya menerawang kearah jendela kamar yang sebagian tertutup oleh gorden berwarna ungu tua, sang mentari mulai meninggalkan bumi Seoul, tubuhnya mulai tenggelam di ufuk barat membuat retina setiap orang yang melihat langit dibuat terperangah karena warna orange yang mendominasi menandakan suasana hangat namun dinginnya angin malam akan segera menyelimuti masyarakat di negeri ginseng itu.

Yoona hanya terdiam sambil sesekali menghela nafasnya berlebihan, sudah hampir 3 hari ia tinggal di rumah Seohyun dan Kyuhyun. Sekalipun kedua sahabatnya itu terlihat menyambutnya dengan hangat, namun perasaan tidak enak masih terus membuntutinya. Sulli jelas menikmati suasana di rumah ini bahkan kerap menanyakan untuk tinggal disini selamanya, tentu saja karena ia bisa bermain dengan teman seusianya sesuka hati, yaitu Taemin yang merupakan anak sahabatnya itu.

Namun bukan itu yang membuatnya terus murung akhir – akhir ini, ia terus memikirkan Soojung maupun Siwon yang sulit ia jangkau posisinya. Ia khawatir Soojung semakin terguncang karena berita kencannya dan Siwon terkuak di media massa, ia juga mengkhawatirkan kondisi Siwon—menurut hasil pengamatannya dari internet—yang sampai saat ini belum ada kabar sama sekali, bahkan pria itu tidak kunjung menunjukkan batang hidungnya. Hanya Park Min Young dan beberapa bodyguard yang mengawalnya untuk menemui Siwon, ia yakin Siwon terkurung di apartement selama beberapa hari. Sungguh Yoona semakin membenci dirinya sendiri, ia terus – terusan menyakiti orang yang berada sekelilingnya tanpa ia sadari. Ingin sekali ia menangis, namun tak ada setetes pun air mata yang keluar dari pelupuk matanya yang kembali terpejam menahan pedih.

TOK TOK TOK~

Yoona menoleh begitu mendengar pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang, tak lama seseorang itu mendongakkan kepalanya lalu tersenyum manis, “Yoona-ya, ada tamu yang ingin menemuimu…” ucap Seohyun dengan senyum menenangkan.

Nugu—?”

Yoona membelalakan matanya begitu melihat siapa yang datang, ia menghembuskan nafasnya berlebihan lalu dengan perlahan menghampiri wanita itu, “Eonnie…” gumam Yoona dengan suara tercekat.

Jung Sooyeon—kakak sepupu Yoona sekaligus kakak kandung Soojung—tersenyum teduh kearah Yoona, “Yoona-ya, kau kemana saja? Na bogoshippo~!”

Entah aura apa yang dimiliki Sooyeon dalam dirinya, saat melihat kakaknya berdiri di hadapannya dengan tatapan teduh seperti itu membuat hati Yoona terbuka, seakan ia sudah tahu dan menemukan tempat untuk ia mencurahkan segala kesedihannya yang ia pendam selama ini, Yoona segera berlari kearahnya dan memeluk Sooyeon erat.

Sooyeon kaget begitu tubuh mungil Yoona memeluknya dengan erat dan tangis Yoona langsung pecah, bahu gadis itu naik turun dan tubuhnya bergetar menandakan ia terguncang karena ini, Sooyeon menahan air matanya yang siap keluar dan segera memeluk Yoona erat, “Aigoo, lihatlah adikku ini, tubuhnya semakin kurus saja! Menangislah…eonnie tidak mau kau menahannya lagi…”

Tak perlu diberi aba – aba, pelukkan Yoona semakin kencang diiringi suara tangis yang menggelegar, ia stress dengan kondisinya saat ini. Ia terpuruk dan bingung harus berbuat apa, Sooyeon yang mendengar pilu suara tangis adiknya itupun ikut menangis dalam diam sambil sesekali mengelus lembut punggung dan rambut panjang Yoona.

Seohyun, Kyuhyun, dan Donghae yang melihat adegan itu ikut terharu, mereka pun terdiam sambil menatapi kedua kakak – beradik yang sekarang sedang berbagi kesedihan dalam pelukan dengan iba. Kyuhyun dengan sigap meraih tubuh istrinya dan membiarkan Seohyun menangis di dadanya. Sedangkan Donghae hanya menghembuskan nafasnya sambil menatap nanar kearah istrinya yang terlihat begitu keibuan saat memeluk Yoona.

.

.

“Minumlah” kata Sooyeon pada Yoona yang sekarang duduk di sampingnya dengan mata sembab.

Sooyeon memperhatikan pipi Yoona yang semakin tirus, ia perhatikan matanya yang tampak lingkaran hitamnya, serta tangan Yoona yang terlihat jauh lebih ringkih dari biasanya. Sooyeon menghela nafasnya kasar lalu merangkul bahu Yoona, “Ceritakan pada eonnie, semuanya. Eonnie tidak mau ada lagi rahasia diantara keluarga kita, bagaimanapun sekarang akulah orangtuamu, Yoona. Bagaimana jika gomo memarahiku dari atas sana?”

Yoona terdiam selama beberapa detik, menghindari tatapan penuh pertanyaan yang dilontarkan Sooyeon padanya, “Jika aku menceritakan yang sebenarnya, apa eonnie akan marah?”

Sooyeon menggeleng cepat sambil mengacungkan 2 jarinya ke depan wajah Yoona, “I won’t, believe me! Jadi sekarang ceritakanlah sebelum aku memaksamu!”

Yoona masih menatap Sooyeon ragu, namun detik berikutnya ia menghembuskan nafasnya dengan berat seakan bersiap untuk melepas segala beban yang berkecamuk di dadanya dan mulai membuka mulutnya, Sooyeon mendengarkan cerita Yoona dengan baik. Ia cukup shock saat tahu cerita yang sebenarnya dari Yoona, selama ini Sooyeon tidak pernah terpikirkan barang sekali bahkan dalam mimpi buruknya bahwa idola adiknya—Soojung—adalah mantan pacar dan bahkan ayah dari anak adik sepupunya—Yoona—dan semua Yoona simpan dengan baik selama 5 tahun terakhir. Ia maupun Donghae memang tidak pernah memaksakan Yoona untuk menceritakan ayah dari janin yang dikandungnya sekalipun mereka penasaran—mereka menghargai privasi, dan sekarang Sooyeon tahu alasan Yoona tak mau menceritakan tentang hal ini. Karena ayah dari janin itu adalah idola Soojung sendiri.

Yoona memejamkan matanya begitu buliran air mata kembali membanjiri kedua pipinya, Sooyeon dengan cepat meraih tubuh kurus adiknya dan ikut menangis, ia tahu Yoona menanggung beban pikiran yang berat selama ini, dan bodohnya ia tak menyadari hal itu.

Mianhae eonnie, aku..aku tidak pantas mendapatkan apapun darimu setelah menyakiti perasaan Soojung. Aku tidak tahu diri, setelah sekian tahun keluarga eonnie membantuku, tapi ini balasan yang kalian dapatkan, sungguh aku—“

“Tidak, ini bukan kesalahanmu murni, Im Yoona! Berhenti menyalahkan diri sendiri untuk hal – hal yang tak perlu seperti ini, kalian berdua bersalah! Seharusnya kau menceritakan pada kami semua tentang ini, dan Soojung seharusnya menerima kenyataan itu tanpa membebanimu dan Siwon”

Yoona menggeleng, “Tetap saja ini semua kesalahanku eonnie, aku seharusnya tidak kembali menjalin hubungan dengan Siwon disaat aku tahu Soojung mencintai Siwon, aku pengkhianat keluarga ini.”

Sooyeon menggeleng tidak setuju, “Ani, kau adalah adikku yang lain selain Soojung. Semua adikku adalah wanita baik, tidak ada yang berkhianat atau apapun itu”

Yoona menahan tangisnya sebelum menatap Sooyeon, “Sadarkah eonnie kalau aku sudah menyakiti Soojung?”

“Tapi kau juga menyakiti dirimu sendiri jika kau terus seperti ini. Aku tahu kau mencintai Siwon melebihi rasa cinta adikku pada idolanya itu. Dan…sekali lagi, tidak ada pengkhianat diantara kalian”

“Ne, Yoona eonnie memang  bukan pengkhianat”

Keduanya menoleh begitu mendengar sebuah suara yang begitu mereka kenali menyentuh gendang telinga mereka, serta merta mereka langsung menoleh ke belakang memastikan pendengaran keduanya tidak bermasalah. Kedua pasang mata itu membulat begitu iris mata mereka menangkap sosok gadis yang sedang mereka bicarakan sekarang—Jung Soo Jung.

“Soojung-ah!”

“Yoona eonnie…”

Tanpa berpikir dua kali, Yoona langsung bangkit dari tempat duduknya dan memeluk Soojung yang kini berusaha menahan tangisnya begitu melihat Yoona terlihat menderita karena dirinya—karena keegoisannya yang tak bisa ia kontrol. Sekilas ia dapat menangkap mata Yoona yang terlihat sembab dan kakaknya itu terlihat letih dan tak bertenaga seperti biasanya. Perasaan bersalah semakin memayungi Soojung yang sekarang berada dalam pelukkan hangat Yoona.

Mianhae Soojung-ah. Maafkan eonnie yang begitu bodoh melakukan semua ini, seharusnya eonnie tahu bahwa kau mencintai Siwon lebih dari apapun. Kumohon jangan seperti ini, eonnie akan melepaskan Siwon dan membantumu—“

Soojung menggeleng tegas dan kini air matanya tak dapat ia tahan lebih lama lagi, “Aniya eonnie. Seharusnya aku yang meminta maaf padamu, keegoisanku berdampak buruk untuk kita semua. Aku…seharusnya sadar, sampai kapanpun Siwon oppa tak akan pernah menjadi milikku.”

Yoona melepaskan pelukkan mereka, air mata keduanya sudah mengenang di pelupuk mata mereka. Yoona mengelus rambut halus Soojung lalu menatapnya lembut, “Eonnie akan membantumu mendapatkan Siwon oppa, pegang janjiku”

Untuk kesekian kalinya, Soojung menggeleng tegas dan kali ini kedua tangannya memegang bahu kakaknya, menatap manik mata Yoona serius, “Aku tidak butuh itu lagi, eonnie. Setelah beberapa minggu ini aku merenung dan memikirkan ini semua seorang diri, aku menyadari bahwa seharusnya…aku memang tidak bersikap seperti ini. Siwon oppa memang bukan milikku, dan selamanya akan seperti itu. Namamu sudah terukir di hatinya, pikirannya, dan bahkan jiwanya. Kumohon…kembalilah bersamanya eonnie”

“Soojung-ah..”

Soojung tersenyum tulus lalu memeluk Yoona. Rasanya ia ingin menangis semalaman, ia tak tahu rasanya merelakan seseorang yang ia cintai begitu berat dan menyakitkan seperti sekarang. Namun, semua pasti berlalu dan ia yakin Siwon bukanlah belahan jiwanya. Tuhan pasti sudah menyiapkan yang terbaik untuknya—entah siapa dan dimana gerangan pria itu. Dan seperti takdir yang sudah tertulis jelas, dirinya hanyalah perantara pertemuan dua hati yang sempat terpisahkan.

Yoona mengernyitkan dahinya heran begitu Soojung mengenggam tangannya lembut dan mengajaknya pergi keluar dari kamarnya. Jemari panjangnya mencegat pergerakan kaki Soojung membuat adiknya itu menoleh, “Kita mau kemana?”

Soojung hanya tersenyum lembut membalasnya tanpa membalas sepatah kata pun dan Yoona yang tidak mengerti apapun hanya mengikutinya, pasrah dalam tarikkan Soojung yang membawanya turun menuju lantai satu rumah Kyuhyun yang besar dan megah itu.

Yoona semakin tak mengerti begitu kaki jenjang keduanya mulai memasuki taman rumah Kyuhyun, genangan air kolam renang yang terbiaskan oleh pendar – pendar lampu membuat suasana terkesan sangat hening namun cantik.

“Aku yakin ia berada di sekitar taman, ia selalu mengatakan saat sedih atau memikirkan sesuatu, ia pasti menghabiskan waktunya di taman untuk merenung. Aku mencintaimu, Yoona eonnie” ucapnya tulus lalu segera berlalu dari hadapan Yoona yang masih tercengang tak mengerti.

Ani, keugeYak, Soojung-ah!”

Sosok ramping adiknya menghilang tepat saat pintu kayu putih yang memisahkan rumah dan taman itu tertutup. Yoona menghembuskan nafasnya kesal lalu mulai mengedarkan pandangannya ke sekeliling taman tempatnya berada sekarang. Ia tersenyum begitu mendapati banyak pepohonan dan tumbuhan yang ia kenali sejak dulu—Seohyun memang suka menanam tanaman sejak dulu dan bahkan ia berusaha keras mengingat setiap nama ilmiah tumbuhan – tumbuhan yang bahkan Yoona tak tahu keberadaannya di muka bumi.

Taman ini begitu tenang dan seakan memberikan aura damai yang membuat Yoona nyaman, sekalipun angin musim gugur berhembus menusuk permukaan kulit putih Yoona. Entahlah apa yang diinginkan Soojung, namun jika maksud dari perkataan gadis itu adalah meminta Yoona menenangkan diri di taman ini, ia sangat berterima kasih atas rekomendasi Soojung.

Semilir angin menghembus lembut di permukaan bumi membuat rambut Yoona sedikit berterbangan, wanita itu memejamkan matanya menikmati suasana malam ini. Bahkan derap langkah kaki yang semakin mendekat pun tak disadari olehnya. Siwon yang sedang memikirkan rencana untuk menemui Yoona pun terkejut karena gadis itu datang dengan sendirinya, tentu saja bersama Soojung. Pria itu tersenyum miris menyadari Soojung mengenalnya cukup baik bagi seorang fans, mungkin jika tidak ada Yoona dalam hatinya ia akan tertarik pada gadis itu.

“Yoona-ya

Mata Yoona terbuka sempurna begitu mendengar suara berat dan serak masuk ke gendang telinganya dengan begitu jelas, ia semakin terkejut begitu ia melihat sosok seorang pria yang sedang ia hindari namun ia rindukan berdiri tepat di sampingnya—entah sejak kapan pria ini berdiri disana. Jantung keduanya bertalu cepat seiring dengan iris mata mereka yang saling menatap dalam, Siwon tertegun begitu melihat Yoona langsung memalingkan wajahnya dengan tatapan terluka dan beranjak dari duduknya.

Dengan gesit, tangan Siwon berhasil meraih jemari kecil Yoona dan menariknya ke dalam pelukan hangatnya, gadis itu langsung meronta dalam pelukannya, namun justru Siwon semakin mengeratkan pelukannya, tangan kirinya merangkul pundak Yoona sedangkan tangan kirinya bergerak melingkar di pinggang Yoona, mengunci pergerakan gadis yang tangisnya sudah nyaris pecah, “Igeonwa!”

“Tidak akan pernah”

Oppa!”

“Im Yoona! Bisakah kau dengarkan aku? Kita perlu bicara.”

Yoona berusaha keras untuk meredam tangisnya yang sudah siap mengalir deras dari kedua matanya, “Tidak ada yang perlu kita bicarakan, semua sudah berakhir oppa. Mari bertingkah sama seperti sebelum dunia mempertemukan kita, sekarang lepaskan aku!”

“Sampai kapan kau akan membohongi perasaaanmu sendiri, Im Yoona?”

Yoona menghentikkan aksi memberontaknya begitu suara berat Siwon mendominasi indera pendengarannya saat ini. Ia hanya diam di tempatnya tanpa berniat untuk menatap Siwon yang kini hanya bisa memandang punggung Yoona nanar, “Aku hanya ingin Soojung bahagia, apa oppa tidak paham situasi ini?”

“Lalu bagaimana dengan perasaanku? Kenapa aku harus berkorban demi seseorang yang bahkan sudah merelakan ini semua? Aku tidak mencintainya, aku hanya mencintaimu Im Yoona! Tidakkah kau sadar tindakanmu justru melukai perasaan kita bertiga?”

Yoona hanya bisa menggigit bibir tipisnya untuk mereda deraian air mata yang berlomba – lomba siap keluar dari pelupuk matanya, “Aku…kurasa aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini lagi. Ini bukan hanya karena Soojung, aku juga memikirkan perasaan fansmu dan kejiwaan Sulli yang bisa tertekan jika kita terus berhubungan, izinkan aku merawat Sulli seorang diri, kau bebas menemuinya tapi—“

Perkataan Yoona tertelan oleh desakkan material lembut dan basah yang menerpa bibirnya. Yoona membulatkan matanya sambil berusaha melepaskan ciuman itu, namun semakin ia memberontak, justru pelukkan Siwon pada pinggang dan tengkuknya semakin kencang. Dengan nalurinya, Yoona mulai membalas lumatan Siwon.

Siwon melepaskan ciumannya begitu ia merasakan nafas mereka mulai memendek, nafas hangat keduanya saling bertabrakan, hidung dan kening mereka masih menempel sempurna membuat posisi mereka terlihat begitu intim, “Soojung…sudah merelakan ini semua, Im Yoona. Untuk apalagi kau menolakku? Apa kau tega membiarkan Sulli selamanya hidup tanpa sosok ayah yang mendampinginya? Apa kau ingin perasaan kita bertiga saling tersakiti? Aku..tidak akan bahagia bersama Soojung, kau akan patah hati melihatku bersama Soojung, dan Soojung akan sedih karena aku akan membencinya jika ia melakukan ini.”

“Tapi oppa, apa kita benar – benar harus mengorbankan perasaan Soojung demi ini semua? Bukankah itu terlalu egois?”

“Tuhan sudah menyiapkan pria terbaik untuknya kelak, dan itu bukan aku. Bisakah sekali saja kau memikirkan diri sendiri? Aku tahu Soojung sudah merelakan ini semua, terlebih ia sudah mengatakannya padamu sendiri, apa kau masih tidak mempercayainya? Jika kau menolakku sekarang…..Soojung pun tidak akan pernah memilikiku”

“Jika aku kembali padamu, apa oppa berjanji tidak akan mencampakkanku lagi seperti dulu?”

Siwon menggeleng cepat sembari merengkuh rahang Yoona dengan kedua tangannya, “Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi. Saat itu aku melakukan suatu kesalahan besar, tapi sekarang aku akan menebusnya. Aku mencintaimu, Yoona-ya”

Nado, oppa

Adegan penuh haru itu disaksikan oleh Soojung, Sooyeon, Donghae, Seohyun, dan Kyuhyun melalui jendela lantai dua di rumah megah itu. Keempatnya tersenyum bahagia melihat Siwon dan Yoona yang kini berciuman hangat dibawah sinar rembulan malam itu, mereka melempar senyum sebelum kembali melanjutkan adegan mesra mereka yang sempat tertunda selama beberapa minggu.

Kedua pasangan yang ada disebelah Soojung saling berpelukkan bahagia, namun lain bagi Soojung yang hanya sanggup mengatupkan mulutnya sambil menatap pasangan itu dengan tatapan terluka dan cemburu. Gadis itu menundukkan kepalanya dalam sambil menghembuskan nafasnya yang tercekat karena perasaan nyeri kembali menusuk – nusuk hatinya yang memang sudah hancur sejak ia tahu Siwon dan Yoona menjalin kasih. Ia menggigit bibirnya serta meremas ujung kausnya untuk menahan berbagai emosi yang siap tumpah detik itu juga. Ia tidak mau di cap sebagai wanita lemah, namun ia tak dapat mengelak jika ia terluka dengan ini semua, raganya berusaha menerima namun sisi wanita dalam hatinya benar – benar hancur tak bersisa.

Sooyeon mulai menyadari adiknya terdiam menahan tangisnya seorang diri di sebelahnya. Kali ini perasaan nyeri menyelimuti hatinya melihat perasaan tulus adik yang sangat ia sayangi terbuang sia – sia, namun adiknya yang lain merasakan kebahagiaan dengan kejadian ini. Di satu sisi Sooyeon senang namun ia juga sedih, hal itu membuatnya terasa sesak dan frustasi. Sooyeon segera merengkuh Soojung ke dalam pelukan hangatnya sembari mengelus pelan punggung dan rambut Soojung, “Kau hebat, sayang. Kau mengorbankan perasaanmu sendiri untuk kebahagiaan kita bersama, tanpa kau sadari kau telah menyelamatkan 3 hati yang akan terluka jika kau salah memilih. Eonnie bangga padamu, karena itu menangislah dan tumpahkan semua perasaanmu saat ini, karena setelah ini kau harus berjanji pada kami untuk mencari cinta yang baru, arasseo?”

Tanpa perlu diminta, Soojung mengeratkan pelukkannya dengan air mata yang kini mulai membasahi kedua mata dan pipinya, serta baju Sooyeon yang terkena imbasnya. Dalam tangisnya Soojung mengangguk sembari meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia tidak akan menggangu hubungan Siwon dan Yoona lagi, ia akan segera mencari pria yang benar – benar mencintainya, sama seperti Siwon yang begitu mencintai Yoona. Ia berjanji air mata yang ia keluarkan hari ini adalah air mata terakhirnya menangisi Siwon dan Yoona.

Sedangkan tiga orang yang lainnya memandang prihatin pada Soojung, namun di sisi lain mereka kagum padanya. Semua orang yang melihat sosok Soojung pasti merasakan hal yang sama, ia rela membuang egonya untuk kebahagiaan Siwon dan Yoona—sekalipun perasaannya sendiri yang harus ia bunuh.

.

.

Tangan mereka mengait sempurna begitu mereka masuk ke dalam kamar Yoona di rumah Kyuhyun. Mata Siwon langsung berbinar disertai perasaan haru yang mulai datang saat melihat putri semata wayangnya sedang menggambar diatas tempat tidur Yoona. Siwon dan Yoona saling menatap dengan rona bahagia menyadari keluarga kecil mereka akan sempurna sebentar lagi dan Siwon tidak akan menundanya lebih lama lagi.

Reflek Siwon melepaskan jemari Yoona dari genggamannya dan berjalan mendekati buah hatinya yang sepertinya belum menyadari kehadirannya, terbukti dari jemari kecilnya yang masih sibuk menggambar di atas kertas – kertasnya.

“Sulli-ya” ucap Siwon pelan menahan haru.

Sulli yang merasa dipanggil pun menoleh kearah Siwon. Ia mengerjap bingung saat melihat sosok asing di hadapannya—karena memang Siwon dan Sulli selalu bertemu disaat Sulli terlelap. Ia sedikit takut namun melihat ibunya berada di belakang Siwon dengan senyum sumringah membuat ketakutannya reda, setidaknya ia tahu Siwon bukanlah penculik atau pencuri.

Ahjussi, nuguseyo?” tanyanya polos sambil memiringkan kepalanya bingung.

Siwon tertawa kecil dengan desakkan air mata yang mulai membanjiri matanya, ia menatap Sulli intens yang membuat gadis kecil itu semakin bingung, “Ahjussi—“

“Ini appa, Sulli-ya. Appa datang”

Yoona menutup mulutnya dengan telapak tangannya yang bebas untuk meredam tangis haru yang siap menghujani matanya. Sulli terbelalak kaget, “Omo, appa?”

Siwon mengangguk cepat dengan tatapan berbinar, “Ah appa! Akhirnya appa datang, aku selalu ingin tahu appa ada dimana dan eomma selalu bilang kalau suatu saat appa akan datang.”

Sulli langsung memeluk erat leher Siwon dengan segenap hatinya karena ia bahagia akhirnya bisa melihat sosok ayah yang selalu ia tunggu selama ini, keterikatan batin seorang anak dan ayahnya sekarang begitu terlihat saat mereka tertawa secara bersamaan membuat lesung pipi mereka yang sangat mirip mencuat keluar dari persembunyiannya.

Appa selama ini kemana? Kenapa tidak pernah menengok Sulli?”

Siwon membelai rambut anaknya lembut, “Selama ini appa terlalu sibuk, tapi sekarang appa janji akan selalu bersama Sulli, okay?”

Sulli mengangguk mengacungkan jempolnya sambil tersenyum girang, “Ne appa!”

Sedangkan Yoona hanya bisa tersenyum melihat ini semua. Seakan seluruh dunia memudar dan hanya Siwon dan Sulli-lah yang dapat ditangkap oleh iris matanya. Kedua mata mereka saling beradu begitu Siwon mengalihkan pandangannya kearah Yoona yang sedang mengamati mereka dengan senyum terindah yang pernah Siwon liat.

Seraya menggendong Sulli, Siwon menghampiri Yoona dan merangkul tubuh wanita itu dengan tangannya yang bebas. Ketiganya saling berpelukkan erat seolah tak ingin terpisahkan lagi seperti 5 tahun yang lalu. Yoona membenamkan kepalanya di dada bidang Siwon membuat pria itu langsung mengecupi puncak kepala Yoona, “Jangan pernah pergi dari hidupku lagi, Yoona-ya.

Yoona mengangguk pasti masih dengan wajah di dada Siwon. Siwon tersenyum tipis sebelum ia teringat pada kewajiban yang lainnya setelah ia berhasil menyatukan dirinya dengan kekasih dan putri semata wayangnya, “Kita harus ke Amerika besok”

Mendengar itu, Yoona langsung menatap Siwon dengan tatapan bertanya – tanya, “Mwo? Amerika? Untuk apa?”

“Kalian….harus bertemu dengan orangtuaku”

.

.

Langit mulai membiaskan warna oranye begitu mereka sampai di Amerika, lembayung senja sudah mulai menudungi bumi dengan  matahari yang mulai tenggelam di ufuk barat. Rumah megah bertema klasik itu berdiri dengan gagahnya dengan pilar – pilar yang menyangga di sisi depan membuat Yoona harus berkali – kali menelan salivanya untuk membasahi tenggorokannya yang terasa kering dan sanggup menurunkan mentalnya untuk menemui sang pemilik rumah, ia bahkan mengabaikan pekikkan gembira Sulli saat melihat rumah itu.

Siwon yang menyadari kegugupan Yoona mengenggam jemari kurusnya sambil tersenyum meneduhkan, “Gwaenchana, sejak dulu mereka sudah bosan mendengar ceritaku tentangmu. Kajja!”

Siwon langsung menggendong Sulli sedangkan tangan yang lainnya menggandeng Yoona untuk masuk ke dalam rumah orangtuanya. Seorang ahjumma menyambut kedatangan mereka dan berinisiatif untuk memanggilkan Tuan dan Nyonya Choi yang memang selalu berada di taman belakang jika sore mulai menyapa.

Yoona meremas ujung bajunya dengan gugup dan membiarkan tangan Siwon merangkul bahunya mesra atau buta dengan Sulli yang kini bergelayut manja di leher Siwon. Semenjak gadis kecil itu tahu siapa ayahnya, ia selalu berdekatan dengan Siwon dan tidak mau dipisahkan oleh ayahnya yang selama ini ia rindukan.

Suara ketukkan tongkat mulai menggema di lantai marmer rumah ini, sontak ketiganya menoleh begitu melihat Tuan dan Nyonya Choi berjalan kearah mereka dengan ekspresi tak terbaca. Mereka menatap Siwon sejenak sebelum memusatkan perhatian mereka kearah Yoona yang menunduk takut sedangkan Sulli yang tertawa girang memberontak dalam gendongan Siwon, “Appa! Apa mereka harabeoji dan halmoni?”

Siwon mengangguk pelan, “Iya sayang”

“Wah, ternyata aku juga punya harabeoji dan halmoni!” seru Sulli polos sambil bertepuk tangan riang.

Nyonya Choi menatap Siwon lalu bergantian kearah Yoona secara seksama, “Jadi…ini gadis yang bernama Im Yoona itu?”

Yoona tersentak kaget begitu namanya disebut. Ia hanya mengangguk pelan dan membuka mulutnya kecil, “Ne, ahjumma. Bangapseumnida” ucapnya dengan suara nyaris seperti bisikkan sambil membungkuk sembilan puluh derajat sebanyak tiga kali.

Siwon dan Yoona sedikit menegrut begitu melihat keduanya berjalan perlahan kearah mereka, terlebih Yoona yang menjadi bintang utama dalam iris mata Tuan dan Nyonya Choi. Nyonya Choi menatap lekat Yoona dari ujung rambut sampai ujung kaki, Siwon dapat bernafas lega begitu ibunya memeluk Yoona lembut, “Aigoo…jadi ini wanita yang membuat putraku tergila – gila selama bertahun – tahun? Kenapa tidak dari dulu kau mengenalkannya pada kami, anak bodoh?”

Yoona melirik kearah Siwon dengan ekspresi bahagia. Terlebih melihat Sulli langsung menghampiri kakeknya dengan wajah girang, “Apa kau harabeoji?”

Tuan Choi menahan desakkan haru sambil memeluk cucunya, “Ne, aku kakekmu, sayang.”

Nyonya Choi melepaskan pelukkannya sembari menghapus air mata Yoona, “Kau cantik sekali. Mulai sekarang kau harus memanggilku emmonim, arajik?” Yoona mengangguk cepat sambil tertawa senang.

“Yoona-ya, terima kasih sudah kembali pada putraku.” Kata Tuan Choi sembari menepuk bahu Yoona pelan. Sekali lagi wanita itu hanya bisa meluapkan emosinya dengan tangisan kebahagiaan. Kini Tuan dan Nyonya Choi terus berbicara dengan Sulli yang tidak berhenti bicara sejak pertama kali menginjakkan kakinya di rumah Siwon.

Siwon memeluk Yoona begitu kekasihnya ini kembali merasakan kebahagiaan yang akhirnya bisa ia rasakan. Tanpa sepengatahuan siapapun, Siwon mengecup lepas bibir Yoona membuat pipi gadis itu bersemu merah. Setelah proses pertemuan dengan orangtuanya berhasilm pernikahan akan segera dilaksanakan. Keduanya sangat tidak sabar menanti hari itu tiba.

**

CHOI SIWON DAN IM YOONA RESMI MENIKAH

AKTOR CHOI SIWON AKAN MENIKAH HARI INI

PERNIKAHAN MEGAH AKTOR CHOI SIWON DILAKSANAKAN HARI INI

Berbagai bentuk headline news hari ini sibuk memberitakan dan berlomba – lomba meliput acara pernikahan terpopuler sepanjang tahun 2015 ini secara eksklusif. Pernikahan yang begitu menyita perhatian hampir seluruh masyarakat negeri ginseng itu digelar di dynasty hall salah satu hotel termewah di Korea Selatan, yaitu Shilla Hotel, tepat pukul 7 malam waktu setempat. Puluhan selebriti maupun petinggi negara diundang di acara pernikahan yang menghabiskan hampir 200 juta won itu.

Dynasty hall hotel bintang lima yang menjadi tempat resepsi pernikahan Choi Siwon dan Im Yoona sudah disulap menjadi sebuah tempat resepsi mewah paling bergengsi dengan sebuah altar di ujungnya. Tempat ini di dominasi oleh warna merah muda, ungu, dan putih—menggabungkan warna favorit Yoona, Soojung, dan Sulli—yang membuat ruangan terlihat sangat feminism dan cantik, berbagai karangan bunga yang memenuhi tiap sudut ballroom sibuk dijadikan objek foto oleh para tamu undangan karena keindahannya yang mengundang banyak orang untuk mengabadikan dirinya bersama mereka. Terdapat sebuah balok es yang diukir berbentuk huruf YW menghiasi keindahan di daerah dessert, beberapa box untuk mengambil foto juga disediakan disana, dengan berbagai jenis background yang dibuat secara langsung.

Meja – meja berbentuk bulat dengan perlengkapan makan mewah diatasnya menghiasi bagian belakang hall sedangkan bagian depan digunakan untuk para tamu merenggangkan otot – otot mereka dengan berdansa bersama pasangannya masing – masing. Namun yang paling special dari dekorasi di tempat ini adalah kue pernikahan yang benar – benar berbentuk mempelai wanita dan pengantin yang paling membuat semua orang berdecak kagum antara iri ataupun takjub. Rasanya semua wanita disini ingin menggantikan posisi Yoona yang sangat beruntung mendapatkan Choi Siwon sebagai suaminya.

Terlepas dari keindahan tempat mereka akan mengikat janji suci seumur hidup, Im Yoona sibuk menghembuskan nafasnya di depan cermin. Beberapa kali ia melirik dirinya dari ekor matanya pada cermin yang tepat berada di depan wanita itu. Rasa gugup dan berdebar tak bisa ia hindari. Dress selutut ketat berwarna putih sukses membalut tubuh langsingnya dengan sempurna serta riasan natural yang semakin mempercantik wanita itu, beberapa menit lagi ia akan keluar untuk menghadapi pers yang sudah menunggu dengan setia di sebuah ruangan khusus.

Press Conference sebelum menikah sudah menjadi kewajiban atau tradisi tersendiri bagi para artis Korea yang akan menyelenggarakan resepsi pernikahan mereka, terutama seorang aktor sekelas Choi Siwon, tidak diragukan lagi jika berbagai media memperebutkan 100 kursi yang disediakan untuk para pers yang ingin meliput secara eksklusif pesta pernikahan Siwon dan Yoona. Antusias public pun turut membuat pesta pernikahan ini dinobatkan sebagai pesta pernikahan terpopuler dan termahal sepanjang tahun 2015.

Sebenarnya mereka bisa saja tidak mengadakan press conference itu dengan memprivat acara pernikahan mereka, namun Park Minyoung menyarankan mereka untuk tetap melaksanakannya sebagai ajang untuk penjelaskan berbagai hal yang belum terungkap dalam hubungan mereka—termasuk tentang kabar – kabar hoax yang sering bertebaran dalam situasi pelik ini.

Dan disinilah Yoona, menunggu manager calon suaminya untuk menjemputnya dan memberitahunya untuk menghadapi para wartawan – wartawan yang bisa saja menjungkir balikkan nasibnya dalam beberapa menit ke depan jika ia salah berbicara atau bertindak. Yoona memutuskan untuk memakai dress yang berbeda untuk press conference dan acara resepsi pernikahannya, sehinnga dress yang ia kenakan sekarang terlihat lebih simple namun tidak menghilangkan kesan elegan dan anggun.

TOK TOK TOK~

Jantung Yoona seakan siap keluar dari tempatnya begitu mendengar ketukan pintu ruang make upnya dari luar, gadis itu mendapati wajah bahagia Park Minyoung saat ia menoleh ke belakang. Manager Siwon itu terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna putih selutut dengan dada rendah dan rambutnya yang ia ikat keatas sehingga leher putih nan jenjang miliknya terekspos bebas—terkadang Yoona bertanya-tanya mengapa wanita ini tidak memutar haluannya menjadi seorang artis, mengingat wajah dan bakatnya pun memadai.

“Sudah siap?”

Yoona menggeleng pelan sambil tersenyum gugup. Minyoung yang melihatnya hanya tertawa kecil lalu merangkul bahu Yoona hangat, “Tenang saja, mereka tidak akan memakanmu hidup-hidup, tapi aku tidak bisa menjamin mereka akan membunuhmu hanya dengan kata-kata mereka”

Yoona melirik ragu kerah Minyoung, “Eonnie….apa yang harus kulakukan saat berhadapan dengan para wartawan? Kau tahu aku tidak pernah mengalami hal ini dan aku sedikit trauma dengan mereka..”

Minyoung terdiam sebentar saat melihat nada ketakutan dan keraguan yang begitu kental menyelimuti Yoona saat ini, wanita ini tahu bahwa Yoona pernah ‘bermasalah’ dengan para wartawan dan terlebih fans remaja artis asuhannya. Namun tak ada jalan keluar lagi, jika mereka ingin berkencan dengan bebas setelah menikah, mereka harus meluruskan segalanya detik ini juga.

“Yoona-ya, kau tahu apa yang harus kau lakukan saat ini? Yakinlah kau bisa melakukannya, kami semua percaya padamu. Saat mereka menanyakan pertanyaan yang menjebak, kau bisa menolaknya secara halus atau meminta bantuan calon suamimu nanti. Jika kau tidak menjelaskannya hari ini, lalu kapan lagi? Percayalah kau tidak akan bisa berpergian dengan bebas saat bersama Siwon atau Sulli. Mereka, para fans Siwon, rata – rata berusia remaja dan mereka masih sangat mengharapkan Siwon sama seperti Soojung, mereka akan terus menyiksamu dengan cara – cara yang tak bisa kubayangkan. Karena itu, demi dirimu sendiri, Siwon, dan terutama anak kalian, kau harus yakin. Okay?”

Seakan diberi petuah yang mengisi energinya dari yang tak terisi menjadi penuh, Yoona menatap Minyoung dengan tatapan berbinar lalu memeluk manager Siwon dengan senang, “Ne, aku mengerti. Gomawo eonnie!”

Minyoung membuang nafasnya lega, akhirnya hari ini tiba.

**

Tepat pukul 5 sore waktu setempat, acara press conference pernikahan Siwon dan Yoona yang disiarkan secara eksklusif dan bahkan hampir ditayangkan di seluruh channel TV Korea Selatan—tanpa Siwon harus membayar atau meminta disiarkannya upacara pernikahannya—pun dimulai. Red carpet dengan background putih dihiasi pepohonan berwarna kuning madu adalah layout tempat kedua calon mempelai menghadapi ratusan media yang sibuk menata kamera, mic, maupun recorder untuk merekam semua pertanyaan maupun jawaban yang akan dilontarkan keduanya. Acara ini akan berjalan selama 10 sampai 15 menit, namun segala persiapan—termasuk para bodyguard untuk melindungi Yoona—yang ada untuk menopang press conference ini memakan waktu dan harga yang tidak sedikit.

Siwon terus menunduk dan sesekali berdoa agar press conference—yang bertujuan untuk menjelaskan hal-hal yang salah pada publik—berjalan dengan lancar dan wanitanya tidak terluka barang sedikitpun seperti beberapa minggu yang lalu.

“Siwon oppa..”

Siwon menoleh begitu mendengar sebuah suara lembut mengalun di gendang telinganya, pria itu tersenyum lebar begitu melihat siapa yang memanggilnya. Matanya menatap lekat sang wanita tercinta dengan tatapan memuja, seakan ia ingin menunjukkan rasa cintanya yang tulus kepada sang wanita yang kini hanya bisa menundukkan kepala dengan wajah merona. Yoona merasa begitu dicintai oleh pria ini hanya dengan tatapan matanya.

Siwon tertawa pelan lalu meraih tangan Yoona yang bebas, aksi itu sukses membuat mereka saling bertatapan dan membuat rona merah di kedua pipi Im Yoona semakin tak tertolong. Siwon mengecup punggung tangan Yoona sambil menatap calon istrinya intens, “Akhirnya hari ini tiba. Aku sangat bahagia bisa menjadikanmu milikku seutuhnya, Yoona-ya” ujarnya lembut membuat Yoona semakin merona.

Wanita itu hanya bisa mengangguk pelan sambil menatap Siwon penuh cinta, “Kau benar, oppa. Akhirnya hari ini tiba.” Katanya pelan menahan malu.

Minyoung—yang notabanenya masih menjadi manager Siwon—menghampiri mereka lalu tersenyum menggoda, “Aigoo, ada apa dengan wajahmu Yoona? Aku tidak tahu kalau perias menambahkan blush on di kedua pipimu” ledeknya dengan tatapan jenaka.

Siwon mendelik kesal kearah Minyoung dan menatap managernya galak, “Pergilah Noona! Kau menganggu saja!”

Minyoung hanya bisa menatap Siwon datar lalu memukul lengan pria itu dengan kencang, “Dasar anak bodoh! Aku kesini ingin memberitahumu bahwa sudah waktunya kalian keluar, sebagai manager yang baik dan bertanggung jawab dengan aktor menyebalkan yang menjadi anak didikku, aku masih harus menjalankan tugasku untuk melakukan ini kau tahu! Sudahlah, lihat saja, akan kuhancurkan jadwal kerjamu!” ungkapnya sengit lalu kembali berlalu membuat Siwon tertawa senang, “Hei, jangan mudah merajuk! Lebih baik kau temui pacarmu yang mengenaskan itu karena terus kau acuhkan!”

“SHUT UP CHOI!”

Siwon terkekeh senang membuat Yoona memukul lengan kekarnya pelan, “Kau tidak boleh seperti itu pada Minyoung eonnie, oppa! Bagaimanapun ia yang membantumu dalam banyak hal selama ini” kata Yoona.

Siwon hanya menarik kedua ujung bibirnya membentuk sebuah lengkungan lalu menggandeng tangan Yoona mesra, “Lupakan tentang ini dulu. Sekarang sudah waktunya untuk menghadapi mereka, kau siap?”

Pria itu dapat menangkap tatapan ragu dari sorot mata Yoona, namun wanita itu dengan pelan mengangguk sambil mengeratkan genggaman tangan Siwon, seakan menunjukkan bahwa mereka benar – benar harus menghadapi ini berdua. Keduanya saling melempar senyum sebelum pelayan hotel membukakan pintu kayu yang mengantarkan mereka menuju lautan wartawan yang sudah menunggu bagai batu karang di pinggir pantai.

Seketika sinar blitz dan suara kamera memenuhi ruangan itu saat Raja dan Ratu semalam ini menunjukkan batang hidungnya dalam acara press conference, semua mata tertuju pada Yoona yang terlihat begitu cantik dan natural sore ini. Hari ini merupakan pertama kalinya untuk public melihat secara jelas sosok gadis yang dicintai Choi Siwon, nama Yoona sudah menjadi trending topic di berbagai social media maupun situs pencari Korea Selatan sejak dua hari belakangan ini, terlebih hari ini.

Yoona masih tak percaya jika ia melihat ratusan awak media memenuhi ruangan ini. Tak pernah terlintas di pikirannya barang sedikitpun bahwa suatu hari pernikahannya akan diliput seluruh TV Korea Selatan bak pernikahan keluarga kerajaan ataupun akan menikah dengan seorang artis ternama sekelas calon suaminya ini. Siwon mengusap punggung Yoona untuk menenangkan sang kekasih yang terlihat tegang dan gugup begitu melihat ratusan kamera sedang mengabadikan gambar keduanya.

Gwaenchana, kau pasti bisa. Dan aku mencintaimu, selalu” bisik Siwon tepat di telinga Yoona sebelum mereka membungkuk bersamaan memberi hormat kepada para wartawan, keduanya menebar senyum bahagia yang tak dapat mereka tutupi.

Seorang pelayan mengantarkan dua buah mic untuk Siwon dan Yoona, Siwon dengan gesit meraihnya dan mendekatkan mic itu ke mulutnya, “Annyeong hashimika, Choi Siwon imnida

Yoona yang terlihat bingung kembali membungkukkan badannya dan memutuskan untuk mengikuti Siwon, “Annyeong hashimika, Im Yoona imnida

Keduanya terdiam sebentar untuk memberikan waktu bagi para fotografer mengabadikan foto mereka untuk diberikan kepada media tempat mereka menggantungkan hidup. Setelah dirasa cukup, Siwon kembali membuka press conference ini dengan suara beratnya, ia menelan salivanya dengan susah payah sebelum ia mulai menyatakan pidato singkatnya ini, “Terima kasih untuk anda sekalian yang bersedia meluangkan waktu kalian untuk menghadiri press conference ini. Kami pribadi sepakat untuk mengadakan acara ini demi mengklarifikasikan hal-hal yang belum jelas kebenarannya kepada media massa dan public, terlebih banyak gossip aneh yang beredar mengenai hubungan kami maupun tentang Im Yoona. Saya dan calon istri saya yang ada disini ingin meminta maaf yang sebesar – besarnya terutama kepada para fans yang merasakan kekecewaan akibat kejadian ini. Karena itu, kami disini akan meluruskan segalanya dan memohon maaf.”

Para wartawan pun mulai memperebutkan jawaban dari Siwon untuk pertanyaan mereka, beberapa bodyguard yang sudah disiapkan oleh keluarga dan agency Siwon sibuk menenangkan dan menertibkan mereka.

“Siwon-ssi, apa benar rumor yang mengatakan bahwa pernikahan ini adalah shotgun wedding yang biasa terjadi di kalangan artis?”

Siwon tertawa pelan sebelum mendekatkan micnya kembali, “Rumor yang mengatakan pernikahan ini adalah pernikahan sejenis shotgun wedding itu tidak benar, kami memutuskan untuk menikah karena perasaan yang kami miliki terhadap satu sama lain.”

“Lalu bagaimana dengan rumor tentang anak?”

Siwon dan Yoona saling menatap satu sama lain sebelum Siwon kembali menjawabnya, mereka berdua sudah berjanji akan menjawab jujur apapun yang ditanyakan oleh wartawan demi kebebasan yang mereka raih nantinya, “Untuk rumor tentang anak kami, itu memang benar. Kami sudah memiliki putri berusia 5 tahun bernama Im Sulli, namun aku akan mengubahnya menjadi Choi Sulli tak lama lagi.”

Sontak pernyataan Siwon kali ini membuat suasana di ruangan press conference semakin memanas. Bagimana tidak? Seorang aktor tingkat International seperti Siwon berhasil menutupi fakta itu selama bertahun – tahun, wartawan semakin gencar untuk mengajukkan pertanyaan – pertanyaan yang memuaskan hasrat mereka untuk mendapatkan pundi – pundi uang dari pernyataan kedua mempelai ini. Press conference kali ini tidak seperti biasanya yang terjadi pada saat para artis akan menikah, kali ini press conference cenderung mengarah ke penjelasan – penjalasan tentang rumor dibanding pernikahan itu sendiri.

“Apa anda sudah menjalin hubungan sejak dulu seperti yang diberitakan sebelumnya?”

“Ya, kami memang menjalin hubungan sejak kami duduk di bangku kuliah, kami sempat terpisah dan aku tidak tahu sama sekali dimana ia berada, apalagi tentang anak yang kami miliki.”

“Sebuah forum di salah satu fancafe anda menyatakan bahwa Yoona-ssi adalah salah satu dari haters anda dengan bukti pernyataan yang ia ucapkan saat anda mengadakan fansigning di sebuah hotel, apa itu benar?”

Yoona menunduk malu mendengar pertanyaan itu sedangkan Siwon tertawa lepas, seakan bahagia jika Yoona tersiksa dengan pertanyaan yang lucu dan menggemaskan ini, “Ne, karena perpisahan kami, istriku ini menjadi hatersku sendiri. Dan anehnya, aku jatuh cinta pada hatersku sendiri, she’s my Lovely Haters” ujar Siwon diiringi tawa kecil.

Siwon berhasil menangkis beberapa pertanyaan wartawan dengan baik, ia memang sudah terlatih untuk menangani hal seperti ini, ia juga membiarkan Yoona yang hanya diam sambil sesekali memandanginya. Ia lebih rela mulutnya berbusa karena bicara tanpa henti dibanding menyuruh Yoona yang maju ke medan perang.

Wartawan mulai tertarik dengan Yoona yang sedari tadi hanya mengunci mulutnya dengan rapat, sampai salah satu dari mereka berani menanyakan sesuatu kepada wanita itu, “Yoona-ssi, apa benar rumor yang mengatakan bahwa adikmu adalah salah satu penggemar berat suamimu?”

DEG.

Tubuh Yoona menegang begitu pertanyaan pertama untuknya terlontar namun sanggup menjatuhkan mentalnya ke titik terendah. Lidahnya terasa kelu untuk menjawab, ia mengerjap kalut begitu mendengar pertanyaan ini, fakta bahwa Soojung adalah fans berat Siwon dan begitu mencintai calon suaminya selalu menjadi hal yang mengganjal untuknya sendiri, menjadi penghalang besar hubungannya dengan Siwon.

Siwon menyadari reaksi Yoona yang langsung terdiam dan tubuhnya menegang mendelik  tajam kearah wartawan yang menanyakan pertanyaan terkutuk itu. Siwon tahu Yoona masih terganggu dan memikirkan perasaan Soojung padanya sampai detik ini, ia akui bahwa dirinya pun sama seperti Yoona, “Joesongheyo, untuk pertanyaan yang satu itu, kami terpaksa harus—“

Majayo, semua rumor tentang adikku adalah salah satu Siwonest…itu semua benar. Bahkan, seperti yang kalian baca di media masaa, ia adalah salah satu pemilik fansite terbesar untuk Siwon dan kerap kali membelikan hadiah dengan harga tak terhingga. Ne, itu semua benar.”

Siwon menatap tak percaya kearah Yoona yang berani menjawabnya, terlebih sorot mata Yoona yang terlihat tegas dan penuh keyakinan membuat Siwon bingung namun lega, “Bagaimana perasaan Soojung-ssi setelah pernikahan ini resmi diadakan?”

Yoona meremas dressnya pelan sambil diam – diam menghembuskan nafasnya yang terasa memendek karena gugup dan kalut sekarang, “Dia…menerimanya dengan baik dan mendukung ini semua”

Jawaban yang singkat namun mengandung unsur keraguan dari setiap pelafalannya membuat wartawan semakin gencar menanyai Yoona tentang sosok Jung Soojung—adik sepupu Yoona yang begitu terkenal di kalangan Siwonest—dan bagaimana nasibnya karena pernikahan antara idola dan kakaknya sendiri.

“Apa anda tidak memikirkan perasaan adik anda pada Siwon-ssi selama ini?”

Siwon dan Yoona membulatkan matanya kaget mendengar pertanyaan itu. Siwon mengepalkan tangannya emosi sedangkan bola mata Yoona menatap kosong ke depan, detik berikutnya buliran air mata sudah mengenang di pelupuk mata Yoona. Gadis itu menunduk lesu membuat Siwon panik dan khawatir dengan kondisi pikiran Yoona yang pasti langsung kalut dengan pertanyaan itu. Namun aksi Yoona tersebut justru menjadi santapan nikmat untuk para wartawan dan reporter di tempat itu.

“Yoona-ya, lebih baik kita akhiri press conference ini. Untuk pertanyaan sebelumnya kau  tidak perlu menanggapinya”

Yoona menggeleng sambil menatap Siwon dengan mata yang sudah memerah menahan tangis, “Andwae…kita harus menyelesaikannya saat ini juga, oppa. Aku yakin bisa mengatasinya”

Hajiman, Yoong, kau selalu seperti ini setiap membahas tentang perasaan Soojung. Kalau kau bilang kau bisa mengatasi ini semua, berdirilah dengan tegap dan berhenti terpuruk, kau membuatku sedih dan bingung!”

Keduanya saling menatap dalam, berusaha menguatkan dan memberi semangat satu sama lain dari pancaran matanya. Siwon kini merangkul bahu kurus Yoona, tangannya yang bebas ia gunakan untuk membelai rambut halus Yoona, keduanya saling melirik sebelum menjawab pertanyaan ini, “Kami sudah—“

“Tidak ada yang perlu di khawatirkan tentang perasaanku pada Siwon oppa

Semuanya serempak menoleh kearah pintu begitu mendengar suara perempuan mengalun lembut di gendang telinga mereka melalui speaker yang terpasang di setiap sudut ruangan. Siwon dan Yoona terkejut melihat Soojung berdiri disana dengan senyum sumringah seolah tak terjadi apa – apa dengannya, “Soojung-ah

Tak perlu menunggu lama untuk para cameramen mengarahkan lensa mereka kearah Soojung, membuat seluruh stasiun TV kini menayangkan sosok Jung Soojung yang membuat orang takjub, prihatin, dan penasaran. Kebesaran hatinya yang merelakan seseorang yang ia cintai untuk sang idola memadu cinta dengan orang yang ia cintai membuat netizen semakin penasaran dengan sosok gadis itu. Dan mereka berterimakasih pada Soojung yang dengan sukarela hadir ke press conference ini—walaupun secara resmi ia tidak di undang—dan menuntaskan hasrat mereka yang penasaran dengan perawakan gadis cantik ini.

Soojung tersenyum kearah Siwon dan Yoona yang masih menatapnya tak percaya, “Yoona eonnie, Siwon oppa…..bolehkah aku menjawab pertanyaan yang terakhir tadi? Yang belum sempat kalian jawab?”

Kalimat Soojung sontak membuat suasana tempat press conference semakin memanas. Tidak hanya di tempat itu, namun semua tamu undangan yang menonton melalui layar di ballroom, penonton di balik layar kaca yang berada di rumah, ataupun penggemar Siwon yang mungkin sedang menangisi pernikahan sang idola merasakan aura tegang yang membuat mereka semakin gemas dengan kisah cinta segitiga yang ada di layar TV mereka. Kini, para cameramen sibuk menyorot ketiganya yang hanya bisa bertatapan dalam diam namun seolah bercakap – cakap melalui indera penglihatan mereka.

Siwon dan Yoona masih linglung begitu kaki jenjang Soojung mulai melangkah naik ke red carpet tempat dimana mereka berdiri saat ini. Dress biru safirnya selututnya jatuh lembut menyelimuti tubuh ramping nan seksi Jung Soojung, rambut cokelatnya dibiarkan tergerai bebas dengan aksen gelombang di bagian bawah, jepitan rambut bertabur permata menata poninya dengan begitu sempurna sehingga aura cute dan natural begitu kentara mewarnai paras cantiknya, sepatu heels berwarna hitam menambah kesan elegan dalam setiap langkahnya menuju ke atas red carpet. Membuat seluruh mata dan kamera tertuju kepadanya sembari ia menguatkan mentalnya saat mengatakan ini semua.

Annyeong hashimika, cheonun…Jung Soojung imnida

Soojung memulai semuanya dengan memperkenalkan dirinya secara resmi di hadapan public untuk pertama kalinya. Siwon dan Yoona hanya mampu menatapnya dari belakang tanpa berniat mencegah, “Seperti yang kalian ketahui, saya adalah adik sepupu dari Yoona-ssi yang sekarang sudah resmi menjadi istri dari idolaku sendiri, yaitu Choi Siwon-ssi. Dan saat ini saya akan menggantikan tugas kakakku untuk menjawab pertanyaan sebelumnya karena ini menyangkut tentang perasaanku secara pribadi, dan tentunya kakakku tidak akan tahu apa yang ada dalam benak dan hatiku saat ini. Karena kalian juga menyinggung tentang statusku sebagai fans dari Siwon oppa, akan lebih baik jika aku berbicara sebagai seorang Siwonest yang harus melihat idolaku menikah dengan wanita lain, bahkan dengan orang yang sangat kucintai.”

Soojung berdeham sekilas sambil menatap ratusan lensa kamera, mic, recorder, ataupun tatapan lapar dari para wartawan seakan meminta jawaban Soojung sekarang juga, “Sejujurnya, aku sudah ada disini bahkan sebelum press conference belum dimulai, feelingku mengatakan akan terjadi hal yang tidak enak disini dan ternyata memang benar. Kalian…pasti akan membahas tentang aku dalam kisah cinta mereka. Aku akan mengatakan sejujur – jujurnya sekarang, karena kurasa jika seorang fans yang berbicara untuk fans yang lainnya diluar sana, mereka tentunya lebih menerima dan mengerti dengan apa maksudku.”

Gadis itu melirik kearah Yoona dan Siwon dari balik bahunya sebelum membuka mulutnya dengan keyakinan yang sudah ia kumpulkan sejak tadi, “Sebagai seorang fans yang selalu mengikuti idolaku kemanapun kakinya melangkah, aku selalu merasa bahagia dan bangga bisa melakukan hal itu, seakan semua euphoria kebahagiaan dan nafasku berada dalam genggaman idolaku. Aku menghafal seluruh biodatanya, jadwalnya, hobinya, kesukaannya, hal – hal terdalam yang tidak diketahui public secara universal, ataupun membanggakan hasil karyanya pada dunia. Semua hal itu kulakukan dengan sukacita sampai aku memasuki titik terjauh yang seorang fans bisa lewati. Aku memiliki perasaan yang salah pada idolaku sendiri. Ya, aku mencintai idolaku lebih dari yang kalian duga, perasaanku pada Siwon oppa saat ini lebih tepatnya adalah perasaan cinta seorang wanita untuk pria. Aku tahu ini salah, dan sebagai seorang fans yang selalu mendukungnya setiap saat—bahkan ia mengakui bahwa ia mengenaliku—tentunya aku mengharapkan hubungan lebih antara aku dan Siwon oppa, dan…Yoona eonnie tahu tentang semua ini dan bahkan ia membenci Siwon oppa, dia adalah haters nomor satunya Choi Siwon”

Kalimat terakhir Soojung sukses membuat Yoona tercekat dan sekian ribu orang langsung menghujatnya dari tempatnya masing-masing detik itu juga, mereka mulai menyalahkan kehadiran Yoona dan menuduhnya tidak mementingkan adiknya sendiri. Siwon tidak mengerti dengan jalan pikir Soojung yang menyatakan cinta padanya yang sudah menikah di depan public seperti ini, namun ia yakin Soojung memiliki tujuan dalam setiap aksinya sekarang, ia hanya dapat merangkul Yoona yang kembali menangis saat perasaan bersalah itu kembali menghantuinya.

“Semula aku bingung dengan sikapnya yang membenci idolaku layaknya musuh dan aku bertekad mengubah perasaan benci itu. Tanpa kusadari, aku adalah perantara kisah cinta mereka. Siwon oppa sempat mengaku padaku bahwa semua puisi yang ia buat selama ini adalah untuk Yoona eonnie, dan aku secara tak sadar selalu membacakan puisi yang oppa buat kepada Yoona eonnie, aku ingin Yoona eonnie mengenal siapa sebenarnya Choi Siwon dan berhenti membenci idolaku serta mulai menerima kehadiran pria itu dalam hidupku. Namun…dugaanku salah, Yoona eonnie ternyata jauh lebih mengenal Siwon oppa dibanding diriku, bahkan eonnie memiliki alasan yang jelas mengapa ia bisa membenci idolaku”

“Aku tidak tahu bahwa mereka kembali menjalin hubungan setelah lama berpisah dan terpisahkan kasta antara idola dan hatersnya. Saat aku mengetahui kondisi hubungan mereka, percayalah tidak akan ada fans yang lebih menyedihkan dibanding diriku, yang menyaksikan idolanya mencintai kakaknya sendiri. Kalian, semua fans Siwon oppa, mungkin sedih dan patah hati atau ingin bunuh diri saat mendengar kabar asmara atau bahkan pernikahan ini, namun aku ingin memberi tahu kalian bahwa nasib kalian tidak seburuk milikku, tidak ada yang lebih menyedihkan dari posisiku disini”

Kini Soojung mulai menitikkan air mata begitu mengingat moment dimana ia mengetahui hubungan Siwon dan, seakan membuka luka lama yang sudah mengering, “Apa kalian bisa membayangkan posisiku saat ini sebagai orang yang mencintai Siwon oppa dan harus menyaksikan pesta pernikahan ini secara langsung dan bahkan ikut mengurusnya? Jika aku harus mengatakan ini secara gamblang, aku hancur dan linglung, aku patah hati, aku kecewa, aku tidak tahu cara berdiri dengan baik, bahkan pasokan oksigen yang masuk ke dalam paru – paruku seakan menipis saat aku terus menangis tanpa henti. Semua yang kuimpikan selama ini untuk idolaku seakan musnah begitu saja setelah aku mengetahui hubungan mereka jauh sebelum kalian tahu tentang ini. Kerap kali aku membayangkan apa yang akan terjadi jika takdir tidak mempertemukan mereka di masa lalu, apa aku bisa bersama Siwon oppa?”

Soojung mengusap air matanya lalu berusaha tersenyum manis, “Tapi aku sadar, sampai kapanpun, Siwon oppa tetaplah bukan milikku, ia terlalu jauh untuk kujangkau dengan tangan dan tubuh pendek yang kumiliki. Terlebih hatinya…sudah ditetapkan untuk seorang wanita bernama Im Yoona, wanita paling beruntung yang pernah ada di dunia ini menurutku sebagai seorang fans berat Siwon oppa. Namun, walaupun aku hancur, ada setitik kebahagiaan bisa melihat Yoona eonnie mendapatkan cintanya kembali. Selama ini, ia hanya bisa merenung sedih setiap mengingat dimana sosok kekasih rangkap ayah dari anaknya saat itu, aku selalu prihatin melihat wajah murungnya dan aku pun berjanji untuk membantunya mencari sosok pria itu, sekarang aku mengerti mengapa ia tak pernah membiarkanku melihat siapa pria itu, karena wajah pria itu sudah terpasang jelas di kamarku.”

“Karena itu…aku disini ingin menjelaskan sesuatu kepada seluruh Siwonest yang mendengarkanku sekarang. Kalian tidak usah khawatir dengan nasib Siwon oppa setelah menikahi kakakku ini. Sekali lagi, aku tahu dengan jelas bagaimana karakter maupun kepribadian Yoona eonnie, aku bersumpah ia akan mengurus dan mencintai Siwon oppa dengan segenap hatinya selama ia hidup. Percayalah bahwa istrinya ini adalah wanita terbaik yang disiapkan oleh Tuhan untuk idola kita. Yang harus kalian lakukan saat ini adalah tetap memberikan dukungan untuk keduanya dan berhenti berpikir negative tentang kakakku. Kalian harus tahu, sebelum pernikahan ini terlaksana, Yoona eonnie terus mengajakku berbicara dan memikirkan pernikahan ini dengan baik, karena semua keputusan terbesar dalam pernikahan ini ada di tanganku. Mungkin jika aku masih mementingkan egoku untuk memiliki Siwon oppa, mungkin tidak akan ada yang bahagia saat ini. Dan kuharap kalian mengerti mengapa oppa bisa jatuh cinta dengan kakakku, Yoona eonnie adalah wanita yang baik, percayalah padaku.”

“Sebelum aku menutup ini, aku ingin menyatakan suatu hal untuk semua Siwonest di dunia. Aku mohon tetap support Siwon oppa apapun ya terjadi. Mungkin kalian tidak perlu mengeluarkan kocek sebesar sebelumnya, tapi setidaknya tunjukkan rasa cinta kalian dengan cara itu, hanya itu yang dapat diterima olehnya dari sekarang dan untuk seterusnya. Berhentilah menghina kakakku dengan semua rumor palsu yang beredar, berikanlah dukungan pada newly-wed couple ini. Dan karena kejadian ini, saya selaku owner dari fansite SiwonChagi dengan berat akan menutup fansite ini. Bukan karena saya tidak mendukung oppa kita lagi, namun aku akan melanjutkan studiku ke Amerika dan akan mendukung Siwon-ssi dari kejauhan.”

“Saya rasa jawaban panjang lebar dari saya sudah mampu menjawab seluruh pertanyaan yang mungkin akan berdatangan dan merujuk pada diri saya. Saya berharap semua kalimat yang saya ucapkan hari ini bisa menjernihkan situasi dan terutama mengatasi berbagai rumor diantara kami bertiga sekaligus menjawab pertanyaan – pertanyaan tentang saya yang akan ditanyakan. Saya tegaskan sekali lagi kalau Jung Soojung, selaku Siwonest merangkap adik dari Im Yoona, menerima dan mendukung penuh pernikahan ini dengan tulus. Sekian dan terimakasih”

Seiring dengan Soojung yang membungkuk Sembilan puluh derajat, bunyi tepuk tangan seakan menjadi santapan gendang telinga Soojung. Seluruh manusia di ruangan ini bertepuk tangan dan merasa kagum pada Soojung, bahkan beberapa wartawan wanita mulai menitikkan air mata begitu mendengar pernyataan tulus yang diucapkan Soojung dengan lantang.

Seluruh usaha yang dilakukan Soojung saat ini berdampak positif bagi ketiganya. Para penonton langsung mengubah mindset mereka terhadap Yoona, para sponsor mulai berminat untuk mengontrak Siwon, dan tentunya nama Jung Soojung langsung menjadi trending topic di jejaring social maupun situs pencarian seperti google dan naver, bahkan ada yang tertarik untuk menjadikan Soojung seorang model. Para wartawan pun mulai menghapus beberapa kalimat yang menjatuhkan Yoona atau Siwon dan menggantinya dengan kata – kata yang meninggikan ketiganya, tanpa perlu ditebak lagi bahwa Soojung menjadi topic hangat di kalangan netizen saat ini.

Kini gadis itu bisa menghembuskan nafasnya lega begitu seluruh beban yang ada di tubuhnya ia lepaskan di tempat ini walaupun ia tetap menangis karena dapat merasakan perasaan nyeri itu lagi, namun ia bangga bisa menceritakan kebenaran yang ada.

“Soojung-ah, gomawo

Soojung terlarut dalam pelukkan Yoona, mereka bisa merasakan bahu keduanya basah terkena air mata satu sama lain, namun setelah itu mereka saling bertatapan dan tertawa gembira, “Uljima…bukankah hari ini pernikahan eonnie, bagaimana mungkin pengantin wanitanya menikah dengan mata sembab seperti ini?”

Yoona tertawa kecil begitu Soojung menghapus air matanya. Wanita itu pun melakukan hal yang sama pada Soojung, “Aku sangat bahagia bisa memiliki adik sepertimu. Kau benar – benar baik, terima kasih sudah merelakan ini semua. Sungguh, perkataanmu tadi membuat eonnie bisa bernafas dan tersenyum dengan bebas”

Soojung mengangguk pelan, “Aku mengenalmu dengan baik, eonnie. Kau adalah orang paling tidak-enak-hati yang pernah ada di dunia ini. Aku tahu kau masih merasa bersalah denganku dan jiwamu terguncang ketika para wartawan menanyakanmu tentang perasaanku karena pernikahan ini. Karena itulah….aku harus mengatakan itu semua”

Yoona kembali terharu mendengarnya dan langsung meraih tubuh Soojung ke dalam pelukkannya, “Aku sangat menyayangimu, saengie. Aku akan mendoakanmu agar selalu bahagia dan segera menemukan pria yang mencintaimu dengan tulus”

Soojung hanya tertawa pelan sambil mengeratkan pelukkan mereka, “Aku akan mencari pria kaukasoid tampan saat berada di Amerika.”

Yoona merengut sedih, “Kenapa harus pergi sejauh itu? Dan kenapa kau tidak pernah membicarakannya dengan kami semua? Eonnie pasti akan merindukanmu, Soojung-ah”

“Sebenarnya aku sudah merancanakan ini sejak jauh – jauh hari, lebih tepatnya saat aku tahu tentang hubungan kalian.”

“Jadi kau benar – benar akan ke Amerika?” kini suara berat khas Siwon yang terdengar. Soojung menoleh lalu mengangguk pasti, “Wae? Apa kau sedih tidak akan ada yang menguntitmu lagi jika aku ke Amerika?”

Siwon menatap Soojung sedih lalu merentangkan tangannya, “Aku serius Soojung! Kemarilah, oppa ingin memelukmu!”

Walaupun Soojung tertawa geli, namun dengan manjanya ia berlari kearah Siwon dan membalas pelukkan erat Siwon. Ia sudah berusaha menganggap Siwon sebagai kakak lelakinya selain Donghae, karena itulah tidak ada kecanggungan sama sekali diantara mereka, “Kami pasti akan merindukanmu”

Nado….kumohon jaga Yoona eonnie dengan baik dan sering – seringlah menghubungiku, ara?” Soojung mendongak keatas dan langsung mendapati raut sedih dari Siwon disusul Yoona yang tiba – tiba memeluknya dari belakang, “Soojung-ahkajima

Kini tubuh mungil Soojung dipeluk erat dari arah depan maupun belakang, gadis itu tertawa nyaring sambil mencoba melepaskan dirinya, “Yak, mwoya ige? Apa kalian ingin mengangkatku menjadi anak kedua kalian sehingga kalian mengurungku seperti ini?”

Siwon dan Yoona saling melirik usil lalu keduanya serempak menggoyangkan tubuh mereka berlawan arah sehingga tubuh Soojung yang berada di tengah terasa seperti dibelah dua dengan kedua pasang tangan itu. Sontak Soojung memberontak kegelian karena perutnya yang tergesek – gesek tangan kedua kakaknya ini. Akhirnya tanpa mereka sadari, moment itu diabadikan oleh ratusan kamera dan disorot ke berbagai stasiun TV, membuat masyarakat Korea Selatan seakan dibuat jatuh cinta dengan sosok ketiganya yang begitu memilik karakter tersendiri.

Cinta memang tidak harus memiliki, terkadang cinta memang menorehkan luka. Namun cinta yang nyata adalah cinta dari dua hati yang menjadi satu. Ketika cinta ketiga mulai merayapi kehidupan mereka, badai hidup dalam sebuah cinta akan terasa, namun permasalahan tidak akan pernah berakhir bak waktu yang terus bergulir, karena hanya ada satu orang yang dapat menyelesaikannya, karena hanya ada satu orang yang harus tersenyum tulus dan melangkah pergi, yaitu sang pihak ketiga itu sendiri, agar hati ketiga hati tak tersakiti.

**

Gaun pengantin berwarna putih tulang itu seakan membuat kecantikan Yoona terpancar dengan jelas, belum lagi riasan natural dan beberapa perhiasan mahal yang ia kenakan untuk melengkapi penampilannya saat ini. Donghae yang memperhatikan gerak – gerik Yoona di sampingnya hanya tertawa kecil membuat Yoona menoleh dengan wajah jengkel, “Waeyo oppa? Sudah puas mentertawakanku?”

Masih dengan sisa tawanya, Donghae berusaha mengelak, “Aniya…aku seakan teringat pada Sooyeon saat pernikahan kami dulu. Dia sama cantiknya denganmu, dan tentunya sama gugupnya denganmu walaupun kau lebih parah”

Yoona memutar bola matanya malas sambil menggandeng tangan Donghae untuk menuju ke altar dan mengucapkan janji suci. Donghae menggantikan posisi Tuan Im dan Tuan Jung yang sudah tiada sebagai pengiring dan simbolis penyerahan tanggung jawab kehidupan Yoona pada pria yang kini berdiri dengan gagahnya di depan altar sembari melempar senyum kearah mereka.

“Kau siap?” Yoona mengangguk pasti sambil meremas tangan Donghae pelan, “Kumohon jangan biarkan aku jatuh, oppa” ucap Yoona dengan begitu pelan. Donghae hanya mengangguk kecil sambil menahan tawa.

Mars pernikahan pun terdengar yang menandakan bahwa pernikahan ini resmi dimulai. Dengan perlahan Donghae membimbing Yoona yang sedang menahan kegugupannya dengan lembut menuju altar, menuju ke tempat pria yang akan berjanji menjaganya seumur hidup. Sesekali Yoona melirik   kearah kanan dan kirinya, ia dapat melihat Kyuhyun dan Seohyun di sisi kiri sedang tersenyum menyemangati kearahnya sambil bergandengan tangan. Di sisi kanan, ia dapat melihat Park Minyoung dan kekasihnya—Lee Minho—melambaikan tangannya kearah Yoona dengan gembira. Dan saat ia hampir sampai di ujung altar, ia melihat Soojung dan Sooyeon berdiri di sisi kanan dengan senyum tulus yang terucap jelas dari setiap tarikkan bibirnya. Terutama Soojung, gadis itu berusaha terlihat ceria sambil mengangkat tangannya demi meyakinkan Yoona ia tidak apa – apa. Dan tepat di depannya, ada Sulli yang sedang sibuk melempar bunga dari keranjang yang ia genggam bersama Taemin.

Tidak ada yang lebih membahagiakan dari pernikahan yang didukung oleh orang – orang yang kalian cintai, itu pun berlaku bagi Yoona. Melihat semua orang yang ia cintai begitu mendukungnya saat ini membuat perasaan haru dan ingin menangis begitu kuat mendominasi. Donghae yang menyadarinya kembali tertawa, “Jangan menangis disini, adikku yang manis. Menangislah di depan altar bersama aktor jelek itu”

Yoona mengangguk sambil menatap Donghae dengan tatapan terima kasih sebelum langkah keduanya mencapai altar. Kulit wajah Yoona terasa terbakar menyadari kini Siwon menatapnya penuh cinta lalu meraih tangan kecil Yoona, “Kuserahkan adikku padamu, jaga dia dengan baik”

Siwon mengangguk lalu membungkuk sekilas pada Donghae, “Tentu. Gomawo hyung

Donghae menepuk bahu Siwon sebelum benar – benar meninggalkan mereka berdua. Rasa senang pun kini dirasakan Siwon karena impiannya membawa wanita ini ke altar bersamanya akhirnya terwujud, keduanya saling berhadapan dengan wajah memerah membuat penonton yang melihatnya tertawa renyah.

“Hadirin yang terkasih, hari ini kita berkumpul disini untuk menyatukan pasangan yang akan mengikat janji sehidup semati di hadapan Tuhan.” pendeta itu memulai. Para undangan pun mulai memerhatikan acara sakral ini dengan hikmat.

“Saudara Choi Siwon, maukah engkau mengambil wanita ini sebagai istri yang diberikan oleh Tuhan di dalam pernikahan yang kudus? Maukah kau melindungi dia, menghibur dia, menghormati dan memelihara dia, baik pada waktu dia sehat maupun pada waktu dia sakit, serta mencintainya selama ia hidup?”

Tanpa ragu, Siwon menjawab, “Ya, saya bersedia.”

Pendeta itu menoleh kearahku, “Saudari Im Yoona maukah engkau menerima pria ini sebagai suamj yang diberikan oleh Tuhan di dalam pernikahan yang kudus? Maukah kau menemani dia, menghibur dia, menghormati dan memelihara dia, baik pada waktu dia sehat maupun pada waktu dia sakit, kaya maupun miskin, serta mencintainya selama ia hidup?”

Aku menatapnya sekilas sebelum mengukir senyum tipis di wajahku, “Ya, saya bersedia.”

Kami saling berhadapan untuk mengucap sumpah suci untuk kedua kalinya. Pendeta itu mempersilahkan Siwon memulainya terlebih dahulu. Aku mengerjap kaget saat Siwon meraih kedua tanganku sambil membacakan sumpahnya, “Saya, Choi Siwon, mengaku dan menyatakan di sini, di hadapan Allah dan Pendeta serta jemaat yang hadir sebagai saksi, bahwa saya mengambil Im Yoona sebagai isteri yang sah, dan saya sebagai suami yang setia akan tetap mengasihi dan melayani dia pada waktu suka maupun duka, pada waktu sehat maupun sakit dan akan memelihara dia dengan setia. Saya berjanji akan menuntut hidup suci dengan isteri saya dengan menyatakan kesetiaan dan iman saya di dalam segala hal kepadanya sesuai dengan Injil Tuhan Yesus Kristus.” Siwon mengusap pelan jemariku dan aku hanya diam karena tidak tahu harus berbuat apa selain menahan tangis haru yang siap keluar.

Pendeta itu tersenyum padaku, aku meraih jemari Siwon dan menarik nafas dengan berat sebelum mengucapkan sumpah ini. “Saya, Im Yoona, mengaku dan menyatakan di sini, di hadapan Alalh dan Pendeta serta jemaat yang hadir sebagai saksi, bahwa saya menyambut Choi Siwon sebagai suami yang sah, dan saya sebagai suami yang setia akan tetap mengasihi dan melayani dia pada waktu suka maupun duka, pada waktu kaya maupun miskin dan akan memelihara dia dengan setia. Saya berjanji akan menuntut hidup suci dengan suami saya dengan menyatakan kesetiaan dan iman saya di dalam segala hal kepadanya sesuai dengan Injil Tuhan Yesus Kristus.”

[!!!] NB: Umat kristiani juga menyebut Tuhan dengan sebutan ‘Allah’, hanya cara pelafalannya saja yang berbeda dengan kaum muslim. Author berharap tidak ada complain atau readers yang membahas tentang masalah ini saat RCL karena ini masalah yang cukup sensitive. Sekian dan terima kasih (:

Semua yang datang ke pernikahan ini menghembuskan nafas lega saat mereka selesai mengucapkan wedding vow. Beberapa dari mereka tersenyum bahagia menyaksikan kami sudah resmi menjadi suami istri. Kami saling memasukkan cincin ke jari manis masing – masing dalam diam.

“Di hadapan Tuhan, keluarga serta para hadirin yang terkasih, saya meresmikan kalian menjadi sepasang suami istri. Pengantin pria dipersilahkan—”

Bahkan sebelum sang pendeta menyelesaikan perkataanya, Siwon langsung menarik tengkuk dan pinggang Yoona secara bersamaan dan mencium Yoona dengan lembut. Tepuk tangan riuh maupun tawa langsung mewarnai ciuman berani kami. Aku yang pasrah hanya bisa membalas kuluman itu sambil berusaha mengabaikan desakkan untuk tersenyum disela pergumulan bibir kami. Ia melepaskan ciumannya lalu mendekatkan mulutnya ke telinga kiriku, “Aku tidak sabar menanti malam pertama kita, Nyonya Choi” katanya dengan suara seraknya yang terdengar begitu menggoda.

Mendengar Siwon mulai berani mengatakan kalimat ambigu itu, Yoona segera mendorong kepala suaminya menjauh, “Dasar mesum!” cicit Yoona kesal.

Keduanya saling bertatapan sekilas sebelum kembali berpelukkan. Setelah melewati berbagai macam permasalahan, akhirnya Tuhan mengizinkan mereka bersatu dan tak akan terpisahkan sampai ajal menjemput. Soojung menghembuskan nafasnya sedih melihat adegan itu, namun ia tetap tersenyum manis dan yakin inilah yang terbaik.

Sooyeon langsung menoleh kearah sang adik yang memasang senyum pahit saat menatap kebahagiaan newly-wed couple ini. Dengan cepat Sooyeon meraih jemari Soojung yang ada di sisi tubuhnya lalu mengusapnya pelan, “Kau memang adikku yang terbaik. Kau pun akan merasakan hal yang sama suatu hari bersama pria yang mencintaimu, Soojung-ah. Percayalah pada eonnie

Soojung menoleh lalu mengangguk pasti sebelum memeluk sang kakak, “Aku juga menyayangimu eonnie…doakan aku agar secepatnya menemukan pria itu”

.

.

Setelah melewati berbagai jenis prosesi acara, akhirnya tibalah saatnya kedua mempelai untuk melempat buket bunga kepada para hadirin yang masih single atau akan segera menikah. Siwon hanya bisa meledek Park Minyoung yang meminta Yoona untuk berbaik hati padanya dengan melemparkan buket bunganya kearahnya, sedangkan Sulli dan Taemin yang belum mengerti apapun ikut mengantri di depan Siwon dan Yoona ditemani oleh Kyuhyun dan Seohyun.

Soojung yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya membuat Sooyeon sedikit kesal, “Kau bilang ingin mencari pacar, apa kau akan mencarinya di dalam ponselmu seperti remaja – remaja zaman sekarang?” sindir Sooyeon.

“Lalu aku harus apa?” tanya Soojung acuh tak acuh dengan mata masih fokus pada ponsel layar sentuhnya.

“Cobalah peruntunganmu disana, siapa tahu kau dapat buket sekaligus pacar”

Soojung menatap sang kakak dengan tingkat kemalasan yang tak tertolong, “Yang benar saja, eonnie. Kau ini kekanak – kanakan sekali, sudahlah aku akan mencarinya di Amerika saja, aku benci pria Korea!”

Sooyeon berkacak pinggang lalu menarik Soojung dengan paksa ke tengah, “Yak eonnie, mwohae! Igeonwa~! Yak~!”

“Pria kaukasoid? Maldo andwae, carilah orang Korea! Lebih baik kau ke tengah sekarang!”

“Tapi—“

“Bersiaplah kehilangan kartu kreditmu jika kau membantahku!”

Soojung mendesah pasrah mendengar ancaman yang merupakan hidupnya itu. Dengan langkah gontai dan malas, gadis itu mulai berjalan ke tengah dimana para kaum muda mudi sudah berkumpul.

Hana, dul, set~!”

Buket bunga Yoona pun sukses terbang kearah belakang dan sontak membuat semua yang ada di tengah heboh memperebutkan bunga itu. Soojung yang mulai terdorong ke belakang mulai kehilangan keseimbangan tubuhnya, namun matanya melihat sebuah buket bunga mengarah keaah kepalanya. Detik berikutnya tangan kanannya berhasil meraih buket bunga yang ternyata mengarah padanya diiringi dengan kesiapan mental akan jatuhnya ia di depan ratusan orang yang ada di ruangan ini.

Kejadian itu begitu cepat dan Soojung masih memejamkan matanya sembari menunggu rasa sakit menghiasi punggung serta rasa malu menyertainya setelah aksi jatuh ini. Namun yang ia rasakan justru sebuah tangan kekar merengkuh pinggangnya posesif kemudian membawa tubuh rampingnya ke lekukkan antara bahu dan leher serta sebuah kehangatan langsung menyelimutinya begitu tangan kekar yang lainnya memeluk bahunya. Reflek Soojung memeluk leher pria itu dengan erat.

Soojung masih belum berani membuka matanya terlebih begitu indera penciumannya mencium bau memabukkan dari tubuh pria berbadan kekar ini—well, Soojung bisa merasakannya karena tubuh mereka bersentuhan rapat—hembusan nafasnya yang menyentuh tengkuk Soojung juga membuatnya mabuk kepayang.

Agassi, neo gwaenchanayo?” suara berat dan sedikit serak menghentikkan segala fantasi Soojung. Ia pun memberanikan diri menatap sosok superhero yang baru saja menyelamatkannya.

DEG.

Ada apa dengan dunia ini? Pria yang kini masih memeluk dan dipeluk olehnya adalah gambaran pria sempurna. Dengan wajah tampan, kulit putih bak pualam, tubuh kekar dan gagah, bibir tebal nan sexy, hidung lancip, serta sorot mata meneduhkan namun tajam membuat jantung Soojung bekerja dua kali lipat lebih cepat dari biasanya.

“Ah…nne, na gwaenchana, gomawoyo

Tidak hanya Soojung yang merasakan hal itu, namun pria itu juga tertegun begitu melihat sosok gadis yang ia ketahui bernama Jung Soojung ini. Dilihat dari dekat, kecantikkan gadis ini bisa disandingkan dengan para Miss Korea atau artis – artis papan atas membuat pria itu gugup dan berdebar.

Mereka masih terus berpelukkan sampai sebuah suara menginterupsi kegiatan mereka, “Aigoo, apa pasangan ini yang akan segera menyusul kita, yeobo-ya?” kata Siwon dengan mic membuat seluruh tamu yang ada di hall itu dapat mendengarnya dengan baik dan tertawa serempak. Soojung dan pria itu mulai sadar akan posisi mereka yang terlalu intim dan mesra untuk dua orang pria dan wanita yang tidak sengaja bertemu. Keduanya melepaskan pelukkan mereka dengan wajah semerah tomat.

Setelah Soojung diberi hadiah special dan doa dari para tamu undangan untuk segera menyusul Siwon dan Yoona—berdasarkan bunga yang ia dapat—acara pun dilanjutkan ke sesi foto. Soojung yang baru turun dari pelaminan Siwon dan Yoona sedikit terkejut melihat pria tadi sedang berbincang dengan saudara – saudara Siwon, kini ia bisa menebak bahwa pria itu adalah salah satu tamu undangan Siwon.

Pandangan mereka bertemu tepat sebelum Soojung mengalihkan pandangannya pada pria itu. Keduanya melempar senyum gugup namun sang pria—seperti kodrat dan kewajibannya—yang memulai segalanya dengan berjalan menuju Soojung yang semakin menunduk malu begitu menyadari kaki panjang lelaki itu semakin dekat dari posisinya berdiri.

“Apa kakimu tidak apa – apa setelah nyaris terkilir?”

Suara berat itu kembali membuat debaran jantung Soojung begitu terasa, ia memberanikan diri menatap pria itu, “Gwaenchana, ini semua berkat pertolonganmu. Gomawoyo—hmm…siapa namamu?”

Soojung dengan wajah polosnya saat menanyakan nama pria itu membuat sang tokoh yang ditanyakan tertawa renyah sedangkan gadis itu hanya mengusap tengkuknya malu, pria itu mengelurkan tangannya tanpa melepas tatapannya pada Yoona, “Minho, namaku Choi Minho.”

Soojung terlihat senang begitu ia tahu siapa nama pria itu, ia pun membalas jabatan tangan Minho denga senyum sumringah, “Jung—“

“Jung Soojung. Namamu Soojung kan? Aku melihatmu di TV tadi, kau sangat keren”

Wajah Soojung memerah begitu Minho memujinya akibat aksinya di TV sore tadi. Keduanya pun terlarut dalam perbincangan ringan, sesekali diselingi tawa yang entah apa penyebabnya. Anehnya, mereka merasa jiwa mereka memiliki kesamaan dan kecocokan karena sejak tadi, Minho selalu menyebutkan hal – hal yang Soojung sukai, begitupun sebaliknya. Mereka terus berbincang dan bahkan berkeliling hall berdua tanpa melepas obrolan itu.

Tanpa mereka sadari, dua pasang mata menatap keduanya dengan senyum sumringah, “Sudah kubilang, Soojung-ah, kau akan mendapatkan pria itu saat kau mengambil buket Yoona”

Donghae melirik istrinya yang kini memasang wajah gembira, “Kau yang menyuruhnya maju? Pantas saja, suatu keajaiban seorang Jung Soojung berniat melakukan hal – hal seperti itu.”

Ne, aku memang menyuruhnya dan lihatlah sekarang, ia dan pria asing it uterus berbincang seakan dunia hanya milik mereka berdua. Kurasa Soojung benar – benar akan menyusul Siwon dan Yoona. Ah..akhirnya gadis itu mendapatkan kebahagiaannya”

Donghae mengangguk menyetujui ucapan Jessica. Ia pun merasa senang akhirnya mereka menemukan kebahagiaannya masing – masing. Bayangan jika Soojung tetap memikirkan egonya, mungkin sekarang tidak ada senyum di wajah ketiganya dan Soojung tidak akan bertemu Choi Minho.

Terkadang cinta memang aneh, namun itulah kelebihannya. Cinta bisa datang kapan saja, bisa membuat orang tertawa atau menangis, membuat orang merasakkan indahnya dunia dan keajaiban nyata yang terjadi dari sebuah cinta yang mereka miliki. Tugas manusia hanyalah mencari cinta itu dengan bijak dan tidak memaksakan sebuah cinta. Karena cinta datang dari hati yang tak bisa dipaksakan oleh siapapun.

**

Setelah seharian melewati berbagai proses upacara pernikahan, kini Siwon dan Yoona membaringkan tubuh mereka secara bersamaan di tempat   tidur king size di belakang mereka. Keduanya saling memejamkan mata seraya melemaskan otot – otot mereka yang terasa kaku, terutama Yoona yang harus menyangga wedding dress berat.

Disela acara istirahatnya, Siwon melirik wanita yang kini sudah resmi menjadi miliknya. Senyum kebahagiaan terukir sempurna di wajah tampannya, membuat lesung pipi khas miliknya mencuat keluar malu – malu.

Yoona yang menyadari tatapan Siwon padanya hanya bisa membalas menatap tatapan interns yang dilemparkan oleh suaminya ini. Dengan gerakkan cepat Siwon segera memeluk bahu Yoona sambil menenggelamkan wajahnya di lekukkan leher jenjang Yoona, “Aku tidak menyangka kita akhirnya benar – benar menikah”

Yoona tersenyum tipis mendengarnya. Tubuh rampingnya ia putar hingga wajahnya sejajar dengan suaminya, kedua tangannya ia kalungkan ke leher Siwon membuat posisi mereka terlihat begitu intim dan mesra.

Siwon bisa merasakan panas tubuhnya meningkat seiring gairah yang tiba – tiba menyelimutinya. Yoona hanya bisa memejamkan matanya pasrah begitu bibir tebal Siwon mulai meraup bibirnya ganas, seakan menyampaikan segala emosi yang ia miliki saat ini. Tanpa mereka sadari, Siwon mulai menindih tubuh mungil Yoona sambil terus melancarkan aksinya menaggalkan pakaian mereka. Yoona merintih pelan saat bibir Siwon mulai menjajahi leher putihnya dan semakin turun dan turun.

Rembulan bersinar terang diatas sana, menyinari sekaligus menjadi saksi bisu saat kedua anak adam yang kini mulai menyatukan diri dalam pergumulan intim mereka. Keduanya begitu menikmati moment yang sudah mereka tunggu selama bertahun – tahun, bermaksud untuk membangun keluaga kecil yang harmonis dengan niat menambahkan anggota keluarganya dalam setiap pergerakkan mereka.

Terkadang cinta terlihat seperti sepasang sepatu yang selalu bersama namun tak akan pernah bersatu.

Terkadang cinta juga dapat menjadi seperti narkoba yang membuat setiap insan merasakan candu dan haus akan cinta.

Namun terkadang, cinta seperti angin musim gugur yang berhembus lembut diantara para makhluk hidup. Kita tak dapat melihat atau tahu dimana ia berasal, namun kita dapat merasakan kesejukkan yang tercipta bagi setiap manusia yang merasakannya.

Berbagai jenis cinta memang terjadi di dunia ini, yang harus kita lakukan hanyalah mengikuti arus kehidupan ini dan menemukan cinta sejati kita sekalipun harus melewati badai rintangan yang menerjang.

Karena disitulah kekuatan cinta diuji dan dibuktikan.

EPILOG

TOK TOK TOK~

“YOONA EONNIE! SIWON OPPA!”

TOK TOK TOK~

Jebal eonnie, oppa, buka pintunya, ini darurat siaga 1!”

Soojung meremas rambutnya frustasi sembari berusaha menenangkan Sulli yang terus menangis tanpa henti. Ia tidak mengerti dengan Sulli yang biasanya tidak merepotkannya jika Yoona menitipkannya padanya, tapi mengapa malam ini anak ini begitu menyebalkan? Kepala Soojung pening karena pusing mendengar suara tangisan cempreng Sulli, dan sialnya kedua orang yang harusnya bertanggung jawab akan hal ini tidak berniat sama sekali untuk menghentikkan aktifitas mereka barang semenit pun.

“Astaga aku tahu apa yang kalian lakukan di dalam, tapi kumohon…anak kalian menangis! Yak! Aish~!”

.

.

Yoona yang mendengar tangisan Sulli dan erangan frustasi Soojung dari luar berusaha keras untuk mendorong tubuh polos Siwon yang kini berada di atasnya, “Oppa, kita harus menemuinya. Kasihan Soojung”

Siwon menggeleng tegas, “Andwae, biarkan saja mereka, kumohon Yoong kita harus selesaikan ini”

“Tapi Sulli hmppft—“

Yoona tak sanggup melanjutkan kalimat protesnya begitu Siwon kembali membungkam mulutnya dengan bibir tebalnya sembari mempercepat apapun yang terjadi pada kedua pusat tubuh mereka tanpa mempedulikkan Soojung.

.

.

Soojung masih berusaha melakukan apapun agar Siwon dan Yoona keluar dari kamar mereka. Ia berteriak – teriak, menendang pintu, bahkan terus menelpon keduanya dengan tingkah ala sasaeng fans yang mengamuk. Namun segala usahanya tidak berhasil.

“Sulli-ya, uljima…mala mini tidur dengan eonnie, okay?”

Sulli menggeleng dengan rengekan yang justru semakin keras, “SULLI MAU TIDUR DENGAN APPA!” katanya dengan suara tinggi membuat tangisnya semakin kencang.

Jadi ini alasannya tidak mau tidur denganku? Pasti Sulli benar – benar ingin selalu berdekatan dengan ayahnya setelah sekian tahun tidak bertemu. Batin Soojung memang mengatakannya, namun detik berikutnya ia kembali mengutuk Siwon yang dengan tidak tahu dirinya tidak berniat menghentikkan kegiatannya menerkam kakakkya, “Choi Siwon, kau benar – benar mati di tanganku besok!” ucapnya dendam.

“Apa yang kau lakukan di depan kamar pengantin baru?”

OMO! YAK CHOI MINHO!”

Minho mengerjapkan matanya kaget begitu melihat Soojung terlonjak kaget karena kehadirannya yang tiba – tiba, “Mianhae, aku pasti mengagetkanmu”

Soojung mendengus kesal dan hanya bisa mengangguk seadanya, gadis itu kembali melanjutkan aksinya dalam usaha membuat pria bernama Choi Siwon keluar dari ranjangnya. Minho terkekeh geli mendengar umpatan dari mulut Soojung pada kakak iparnya, sepertinya Minho tahu apa permasalahan yang terjadi disini, terlebih saat melihat Sulli menangis dalam gendongan Soojung.

“Berikan anak itu padaku”

Soojung mengerjap linglung, “Kau mau membantuku menidurkannya?”

Dengan senyum yang mematikan, Choi Minho berhasil membuat Soojung dan bahkan Sulli terpaku sejenak. Sulli bahkan langsung menghentikkan tangisnya, tangannya ia ulurkan kepada Minho dengan wajah berbinar, “Aku mau di gendong oppa tampan ini. Eonnie lepaskan aku!”

Soojung tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar, jadi sekarang keponakannya ini hanya ingin tidur dengan pria? Astaga.

Minho terkekeh begitu melihat ketimpangan ekspresi Soojung dan Sulli, namun ia langsung mengambil Sulli dari gendongan Soojung dan mulai menidurkan Sulli di dada bidangnya yang hangat. Soojung mencibir pelan melihat Sulli yang terlihat nyaman disana, perasaan aneh sejenis cemburu seakan menyelimuti hatinya.

Ajaib! Tak lama, Sulli sudah tertidur pulas dalam gendongan Minho. Keduanya hanya tertawa singkat sebelum perasaan gugup kembali menyerang keduanya, menciptakan suasana yang sedikit canggung diantara mereka.

“Apa yang kau lakukan disini? Bukankah lantai hotel ini sudah disewa hanya untuk keluarga Siwon dan Yoona?”

“Aku sepupu Siwon Hyung, jelas aku diberi kunci kamar salah satu ruangan di lantai ini”

Soojung hanya mengangguk sambil membentuk huruf O di mulutnya. Suasana di sekitar mereka kembali canggung. Minho memberanikan diri melirik Soojung yang menunduk malu di sampingnya. Pria itu tertawa sambil berdeham singkat, “Setelah kita menidurkan Sulli, apa kau mau ikut keluar bersamaku sekarang?”

“Keluar?”

“Hmm…berkeliling di sekitar hotel, sebenarnya itu tujuan awalku saat keluar tadi. Apa..kau mau ikut?”

Sebenarnya Minho sedikit berbohong tentang itu, betapa konyolnya ia berkeliling di tengah dinginnya malam untuk menikmati suasana hotel. Ia mendengar suara Soojung dari kamarnya sehingga ia berinisiatif untuk keluar dari kamarnya.

Ara, kajja!”

LOVELY HATERS – THE END

YAYYYYYYYY! Akhirnya FF ini selesai juga kkk~ beribu – ribu terimakasih untuk semua readers yang mau meluangkan waktunya untuk baca FF ini, aku berharap chapter yang ini memuaskan di mata kalian. Dan aku juga berencana bikin after story dari Lovely Haters, tapi setelah aku selesain sequel Forced Marriage and WFMH yang udah ketunda bangeeeeet-_-

Oh iya, kenapa part ini di protect? Karena banyak siders-_- bayangin FF ini dibaca hampir 10 ribu orang tapi yang komen cuma segelintir, pada gak menghargai bgt kan ya-_- intinya jadilah readers yang baik wkwkwk

Gimana buat tebak2an passwordnya? gampang kan h3h3 author itungannya msh baik sama kalian cuma tinggal ketik di bang google dpt, ada bbrp author yg suruh nyusun kata dari berbagai jenis bahasa, malah ada yg suruh cari pengertian sesuatu yg berhub sama puisi-_- intinya author masih baik kan ya? *smirk*

Semoga di tahun yang baru ini aku sanggup mengeluarkan FF baru yang bisa menghibur readers sekalian^^

SEE YOU ON ANOTHER PROJECT(S)~! ANNYEONG<3

Advertisements

210 responses to “[3S] Lovely Haters (Part 3B/END)

  1. yea~happy ending
    gk mbayangin klo nanti krystal.a gk ngrestuin 🙂
    siwon mah anak.a nangis,gk brhenti malah lanjut #haha

    Like

  2. ketebak juga akhirnya pwnya.. gomawo uni cluenya kekeke… akhirnya yoonwon bersatu juga.. tapi kasian juga si soojung.. untung aja udah nemuin si minho kekeke.. keep writing

    Like

  3. Pingback: Lovely Haters [Part 3/END] | Im Yoona Fiction·

  4. Lama banget g mampir ke blog ini ternyata banyak ff yg terupdate n ada yg baru tp entah kenapa aku malah kangen banget baca lovely haters chapt.end. kirain udah ada after storynya ternyata blm. Soojung n Yoona disini bikin kangen.

    Like

  5. bagus utk ending meskipun gk seheboh yg aq bayangin..hehehe
    aga boring dan kurang gregetnya thor..mian
    tp ttp happy karna yoonwon bersatu.

    Like

Give me your LOVE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s