[FF] Belle in the 21st Century (Chapter 5) – Pre-Wedding

belle-yoona-1

Belle in the 21st Century – Pre-Wedding

kkezzgw art&storyline

Main Cast: SNSD’s Yoona, SJ’s Siwon

Other Cast: more than 12~

belle-cast-yoonwon

Genre: Romance, Marriage Life, Family

Rated: General

BELLE IN THE 21ST CENTURY: CHAPTER 1 | 2 | 3 | 4 …

Facebook Twitter: ELF SONE RANDOM Blog:  keziagw wonkyoonjung Ask.fm

Disclaimer: FF ini terinspirasi dan di adaptasi dari series Disney Princess ‘Beauty and the Beast’ (1991) yang akan diterjemahkan menjadi versi abad 21 dengan berbagai perombakan yang tetap berhubungan dengan cerita aslinya. Series pertama dari Disney Princess di abad 21 versi kkezzgw ini dimulai dari. FF ini sudah dibuat dalam berbagai versi. Mohon maaf untuk kesamaan cerita, alur, karakter, adegan, nama, maupun typo.

————————————————————-

—Cerita dalam chapter ini telah diperbaharui pada 24 Juni 2016. Reader baru maupun lama disarankan untuk membaca lagi untuk menghilangkan kebingungan di chapter-chapter berikutnya—

*

*

*

Dinginnya angin musim gugur tidak mengalihkan perhatian Siwon dari nisan bertuliskan ‘Jun Yeon Hee’. Mata elangnya menatap nanar kearah pusara itu dari balik kacamata hitamnya. Ia mengenggam sebuah foto dan sebuket mawar merah—yang selalu ia bawa setiap ia berziarah ke makam sang ibunda.

Eomma, aku datang. Bagaimana kabarmu disana? Apa kau merindukanku? Hari ini tepat 12 tahun kau meninggalkanku sendirian disini. Mengapa kau tidak membawaku bersamamu saja?”

Kalimat putus asa dan keinginan untuk pergi ke tempat tenang di atas sanalah yang selalu diucapkan Choi Siwon setiap datang ke tempat ini.

Setelah berpuas diri depan pusara ibunya, Siwon berjalan dan melewati ratusan pusara lainnya sampai akhirnya ia berdiri tegak di depan pusara gadis itu. Ia tak bisa mengelak bahwa hatinya selalu perih melihat kedua orang yang paling ia cintai meninggalkannya di dunia ini sendirian, dan tanpa mereka sadari kepergian mereka sukses membuang semua sifat manusiawi yang Siwon miliki, membawa kehangatan Siwon bersama mereka.

Ia merogoh saku celananya dan menatap sendu kotak beludru berwarna merah hati berada dalam genggamannya saat ini. Pikiran dan jiwanya semakin kacau begitu membuka kotak itu dan kembali bertemu dengan cincin permata yang tidak sempat ia sematkan ke jarinya. Walaupun sudah ratusan kali Siwon membawa serta cincin ini jika berziarah kesini, namun kehampaan dan rasa putus asa itu tak kunjung surut.

“Maaf aku baru bisa kembali mengunjungi setelah sekian lama tidak melakukannya,” Siwon memulai sapaannya dengan gumaman pelan, “Kau tahu dengan baik siapa aku dan apa yang kulakukan selama ini”

Siwon tertawa lirih lalu kembali menatapnya dengan seksama, “Aku…akan menikah, dengan seorang wanita yang dipilihkan oleh tua bangka itu. Maafkan aku karena mengingkari janjiku sendiri untuk tidak menikah selain denganmu, kau tahu aku tak pernah menginginkan hal ini terjadi, tapi aku tidak bisa melawan ayahku sekalipun aku membencinya. Aku memang harus dan akan memberikan cincin ini kepada wanita lain, tapi aku tidak akan memberikan hatiku yang sudah diukir namamu di setiap inchinya. Kuharap kau bahagia disana…”

Pria itu menghela nafas dengan berat setiap mengingat tentang pernikahan terkutuk itu. Ditengah kesenduan yang kini menyelimuti Siwon, suara ponselnya mengacaukan suasana dan langsung membuat Siwon mengumpat pelan sebelum membaca pesan teks yang ia terima dari seseorang.

“Siwon, datanglah ke Sunshine Bridal bersama Yoona untuk fitting. Sekarang jemput dia di kampusnya, okay?”

Siwon mendengus jengkel sembari melangkahkan kakinya dengan berat meninggalkan pusara gadis itu yang seakan menatapnya sedih.

**

Im Yoona POV

“Yoona! Yoona! Yoona!”

Aku mengerutkan kening mendengar suara nyaring Hyoyeon memecah keheningan perpustakaan hingga membuat semua orang menegok kearahku dengan tatapan mencela, “Yoona! Yoona! Neo eodisseo?”

“Demi Tuhan, Kim Hyoyeon!” tegurku sebal, “Ini perpustakaan bukan lapangan basket!”

Hyoyeon terlihat kepayahan mengatur nafasnya. Mata hijaunya tak berhenti menatapku seakan hidungku ada tiga. “Katakan padaku, bagaimana bisa kau mengenalnya?”

Aku mengerut bingung, “Nugu?”

Hyoyeon mendengus kesal, “Yoona, stop playing games with me! Bagaimana ceritanya kau mengenal seorang Choi Siwon?!”

“MWO!?”

“Lebih baik kau—oh astaga itu dia!”

Kurasakan jantungku mulai berdebar kencang. Suara – suara ricuh mulai terdengar di dalam maupun di luar perpustakaan hingga membuat Mrs. Jang mengerutkan wajah masamnya dalam – dalam.

Ketika aku menoleh, mata elang itulah yang sekali lagi membalasku. Sosok tampan nan tak tersentuh yang dikelilingi wanita – wanita yang mengerumuninya penuh dambaan.

Author POV

Siwon dengan langkah berat dan setengah malas mulai melangkah memasuki pelataran kampus itu. Sontak kehadiran pewaris utama kerajaan Jaekyo Group itu membuat satu kampus—terutama untuk kaum hawa—heboh.

Kalimat – kalimat penuh dambaan yang dilontarkan para kaum hawa hanya ditanggai dengan acuh oleh Siwon. Kini fokusnya hanya mencari gadis udik itu agar ia bisa pergi dari tempat ini sesegera mungkin. Mata Siwon menyipit begitu melihat sosok yang dicarinya. Pria itu melangkah cepat memasuki perpustakaan.

Yoona yang menyadari kehadiran Siwon hanya mengernyit bingung dan menatap Siwon tajam, “Neo yeogisseo mwohae?” tanya Yoona kebingungan.

Raut wajah L ucas tetap datar saat ia menarik lengan Yoona, “Kita harus fitting baju hari ini, kajja!

“MWORAGU?!”

Siwon tidak mempedulikan keterkejutan Yoona, pria itu sibuk menarik tangan Yoona. Tangan yang lainnya meraih tas Yoona sebelum mereka benar – benar meninggalkan perpustakaan yang sontak berubah ramai. Keduanya menjadi pusat perhatian para mahasiswa dan mahasiswi di kampus itu setiap mereka berjalan kemana pun.

Hyoyeon menatap kepergian keduanya dengan shock, matanya mengerjap beberapa kali begitu ia sepertinya bisa menerka apa yang terjadi disini.

OMO! OMO! YOONA AKAN MENIKAH? DENGAN CHOI SIWON?”

**

Yoona ingin sekali menendang bokong pria yang sekarang sibuk menyetir ini. Dengan sesuka hatinya membawanya seperti sapi yang hendak dipotong di peternakan. Belum lagi ia sadar perlakuan maupun perkataan Siwon yang enteng tentang fitting baju pengantin jelas membuat pernikahan yang ingin ia rahasiakan seumur hidupnya kini sibuk berkeliaran di seluruh penjuru kampus. Bahkan Yoona bisa menebak mengapa ponselnya kini sibuk berdenting menandakan ada puluhan temannya yang menanyakan tentang rumor pernikahan sialan ini.

Karena sudah tidak tahan, Yoona melirik Siwon sinis sembari mencibir pelan, “Hei! Mengapa kau tidak menelponku saja agar aku keluar dari kampus dan pergi bersamamu? Karena ulah dan perkataan brilianmu itu, kini pernikahan bodoh kita tersebar dengan bebas layaknya virus di kampusku!”

Siwon membuang nafasnya kasar sambil mendelik kesal kearah gadis itu, “Seharusnya kau bersyukur aku menjemputmu ke kampusmu, dan bahkan membawamu langsung dari kelasmu! Kau itu lambat, aku tidak mau waktuku terbuang sia – sia untuk menunggumu keluar kelas!”

APA? Lambat? Kau benar – benar raja es yang menyebalkan, seharusnya seseorang mengutukmu seperti Beast di film Beauty and the Beast!”

.

.

“Akhirnya kalian sampai! Kami sudah menunggu kalian sejak tadi!” sambut Nyonya Choi begitu mereka tiba seraya memeluk Yoona.

Yoona tersenyum kikuk sedangkan Siwon hanya memasang wajah datar tanpa ekspresi kearah ibu tirinya. Keduanya kini dibawa ke ruangan yang berisi dress – dress yang biasanya hanya dapat dipandangi Yoona dari balik etalase toko. Yoona tidak bisa menyembunyikan kekagumannya melihat puluhan gaun pengantin yang di gantungkan dengan cantik di ruangan besar itu.

Gadis itu terkesiap begitu melihat siapa dan dimana ia berada sekarang, betapa bodohnya ia tidak menyadari sejak tadi bahwa ia dibawa ke bridal termahal dan paling terkenal di kota ini, bahkan ia mengenali wanita yang kini duduk di mejanya dengan berlembar – lembar kertas berisi hasil rancangannya. Wanita itu tersenyum ramah pada Yoona, “Halo, aku Katerina. Aku diberi kehormatan oleh keluarga Choi untuk mendesain gaun pengantinmu. Apa kau punya gambaran gaun seperti apa yang kau inginkan?”

“Aku sejujurnya belum memikirkan apapun soal ini,”

Katerina mengangguk maklum, “Baiklah, aku akan membawakanmu beberapa gaun masterpiece-ku mengingat anda belum punya gambaran apapun.”

Yoona menatap wanita glamour itu dengan tatapan ingin tahu dan penuh ketertarikan, jelas ia mengenal sosok wanita ini. Siapa yang tidak mengenal Park Sun Hee, designer terkenal yang memiliki jutaan ide brilian dalam otaknya dalam merancang dress. Dan fakta yang paling membuat Yoona terharu dan bangga adalah bahwa wanita sekelas Katerina-lah yang akan merancang baju pengantinnya, entah ia harus berekasi apa dalam hal ini.

Park Sun Hee datang membawa tiga gaun pengantin dibantu oleh tiga asistennya. Gaun pertama bermodel corset ball gown dengan berlian yang menghiasi bagian corset , gaun kedua bermodel mermaid dress, dan gaun ketiga berbahan guipure lace dengan  desain yang simple namun tetap memancarkan sisi romantis dan lembut sang mempelai wanita.

“Woah…” Yoona tak mampu menutupi kekagumannya melihat tiga karya Park Sun Hee dihadapannya.

“Aku harap kau menyukainya, ayo kita coba dulu gaun – gaun ini..”

**

Siwon mencibir ibu tirinya yang kini terlihat sibuk mengurus pernikahannya dengan Yoona. Ia itu sadar keluarganya jatuh cinta pada calon istrinya yang lebih layak ia sebut gadis udik dibanding calon Nyonya Choi Siwon. Membayangkannya saja sudah membuat Siwon mengernyit merinding. Terlebih Sooyoung dan Minho, keduanya semakin membuatnya gila karena terang – terangan memuji Yoona dengan alasan tak berarti.

Walaupun Siwon selalu menekuk wajahnya, namun ketampanan pria itu seakan tak sirna, ia tetap terlihat tampan dan mempesona. Tubuh kekarnya kini dibalut oleh tuxedo putih, rambut yang ditata sedemikian rupa, serta wangi aftershave yang menyerbak dari tubuhnya membuat ketampanannya seolah melambung tinggi. Kini calon mempelai pria sedang menunggu mempelai wanitanya memakai wedding dress untuk melakukan foto pre-wedding.

Beberapa menit pun berlalu sampai seorang pelayan masuk ke dalam ruang tunggu dimana keluarga Choi berada, pelayan itu membungkuk singkat sebelum menampilkan senyum sopannya, “Tuan, Nyonya, Nona Yoona sudah siap”

Siwon adalah orang yang pertama kali berdiri karena ia tidak sabar untuk segera pergi dari tempat ini, walaupun beberapa orang mengira Siwon sudah tidak sabar melihat calon istrinya.

Tirai ungu itu pun terbuka dan terlihatlah gadis cantik dalam balutan gaun putih yang sontak membuat Siwon terpaku sesaat. Gaun pengantin itu membalut tubuh ramping Yoona dengan sempurna, rambut yang biasanya ia ikat kini tergerai bebas menutupi bahu telanjangnya yang terekspos. Siwon hanya terdiam di tempatnya sedangkan Yoona menunduk malu begitu menyadari tatapan intens yang dipancarkan dari mata Siwon.

“Ahhh, menantuku cantik sekali! Siwon, bagaimana pendapatmu?”

Siwon berdeham tersadar dari lamunannya dan berusaha memasang ekspresi datar, “Lumayan, dia terlihat cantik walaupun kesan desanya terlihat,”

Yoona memejamkan matanya sembari meremas gaun pengantinnya gemas saat mendengar ejekan Siwon, “Lihat saja kau, akan kusiksa setelah kita menikah!” umpat Yoona dalam hati sambil memalingkan tatapannya dari Siwon, ia sudah merelakan dirinya untuk memakai pakaian feminim seperti ini dan calon suaminya yang sombong itu malah mengejeknya?

“Wahh, noona kau cantik sekali!”

Yoona melirik kearah Siwon seakan mengatakan matamu-pasti-bermasalah saat mendengar kedua calon adik iparnya memujinya, Siwon mendengus tak peduli lalu melenggang keluar dari ruangan.

Yoona hanya mengepalkan tangannya kesal, ia benar-benar ingin menendang bokong pria itu hingga ia memohon maaf padanya.

.

.

Yak kalian ini…. tunjukkan sisi romantis kalian! Kaku sekali seperti patung Liberty,” protes Sooyoung yang melihat secara langsung proses pemotretan pre-wedding Siwon dan Yoona.

Mendengar komentar itu, keduanya hampir mengeluarkan reaksi menolak yang sama.

Dengan setengah hati, lengan kekar Siwon melingkar sempurna di pinggang kecil Yoona. Keduanya merasakan kerja jantung mereka yang mulai berdetak tak normal diiringi dengan tarikan nafas yang memendek karena gugup. Walaupun mereka saling membenci, namun skinship antara pria dan wanita normal dengan keadaan memakai baju pengantin membuat mereka gugup sekaligus malu. Beberapa kali tubuh mereka menempel dengan sempurna, bahkan mereka harus melakukan siluet yang membuat mereka terlihat sedang berciuman mesra di sebuah taman.

“Aish, kapan ini berakhir?” umpat Yoona sambil melirik Siwon dari bahunya.

“Oh shit, cepat selesaikan acara bodoh ini!” kali ini batin Siwon yang bersuara sembari menatap punggung Yoona yang mengintip malu-malu dari balik gaun ketatnya.

“Sial, kau mulai berpikir aneh – aneh Choi Siwon. Ingat, dia musuhmu! Kau harus membuatnya terpesona denganmu, bukan sebaliknya!”

“Kenapa pikiranku seakan kacau saat menghirup aroma parfumnya? Astaga, Im Yoona, kau harus hentikan ini semua atau semua rencanamu gagal!”

Tanpa mereka sadari, keduanya mulai merasakan getaran aneh dalam dirinya namun harus mereka tutupi sebaik mungkin karena mereka memiliki rencana pribadi untuk satu sama lain.

**

“KAU BERHUTANG PENJELASAN PADAKU, IM YOONA!”

Yoona mendengus pasrah begitu mendengar suara cempreng Hyoyeon mendominasi speaker ponselnya. Kini Yoona sedang dalam perjalanan menuju toko kue tempatnya bekerja pasca selesai melakukan fitting baju dan foto pre-wedding tadi. Ia ingin sekali balas meneriaki sahabatnya itu namun mengingat ia sedang berada di dalam bus yang berjalan, ia mengurungkan niatnya.

“Bisakah kau mengecilkan volume suaramu? Kau bisa membuatku tuli!”

“Bagaimana caranya aku mengecilkan volume suaraku jika sahabatku ini akan menikah dengan orang terkaya se-Korea Selatan ini! Astaga, katakan padaku bahwa kau sedang bercanda padaku detik ini juga!”

Yoona menghela nafasnya pelan, ia juga tidak mengerti mengapa ini bukanlah sekedar mimpi yang datang di malam hari dan pergi saat pagi datang, “Kuharap ini juga mimpi, Hyoyeon.”

Hyoyeon terdengar memekik dari seberang sana, “Oh astaga, ceritakan padaku bagaimana kau bisa bertemu dengan Choi Siwon! Kau—kau astaga Yoona, kau tahu siapa itu Choi Siwon, kan?”

“Si pria dingin, angkuh, menyebalkan, dan sok sempurna itu kan? Kalau Choi Siwon itu, ya aku tahu.”

“Apa kalian berpacaran sebelumnya? Mengapa kau tidak pernah memberitahuku? Apa Yuri tahu tentang ini?”

“Berpacaran? Kau pasti bercanda, itu tidak mungkin! Dan ya Yuri sudah tahu tentang ini, sebenarnya aku akan mengatakannya padamu, tapi pria bodoh itu menculikku tadi untuk fitting baju”

“Ya ampun, bahkan kalian sudah fitting baju penbgantin! Lalu bagaimana caranya kalian bertemu?”

“Ceritanya panjang,” ia menghela nafas sejenak, “tapi aku janji akan menceritakan ini semua padamu. Oh iya aku juga pasti akan mengundang—“

“OH TENTU SAJA KITA BERDUA HARUS DI UNDANG!”

Yoona terkekeh geli mendengar nada suara Hyoyeon yang kembali tinggi begitu mendengar ia akan diundang ke acara pernikahan termewah tahun ini.

**

Apresiasi dari para pemegang saham maupun kolega perusahaan Jaekyo Group pun terdengar meriah seakan menandai bahwa rapat ini telah resmi ditutup. Banyak dari mereka mengangguk sambil berdecak kagum saat Choi Siwon berhasil menjelaskan presentasinya dengan baik pasca demo besar yang dijalani para karyawan perusahaan. Dengan strategi yang disampaikan oleh Siwon, mereka yakin keuntungan perusahaan akan kembali seperti sedia kala dan malah akan berkali – kali lipat dari sebelumnya.

Beberapa kali Choi Kiho dan Siwon bergantian menyalami para pemegang saham dan kolega perusahaan yang bergegas meninggalkan ruang rapat setelah 2 jam penuh membahas tentang masalah yang cukup menganggu keuangan maupun investasi mereka di Jaekyo Group. Choi Kiho melirik kearah Siwon yang kini kembali menjadi Siwon yang dingin setelah sejak tadi sibuk menebar senyum sopan kepada para koleganya.

“Kau sudah melakukan yang terbaik, Siwon. Sepertinya jabatan CEO memang pantas untukmu”

Siwon melirik sinis kearah sang ayah yang kini menatapnya penuh kekaguman, “Tentu saja aku pantas, ini jabatan yang selalu kuincar sejak dulu. Jabatan yang membuatmu meninggalkan ibuku dan menikahi wanita itu,”

Jantung Choi Kiho seakan dihantam oleh besi panas mendengar jawaban Siwon yang begitu melukai hatinya, namun ia kembali mengeraskan hatinya demi melawan putra sulungnya ini, “Aku tidak mau membahasnya! Dan berhenti menuduh Nyonya Choi seperti itu, kau tidak tahu apa-apa!”

Siwon tersenyum sinis, “Ah ya, aku memang tidak tahu apa – apa tentang kisah perselingkuhan kalian sampai akhirnya ibuku menemui ajalnya!”

“TUTUP MULUTMU!”

PLAK!

Tuan Choi tanpa sadar menampar putra sulungnya. Nafas pria itu tersenggal – senggal menahan emosi yang meledak dalam dirinya, “Sekali lagi kau bicara kotor mengenai ayah dan ibu tirimu sendiri—“

Siwon mengepalkan tangannya sambil memandang sang ayah dengan penuh kebencian, “Kau begitu menjijikan! Perusahaan ini selalu menjadi prioritasmu, bahkan karena kau, wanita itu, dan perusahaan sialan ini….ibuku meninggalkanku! Karena itulah, jangan harap aku menganggap wanita itu sebagai ibuku! Bahkan status ‘ibu tiri’ tak pantas ia dapatkan!”

Tuan Choi memandang nanar Siwon yang melangkah keluar ruangan dengan segenap kebenciannya pada dirinya yang tak akan hilang sampai kapanpun, pria itu mendesah sedih sambil menatap pintu yang sudah tertutup sempurna itu dengan sendu.

.

.

Siwon masuk ke ruangannya dengan langkah berat, deru nafasnya masih memendek dan tangannya mengepal sempurna karena emosi. Sekali lagi, ayahnya kembali membuatnya api dalam dirinya membakar seluruh akal sehatnya saat beliau sudah membahas tentang segala hal menyangkut Jaekyo Group dan ibunya.

Siwon yang terlihat emosi tidak menyadari kehadiran Donghae di dalam ruangannya. Sahabatnya itu seakan dapat membaca situasi yang terjadi, “Bertengkar lagi dengan ayahmu?”

Siwon menoleh dan mendapati Donghae dengan santainya duduk di kursi kebesarannya sambil menyeruput secangkir kopi. Siwon mendengus lalu menghampiri Donghae, “Pergi kau dari kursiku!” usir Siwon dingin.

Donghae tertawa riang lalu  menjalankan perintah Siwon dan serta merta merangkul bahu kekar sahabatnya, “Jangan terlalu sering emosi, bung! Kau terlihat semakin menua jika kau terus menekuk wajah tampanmu ini. By the way, presentasimu keren” puji Donghae.

“Tumben kau menggantikan Tuan Jung untuk rapat tadi, apa dia sedang pergi?”

Donghae mengangguk singkat, “Ah ya, beliau sedang menemui putrinya di Amerika.”

Siwon mengerjapkan matanya kaget, “Tuan Jung punya anak perempuan? Maksudmu putri kandungnya?”

Donghae terdiam lalu mengangguk ragu, “Sepertinya begitu, aku memang dengar ia memiliki seorang putri, tapi aku tidak pernah bertemu dengannya atau melihat fotonya.”

Siwon hanya mengangkat bahu tak peduli lalu mengeluarkan dokumen – dokumen yang diperlukan mereka, “Tolong serahkan dokumen – dokumen ini padanya. Itu proposal yang kamu ajukan padanya.”

Lee Donghae merupakan anak angkat dari seorang pengusaha ternama sekaligus kolega Jaekyo Group dari Jung Corp yang dipimpin oleh Mr Jung Yunho. Kedua orangtua Donghae meninggal dunia saat laki – laki ini berusia 15 tahun. Dengan berbekal rasa kasihan, Tuan Jung sudah menganggap Donghae sebagai anaknya, mengingat ayah kandung Donghae adalah sahabat karibnya—yang kebetulan menitipkan Donghae padanya saat ia akan pergi ke luar negeri. Tuan Jung menyuruh Donghae tetap memakai marga keluarganya sekaligus membantu Donghae membangun bisnis keluarga Lee yang diwariskan pada Donghae. Donghae juga membantu perusahaan Tuan Jung dengan memantau dan memimpin kantor pusat Jung Corp jika Jung Yunho sedang tidak ditempat, sedangkan putrinya—yang bahkan baru diketahui Donghae dua minggu lalu—sudah membantu cabang perusahaan Jung Corp di luar negeri.

“Aku akan melakukan yang terbaik untukmu. Well, setidaknya beliau tidak menyebalkan sepertimu!”

Donghae tertawa begitu melihat Siwon menyipitkan matanya geram. Donghae mendudukan tubuhnya pada sofa panjang di ruangan Siwon dengan santai, “Kudengar kau fitting baju hari ini sebelum rapat. Bagaimana? Apa istrimu cantik dengan wedding dress-nya?”

“Dia lebih pantas disebut upik abu dibanding calon istri orang hebat seperti Choi Siwon” ucapnya acuh.

Donghae terkekeh, “Aku hanya ingin memperingatkanmu untuk berhati – hati. Aku bisa menangkap raut khawatir dari wajah tampanmu setiap membahas calon istrimu”

“Kau ini bicara apa? Kau tahu dengan jelas bahwa aku membenci gadis desa itu.”

“Tapi sepertinya kau juga tahu ada pepatah mengatakan ‘Benci menjadi Cinta’, kan? Aku bisa merasakan aura mencekam di balik nama ‘Yoona. Kurasa gadis itu bukanlah gadis feminim atau gadis yang takut akan aturan-aturan dunia tentang seorang-wanita-ideal. Aku benarkan?”

Siwon memutar bola matanya malas mendengar ucapan berlebihan dan tidak penting yang kerap kali dilontarkan mulut besar Donghae. Namun sebersit perasaan takut itu kembali muncul seiring dengan tingkah laku Yoona yang bisa dibilang cukup berani untuk melawannya, terlebih setelah kejadian di meja makan beberapa hari yang lalu membuat perasaan itu semakin kuat mendominasi. Namun sekali lagi, ia berusaha menampik itu semua, keyakinannya untuk membuat Yoona menderita dan jatuh ke dalam pesonanya  semakin menggebu – gebu dalam benaknya.

Yoona seorang wanita normal, fakta yang ada memang mengatakan belum ada satupun wanita yang sanggup menolak pesona seorang Choi Siwon.

Dan Siwon akan membuktikan itu pada Yoona, segera.

Siwon menyeringai licik sambil menatap Donghae, “Bagaimana jika aku mengubahnya menjadi wanita feminim dan sopan? Terima kasih, Lee Donghae, kau baru saja membangunkan singa yang tertidur”

“Maksudmu?”

Siwon hanya tertawa licik sebelum meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang. Donghae menggeleng pasrah. Oh tidak, jika Choi Siwon sudah bekerja, dia bisa saja memerintahkan bulan untuk bersinar di siang hari dan matahari di malam hari. Fakta bahwa tidak ada yang mustahil bagi seorang Choi Siwon membuat Donghae merasa prihatin dengan gadis bernama Yoona itu. Pria itu hanya berharap Siwon tidak menyiksa Yoona secepat ini dengan cara – caranya yang aneh namun luar biasa berhasil.

**

Yuri terkesiap heboh begitu Yoona menunjukkan beberapa foto pre-weddingnya dengan Siwon yang terlihat mesra dan begitu natural, seolah mereka memang sepasang kekasih yang dimabuk asmara menjelang pernikahan, “Aw…so sweet!”

Yoona memutar bola matanya jengah, “Berhentilah berlebihan! Kau dan Hyoyeon sama saja”

“Aish, tapi aku serius. Kau dan Siwon terlihat seperti pasangan sungguhan, terlebih kau terlihat sangat cantik dengan dress impianmu, bisa saja Siwon mulai tertarik padamu”

Yoona menatap Yuri seakan gadis itu sudah hilang akal, “Tidak mungkin dia menyukaiku, Yuri. Dari belahan dunia manapun, kami saling membenci satu sama lain”

“Hei, tidak ada kata ‘tidak mungkin’ di dunia ini, Yoona. Terutama jika itu menyangkut tentang cinta, kau tahu jika seorang pria dan wanita sudah terikat dalam sebuah hubungan serius seperti pernikahan, benih-benih cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya, terlebih suamimu adalah salah satu tipe pria yang diidamkan semua wanita selama ini. Tampan, pintar, kaya, dan tentunya sexy, lalu apalagi yang kau cemaskan?”

Yoona merenung sedih mendengarnya. Ia jelas tidak mau jatuh cinta dengan Choi Siwon, ia sudah melatih hatinya setelah sekian lama untuk terbebas dari perasaan cinta dan fokus mengejar uang yang sangat sulit ia dapatkan, “Kau tidak akan mengerti permasalahanku. Ini lebih berat dibanding hanya menikah dan mengubahnya”

Yuri mengerutkan keningnya bingung sekaligus penasaran, “Apa maksudmu? Sekarang aku malah takut terjadi sesuatu di balik pernikahan ini. Hei, apa kau sudah mempertimbangkan ini semua dengan matang? Maksudku….pernikahan adalah suatu hal yang bersifat serius dan mengikat, ini bukan sebuah ajang mainan yang bisa kau datangi ataupun tinggalkan sesuka hati. Aku mungkin tidak tahu apa permasalahanmu dan aku akan dengan sabar menunggu saat dimana kau akan menceritakannya padaku, tapi aku harap kau mempertimbangkan semua ini lebih baik lagi, karena aku tidak mau kau terluka ke depannya”

Yoona menatap bola mata Yuri yang menasihatinya dengan kasih sayang yang begitu kentara dalam setiap kata yang ia ucapkan. Bukannya ia tidak mau menceritakan permasalahannya, namun ini semua terlalu membuat Yoona lelah dan menambah beban batinnya, ia tidak mau Yuri ikut pening membayangkan masalahnya.

KLING~ KLING~

Bunyi bel yang berdering pelan mengalihkan perhatian Yoona dan Yuri kearah pelanggan mereka yang baru datang. Sedetik kemudian, mereka terbelalak kaget begitu melihat beberapa pria berjas hitam dengan walkie talkie earpiece menempel di telinga kanan mereka serta beberapa pelayan wanita dengan hanbok ala kerajaan menghampiri kasir dengan tatapan kaku namun ramah. Yoona dan Yuri tercengang ketika mereka semua serempak membungkuk hormat kearah Yoona. Aksi itu jelas memicu rasa ingin tahu dan bingung dari para pelanggan yang ada di café itu saat ini.

Annyeong hashimnikka, apa anda Im Yoona agassi?

Yoona mengangguk linglung lalu ikut membungkuk sopan, “Ne, annyeong hashimnikka. Nugu?”

Para pelayan itu tersenyum sopan sedangkan bodyguard yang ada di belakang mereka menatap lurus ke depan seakan tak tergoyahkan, “Kami diperintahkan oleh Tuan Choi Siwon untuk mengantarkan anda saat ini”

Mwo? Choi Siwon? Jigeum? Dia menyuruh kalian mengantarku kemana?” tanya Yoona penuh kecurigaan, entah mengapa perasaannya mengatakan hal buruk akan segera terjadi padanya.

.

Yoona memekik tertahan begitu melihat tepatnya dimana kakinya berpijak sekarang. Rasanya ia ingin menghilang sekarang juga dari tempat ini atau terbang karena harus memasuki tempat ini, tempat yang bahkan tidak pernah ada dalam mimpinya atau ia harapkan seumur hidupnya.

Sebuah bangunan megah berwarna merah dengan papan nama Korean Princess Institute terpampang jelas di depan mata Im Yoona, gadis itu bisa merasakan seluruh otot tubuhnya lemas seketika dan kepalanya pening begitu ia menyadari calon suaminya benar – benar akan menyiksanya dengan cara seperti ini.

Siapa yang tidak tahu Korean Princess Institute? Tempat dimana semua wanita akan diajarkan bagaimana kehidupan putri – putri Korea dahulu kala, bagaimana cara bersikap, berbicara, bertata krama, bahkan cara tersenyum dan cara berjalan pun diajarkan. Yoona terheran – heran mengapa mereka tidak mengajarkan bagaimana cara bernafas ala putri Korea. Bagi keluarga kelas atas terutama para nyonya – nyonya berkantung tebal, melihat sang putri berada disini merupakan suatu kebanggaan—meskipun tentu saja remaja perempuan rata-rata tidak menyukai tempat ini sama sepertinya—karena setelah wanita yang pernah ‘bersekolah’ di Korean Princess Institute akan menjadi wanita kasta tinggi. Belum lagi prestasi Institut ini sudah mencapai dunia International dan diakui dunia sebagai tempat pelatihan wanita paling hebat se-asia.

Dan bagi Im Yoona, ini benar – benar penyiksaan jiwa raganya. Seumur hidup, ia tidak pernah tertarik apalagi berhubungan dengan hal – hal sejenis ini, baginya hal tabu itu sudah biasa ia lakukan dan kesopanan baginya hanya berlaku untuk kalangan tertentu. Namun di tempat ini, semua wanita harus terlihat santun, anggun, dan berkelas.

Tiba – tiba pintu sekolah terbuka dan keluarlah seorang court lady menghampirinya dan membungkuk penuh hormat. Yoona reflek membalas sapaan itu dengan kikuk.

“Selamat datang, nona Im Yoona. Suatu kehormatan bagi kami semua untuk bertemu anda,”

“A—aku…mengapa aku bisa berada disini?”

Kepala dayang itu tersenyum sopan, “Tuan Choi Siwon mempercayakan kami untuk mendidik dan melatih anda.”

“M—mwo? Ch-Choi..Siwon?”

“Choi Siwon….aku benar-benar akan membunuhmu!” pekik Yoona sambil memejamkan matanya pasrah begitu para dayang yang menjemputnya tadi menggiringnya masuk ke dalam.

“Berapa lama aku akan berada disini?”

“Tuan Choi Siwon meminta paket belajar special yang terbaik dan terketat. Anda bisa menyelesaikan semuanya dalam waktu satu minggu, exclude test dan hasil test resmi yang menyatakan anda lulus atau harus mengulang lagi, tepatnya 10 hari kami akan melatih anda, agassi.”

Yoona menganga tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Ia menolak mempercayainya! Belajar selama 10 hari? Jika gagal akan mengulang lagi?

Welcome to living hell, Im Yoona.

**

Jam menunjukkan pukul 12 malam begitu Siwon melangkahkan kakinya memasuki rumah besar keluarga Choi dengan keadaan setengah mabuk. Kemeja putihnya terlihat lusuh dan tetesan alcohol terlihat di bagian tertentu kemejanya, dan yang terburuk adalah bekas lipstick merah yang menempel di kerah kemejanya membuat Nyonya Choi tertegun mendapati kondisi Siwon saat ini, ia merasa bersalah namun tidak tahu harus berbuat apa mengingat putra tirinya ini begitu membenci seisi keluarganya, terutama dirinya.

Pria itu masih bisa menajamkan konsentrasinya dengan baik untuk mencapai kamarnya di lantai dua, ia pun menyadari keberadaan Nyonya Choi yang menunggu kedatangannya dari ujung tangga. Siwon mendengus kesal dan memutar haluannya menuju tangga di sisi kiri, Nyonya Choi tidak menyerah dan ia berjalan dari ujung tangga kanan ke ujung tangga kiri dengan cepat.

Siwon menatap Nyonya Choi jengkel saat wanita itu berhasil sampai disini beberapa detik sebelum ia mencapai anak tangga terakhir, “Mwo?!”

“Ada yang ingin kubicarakan denganmu”

Siwon berdecak sinis, “Kita bisa melakukannya besok. Aku mengantuk, lupakan ini semua.”

“Sebentar lagi kau akan menikah, Choi Siwon. Jaga sikapmu dan hentikan aksi pulang malammu mulai sekarang”

Siwon menyeringai bengis mendengar ibu tiri yang sudah menghancurkan kebahagiaannya terdengar begitu perhatian padanya, tanpa menjawab sedikitpun Siwon melenggang pergi tak peduli dengan ibu tirinya yang menatapnya nanar punggung tegap Siwon yang menjauhinya.

“Bisakah kau menghargaiku? Bagimanapun, suka tidak suka, sekarang aku adalah ibumu, Choi Siwon”

Langkah gontai Choi Siwon terhenti begitu Nyonya Choi mulai membahas ibu kandungnya yang sudah berhasil wanita itu tendang dari rumah ini. Tangannya mengepal sempurna seiring dengan wajahnya yang memerah karena emosi dan didukung oleh asupan alcohol yang beberapa jam lalu ia tenggak bersama wanita malamnya. Ia memutar tubuhnya hingga mata elangnya menatap tajam kearah Nyonya Choi yang kini memancarkan tatapan menyala – nyala.

“Mungkin kau memang istri ayahku saat ini, namun tidak akan ada yang bisa menggantikan Jun Yeon Hee sebagai ibu dalam hidupku, termasuk anda Nyonya Choi Hanna. Mungkin kau sudah puas bisa merebut Choi Kiho kembali padamu, tapi sampai kapanpun…kau tidak akan pernah menjadi ibuku!”

Nyonya Choi hanya menghela nafas mendengar itu semua, ia menatap Siwon dengan tatapan terluka, “Aku tahu suatu kesalahan besar membiarkan ayahmu melakukan itu pada ibumu, tapi dia tidak sengaja melakukan itu. Kau…hanya tidak tahu kenyataan apa yang kami semua hadapi!”

Siwon menyeringai sinis mendengar suara lemah Nyonya Choi mengaum di telinganya, “Maksudmu kenyataan yang tidak disengaja ayahku adalah menikahi ibuku agar ia bisa bersamamu selamanya, begitu?”

Nyonya Choi terbelalak kaget saat Siwon mengatakan hal itu, “Jaga bicaramu, Siwon!”

“Aku yang seharusnya mengatakan kalimat itu! Jangan bertingkah seperti kau tidak tahu hal menimpaku dan ibuku!”

Siwon berjalan perlahan menghampiri Nyonya Choi dengan ekspresi dingin, “Aku melihat ibuku sendiri yang menderita karena hal itu! Aku tidak akan jatuh cinta lagi karena saat mengingat perasaan cinta, aku akan teringat pada cinta ibuku, kekasihku, dan kisah cinta menjijikan antara kau dan ayahku!”

“Choi Siwon!”

“Dan aku…akan membalas dendam pada keluarga ini setelah apa yang kalian lakukan pada ibuku! Camkan apa yang aku katakan padamu sekarang!” ucapnya marah.

Nyonya Choi membulatkan matanya sempurna mendengar nada penuh ancaman serta tegas dalam perkataan Siwon.

To Be Continue

A/N [2016/06/24] : Hallo readers sekalian! Jadi kalian pasti tahu aku vakum selama setahun karena terlalu cape ngadepin para readers yang nuduh FF ini plagiat FF lain. Karena itu aku memutuskan untuk merenung dan memutar otakku untuk tetap melanjutkan cerita FF ini walaupun dengan alur yang harus kuubah. Semoga perubahan yang ada disini berjalan kearah yang lebih baik, dan bagi kalian yang nuduh FF ini plagiat, semoga versi yang baru ini tidak bikin kalian nuduh saya lagi.

See you on the next chapter!<3

 

291 responses to “[FF] Belle in the 21st Century (Chapter 5) – Pre-Wedding

  1. Waahh..terxta ada teka teki lagi..apa ya rahasia yg ingin ditutupi ama appax siwon..ehmmm..makin penasaran..btw..suka bgt moment yoonwonx pas foto prawed..walaupun masi kya tom & jerry..tpi buat Q itu sesuatu bgt

    Like

  2. yw brtengkar mulu tpi lucu ngegemesin dah ssling trtarik stusama lain nich yong eon kasian harus trjebak d skolah

    Like

  3. aduh yw kalo dah brtengkar ngemesesin lucu bnget pdahal dah mulai sling suka dah rrtarik satu sama lain yoong eon kasian hrus trjebak d KPI slama sminggu n knapa wonppa sngat benci ma kluarganya sndiri

    Like

  4. manusia es,choi siwon trnyata sngat mnyayangi ibu.a dan krna kpergian ibu.a dia jdi brubah sperti skrng😦 #sedih
    tapi eon knp siwon benci bgt ma kluarga.a sndiri (kluarga baru.a) trutama ayah.a?

    Like

  5. Pingback: [FF] Belle in the 21st Century (Chapter 9) – Mokpo in Love | kkezzgw·

  6. wow ada rahasia lagi nich.
    mereka saling suka tapi tak mau mengakuinya.
    kereeennnn

    Like

  7. Makin Seru thor Ff nya…
    penasaran sma masa lalu siwon oppa kyk gimana,kenapa bisa wonppa kena kutukan??Apa yg buat ibu kandungnya wonppa meninggal??Kenapa Siwon oppa begitu membenci tn.choi?Kenyataan Apa yg ditutupi tn.choi?Serius penasaran banget aku…Makin rumit nih kyaknya hub keluarga choi ini…
    kira2 rahasia apa lagi y yg akan terkuak nanti??
    lanjut baca ya thor😀

    Like

  8. Pingback: [FF] Belle in the 21st Century (Chapter 10) – Desire | kkezzgw·

  9. Oppa hati” loe entar jatuh cinta sama yoona eonni karna benci dan cinta itu beda tipis.. #hehehehe

    Kutukan??? Kutukan apa??? #penasaran

    Like

  10. Makin seru ini ff jadi makin cinta
    Kyaaa wonpa terpesona sama yoona
    Haha baru sadar klo yoona itu cantik
    Ciiie mulai ada rasa nih yoonwon hihihi
    Next chapter ya

    Like

  11. Hati2 benci bisa berubah cinta
    Tentang kutukkan knp siwon
    Bsa kna kutukan truz knp dia benci
    keluargany

    Like

  12. lucu ih moment yoonwon pas priwed tadi ngegemesin hihihi
    siwon hati hati lho jatuh cinta sama yoona ,,,
    momentnya msih segitu dulu yah..
    siwon knpa ya benci bgt sma ayah dan ibu tirinya, nyimpe bgt dendam, hati udah bener bener keras dan gelap bgt ,
    smoga bisa brubah karna yoona..

    Like

  13. Y00na kayak.a ahli dlm brbagai bidang-akademik / n0n akademik., Apalagi gaun buat pre-wedding.a bikinan dia sendiri,,
    Y00na jg harus extra sabar ngikutin pelatihan gara2 ide Siw0n yg masukin dia ke K0rean Princess Institute .,
    Trnyata Siw0n prcaya jg sama yg nama.a kutukan & mngaitkan.a dngan kematian E0mma kandung.a & Tiffany kekasih.a.,,
    Mlh bilang gk mau jatuh cinta lg.,,
    Hufft, tahan napas ngadepin Siw0n…,

    Like

  14. Berantem mulu c yoonwon.

    Tp benci jadii cinta
    Berharap mereka saling jatuh cinta n bahagia.

    Thor please buat mereka cpt jatuh cinta😀

    Like

  15. siwon ngeri banget sampe ngomong balas dendam gitu :v
    yoonwon saling benci gitu sih tapi pasti bisa saling cinta kan thor😉
    next ^^

    Like

  16. Iyalah yoona itu emang dasarnya cantik dan didandanin ya tambah cantik deh.. Siwon nya aja yg gengsi ngakuinnya.. Duh,, rahasia apa ya yg buat siwon jd begitu sm keluarganya?? Mau cepet2 liat siwon jatuh cinta sm yoona nih..

    Like

  17. Kata2 siwon beneran pedas bgt..,,ngga percaya… Dan kebenaran apa yg ditutupi oleh tn.Choi… Makin penasaran sama nextnya…

    Like

  18. Ommo kira2 ada rahasia apa ya yg di tutupi appa siwon oppa???
    Trs kira2 yoona eonnie bisa gk ya bertahan di sekolah kepribadian princess???
    Next next eonnie

    Like

  19. memangnya kebenaran apa yg ditutupi Appanya siwon ?
    yoona serasa jdi princess yang di jemput sama pangerannya.
    siwon berencana buat yoona jdi feminim? cie cie udh mulau perhatian, biar yoona pake baju feminim ya ?

    Like

  20. Siwon sepertinya salah paham terlalu jauh, dibaca dari percakapan siwon sama ibu tirinya.. Ayahnya emang pernah berbuat salah tapi tidak sefatal yg siwon kira… Bener2 rumit dan kebencian siwon mendarah daging…

    Aku suka moment2 yoonwon wlpn masih sedikit hehehehee

    Ohhh kekasih masa lalu siwon itu fanny, dan dia udh meninggal.. Moga yoona bisa mengembalikan cinta dihati siwon😉

    Like

  21. Pingback: [FF] Belle in the 21st Century [Chapter 11] – My Beauty | kkezzgw·

  22. yoonwon udah ada rasa meskipun dikit n pada g sadar aja..
    sbenarnya tu masa lalu kluarga choi gmna sih??
    kok bisa2nya siwon benci bgt sma ayah kandungnya??
    yoong yg sabar ya dijalani aja dulu smbil mikirin rencana blas dndam perbuatan siwon😀
    moga prnikahan yoonwon brjalan lancar mskipun susah bgt akurnya tpi aq brdoa smoga yoonwon cpet sling mncintai n menginginkan satu sma lain..
    jdi kluarga yg bahagia..
    siwon bisa brubah sifatnya
    dan juga g da kebencian antar kluarga…

    Like

  23. Sebenernya di keluarga choi ada kutukan apa sih sampe siwon percaya gitu 😕😕 terus jadi pengen liat deh potho pre wednya yoonwon heheheh itu pun klo ada wah kasian banger ya yoona bakal di ajarab tatakrama klo gak lulus dalam 10 nhari harus ngulang ya ampun ceritanta makin kesini makin seru aja

    Like

  24. Apa yg sebenarnya terjadi di keluarga siwon, masih banyak pertanyaan yg menyangkut masalalu dikeluarga choi?. Apa anak dari tn.jung itu tiffany andwee biarkan y0onwon bahagia

    Like

  25. Please ini rasa cinta siwon koq kagak muncul”
    Hayati pan jd gregetan sendiri bang kkkkk

    buat siwon brtekuk lutut ma yoona kalo bisa sampe glesotan sekalian😀
    gw udah gak sbar liat gmna nantiny klo siwon bner” jtuh cinta ke yoona

    Like

  26. Siwon dingin tapi itu memiliki sebab.. Karna ibunya🙂

    Haha mulai ada getaran-getaran cinta yeh?😀 aisss ku bilang apa, cinta dtang secara diam diam wkwkwkwk

    Omona Siwon kau berniat balas dendam sma calon istrimu eoh?
    Hahahaha

    Izin baca next chapter😉

    Like

  27. haelah kenapa rasa cintanya siwon oppa ga muncul muncul..
    tapi sebenernya kutukan apa sih yang terjadi di keluarga choi, tapi menurut hayati sikap siwon oppa yang dingin itu karena ibunya(?)

    Like

Give me your LOVE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s