[FF] Belle in the 21st Century (Chapter 7) – Siwon Friends’ Advice

belle-7-by-kkezzgw-yoonwon

Belle in the 21st Century – Siwon’s Friends Advice

kkezzgw storyline

Main Cast: SNSD’s Yoona, SJ’s Siwon

Other Cast: more than 12~

belle-cast-yoonwon

Genre: Romance, Marriage Life, Family

Rated: General

BELLE IN THE 21ST CENTURY: CHAPTER 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | …

Facebook Twitter: ELF SONE RANDOM Blog: keziagw wonkyoonjung Ask.fm

Disclaimer: FF ini terinspirasi dan di adaptasi dari series Disney Princess ‘Beauty and the Beast’ (1991) yang akan diterjemahkan menjadi versi abad 21 dengan berbagai perombakan yang tetap berhubungan dengan cerita aslinya. Series pertama dari Disney Princess di abad 21 versi kkezzgw ini dimulai dari. FF ini sudah dibuat dalam berbagai versi. Mohon maaf untuk kesamaan cerita, alur, karakter, adegan, nama, maupun typo.

———————————————————-

 

—Cerita dalam chapter ini telah diperbaharui pada 24 Juni 2016. Reader baru maupun lama disarankan untuk membaca lagi untuk menghilangkan kebingungan di chapter-chapter berikutnya—

*

*

*

Suasana pagi terlihat cerah ketika matahari memancarkan sinarnya dari timur dunia, pohon-pohon rindang dengan daun-daun hijaunya yang masih basah oleh embun semalam. Tampak riang berceloteh sekelompok burung pipit yang terbang, melompat dan hinggap di dahan ranting pohon.

Keluarga besar Choi sudah memadati meja bulat di cafetaria Takjong Hotel saat Siwon dan Yoona sampai di kafetaria itu masih dengan mode menjaga-jarak-dari-hama satu sama lain, suasana canggung diantara mereka tertutup oleh perasaan dongkol Yoona yang merasa tubuhnya terasa remuk karena ia tidak menyadari semalam ia terjatuh dan berakhir di lantai marmer kamarnya yang dingin, sedangkan pria bodoh yang kini menjadi suaminya terlihat tenang dan santai karena berhasil menguasai ranjang.

Hyung, noona!”

Mereka semua menoleh kearah Siwon dan Yoona seraya melemparkan senyum bahagia yang tidak ditutup – tutupi sama sekali. Siwon mendengus sinis seraya mendudukan tubuhnya disamping Sooyoung yang tampak tak peduli, sedangkan Yoona hanya tersenyum santun menanggapi ajakan Nyonya Choi untuk duduk di sisinya.

Makan pagi di tempat semewah ini ternyata tidak menyurutkan tingkat kedinginan diantara keluarga Choi. Pupil mata gadis itu sibuk mengamati seluruh anggota keluarga Choi sambil mengulum garpunya.

“Bagaimana malam kalian? Menyenangkan?” tanya Nyonya Choi mencairkan suasana di meja itu dengan nada menggoda.

Siwon mendengus sinis, “Oh, tentu saja. Sangat-sangat menyenangkan” ujarnya sakratis.

Aniya emmonim, bukan seperti itu—“ bantah Yoona saat seluruh mata menatapnya dengan tatapan berbeda.

“Tidak perlu malu pada kami, Yoona-ya. Ah, aku tidak sabar menimang seorang cicit,”

Sontak perkataan Nenek Choi membuat seisi meja tertawa. Mereka pun kembali menyantap sarapan mereka sambil berbincang singkat.

“Kami punya hadiah untuk kalian”

Kalimat itu sontak membuat Siwon dan Yoona mendongakan kepalanya dan menatap Nyonya Choi dengan tatapan penasaran bercampur takut. Nyonya Choi mengeluarkan sebuah amplop putih dan mendorongnya keatas meja, membiarkan pasangan baru itu menerka apa isi dari amplop itu.

“Ini apa emmonim?” Yoona bertanya sambil mengambil dan membuka amplop itu. Gadis itu masih tak mengerti dengan apa yang terjadi sampai akhirnya ia menahan nafas saat jemarinya mengeluarkan dua lembar tiket pesawat dengan destinasi yang sanggup membuatnya nyaris pingsan.

Siwon yang sudah penasaran langsung mengambil alih tiket itu dan ikut terdiam di tempatnya. Pria itu mulai menyadari apa maksud dari semua ini, sontak ia langsung menatap kearah keluarganya dengan kesal.

“Bagaimana? Apa kalian suka? Kami sengaja memesan tiket yang bisa dipakai kapan saja mengingat jadwal kerja Siwon benar – benar padat tahun ini.”

Siwon langsung menaruh amplop itu dengan gerakan sangat halus, pria itu berusaha keras untuk menahan amarah yang menusuknya mengingat ada neneknya disini. Diliriknya Yoona yang masih tampak tak percaya dengan apa yang mereka dapat.

“Terimakasih untuk perhatian kalian, tapi kami tidak butuh ini

“KAMI MEMBUTUHKANNYA!”

Siwon langsung menoleh dan menatap Yoona dengan tatapan membunuh. Sebenarnya apa yang diinginkan gadis desa ini?

A-ani, maksudku—“

Tuan Choi tersenyum mengejek, “Sudah kubilang istrimu pasti membutuhkannya”

Siwon mengeram tertahan sambil melirik Yoona gemas. Astaga, ia pasti akan memaki gadis itu habis – habisan jika tak ada neneknya disini. Sedangkan Yoona terlihat gelagapan dan serba salah, ia sangat ingin pergi kesana namun sepertinya tidak akan pernah terjadi tanpa Siwon.

“Kami tidak akan pergi kemana – mana” putus Siwon sarat akan emosi.

Nenek Choi tampak bingung melihat cucunya saat ini, karena itu Tuan Choi segera mengalihkan perhatiannya, “Okay, sepertinya pengantin baru ini harus menunda bulan madu mereka. Aku baru ingat Siwon harus menandatangani beberapa proposal dan mempelajari beberapa proyek mengingat sebentar lagi ia akan menggantikan posisiku,”

Siwon menenggak airnya hingga tandas acuh tak acuh sedangkan Yoona hanya terdiam di tempatnya dengan ekspresi seolah kehilangan uang sejuta dollar secara cuma – cuma, matanya mengerjap sambil memperhatikan pergerakan amplop putih yang kini berada di tangan pria es itu.

Yoona mengepalkan tangannya kuat – kuat sambil melirik Siwon yang ternyata sedang memperhatikannya dengan tatapan setengah menyesal—walaupun Yoona tahu dengan jelas pria kutub utara itu hanya berakting. Keduanya saling melempar penuh kebencian dan kekesalan.

Dan seluruh keluarga Choi hanya berusaha menutup mata seolah tak menyadari hal itu, walaupun Tuan Choi terpaksa harus berdeham pelan untuk menghentikan ‘perdebatan’ keduanya.

“Sebenarnya…kami memiliki kejutan lain, yang sudah kau tunggu – tunggu Siwon-ah.”

**

Oh my!”

Koper – koper itu berjatuhan tak tentu arah ketika sang pemilik menghempaskannya begitu saja ke lantai. Namun Yoona tidak peduli, saat ini ia hanya ingin berlari dan menabrak dinding kaca yang melapisi seluruh tempat tinggal barunya ini. Gadis itu bahkan masih tidak percaya jika ia akan tinggal di sebuah penthouse mewah di tengah ibukota.

“Apa tidak ada yang lebih sederhana dan kecil dari ini?”

Siwon mendengus sinis mendnegarnya, “Bisakah kau hanya menikmatinya? Kau juga tampak senang”

Yoona menggaruk kepalanya kikuk, “Memang, tapi kurasa ini terlalu mewah untuk kita berdua”

Penthouse ini sebenarnya sudah disiapkan sejak lama oleh nenek Siwon untuk cucu kesayangannya ini, bahkan sebelum apartement ini selesai dibangun, nenek Siwon segera menyuruh Tuan Choi untuk menginvestasikan uang perusahaan hanya untuk penthouse ini. Siwon mati-matian menahan perasaan ingin berteriak kegirangan saat mendengar kabar gembira itu, namun syarat yang diajukan keluarganya membuatnya merasa kesal dan berbalik tidak peduli dengan hadiah ini.

Siwon harus menikah terlebih dahulu untuk menginjakan kakinya disini.

Hah, yang benar saja. Siwon benar – benar muak mendengar kata pernikahan.

Siwon baru dua kali datang kesini, yaitu seminggu yang lalu untuk mengecek tempat dan menyiapkan barang – barang pribadinya dan hari ini, hari pertama Siwon berstatus menjadi suami wanita udik ini.

“Astaga, benarkah aku akan tinggal disini?”

Tanpa Yoona sadari, sang suami memandanginya dari kejauhan dengan senyum tipis yang bahkan tak disadari oleh pengukir senyum itu sendiri. Siwon tidak dapat mengelak perasaan geli yang menyelimuti hatinya melihat Yoona terlihat seperti anak kecil yang gembira bisa mendapat playground sebagus dan semewah ini. Pupil mata Siwon bergerak mengikuti Yoona yang sedang mengamati tempat tinggal mereka.

Penthouse dua lantai seharga $1 juta atau setara dengan 13 miliar rupiah  itu didominasi oleh warna putih, hitam, dan silver yang sangat menggambarkan sosok Choi Siwon. Dua buah anak tangga adalah hal pertama yang mereka lihat saat membuka pintu apartement ini dan kedua mata mereka langsung melihat dinding kaca yang melukiskan indahnya pemandangan kota dari ketinggian dengan tirai berwarna putih susu yang memadat di sudut ruangan. Terdapat beberapa sofa kulit panjang berwarna putih dan coffe table berwarna hitam yang menghiasi ruang tamu, dibelakangnya terdapat deretan tempat penyimpanan vas serta guci mahal dalam setiap sekat, beberapa patung – patung timah berbentuk kuda atau prajurit turun menghiasi. Buku – buku tentang bisnis sampai fashion berderet lengkap di rak buku yang berada di belakang sofa itu. Sebuah TV 80” berdiri gagah tepat di depan sofa dengan perlengkapan home theatre mewah melengkapinya. Siwon tersenyum gembira melihat mini bar serta dua lemari kaca untuk meletakan wine serta champagne dan beberap gelas crystal yang berada di dekat jendela, oh tentu saja dia harus ada di rumah seorang Choi Siwon. Sebuah grand piano berwarna hitam menyendiri di pojok ruangan. Dinding penthouse yang diberi wallpaper putih bercorak bunga – bunga perak dan hitam dihiasi foto – foto keluarga Siwon dan tentu saja yang terbesar adalah foto pernikahan keduanya yang lebih mirip poster film pembunuhan dibanding foto menjurus kearah ‘kebahagiaan’ atau ‘pasangan ideal’.

Siwon mendengus cuek lalu mulai menaiki tangga menuju lantai dua dengan ukuran yang lebih kecil. Seperti yang ia duga, lantai dua didesain untuk tempat beristirahat. Terdapat empat kamar tidur dengan satu kamar utama yang diambil alih oleh Siwon, sedangkan kamar Yoona tepat berada di sebelah kamar Siwon dengan ukuran yang lebih kecil. Di seberang kamar keduanya terdapat dua kamar tamu yang belum sempat Siwon sambangi sekalipun.

Sejauh ini, ia jatuh cinta dengan penthousenya dan ia harus berterimakasih pada sang nenek yang sudah memberikannya secara cuma-cuma.

“Woah daebak!”

Siwon langsung menoleh kearah sumber suara itu dan mendapati tubuh mungil Yoona sedang berjingkrak dan berjongkok secara terus menerus, sepertinya gadis itu sedang menikmati keindahan dapur penthouse mereka.

Daebak, bahkan bahan makanan dan perlengkapan masak benar – benar lengkap. Apa aku sedang ikut Master Chef?” desahnya riang.

Dan Yoona memang tidak pernah menyadari jika senyumnya itu mampu menghipnotis siapapun yang melihatnya, bahkan sanggup mencairkan kedinginan hati Siwon yang sudah terlalu lama membeku di dalam sana.

 

YoonWon's Penthouse<3

YoonWon’s Penthouse<3

.

.

“Aku tidak akan menyewa pengurus rumah ataupun koki di rumah ini, jadi kaulah yang bertanggung jawab membersihkan rumah ini. Dan aku mau setiap aku pulang, rumah sudah bersih terutama di bagian mini bar

Yoona sibuk mencibir suaminya dari belakang saat keduanya—lebih tepatnya Yoona—selesai membereskan lantai satu menuju lantai dua, tempat kamar mereka berada. Pria itu berbicara layaknya bos besar yang menyuruh pelayannya bekerja tanpa henti, dan tanpa diberitahu pun Yoona akan membereskan rumah ini sebaik mungkin.

“Dan satu hal lagi,” Siwon berbalik dan langsung mendapati muka mencela Yoona namun pria itu tidak begitu peduli, “Jangan pernah menyentuh wine-ku, okay?”

Yoona hanya menatap suaminya datar—karena ia tidak bisa berjanji untuk hal itu. Kini ia justru memandangi keseluruhan lantai dua penthouse ini, terlihat lebih minimalis namun tetap memancarkan sisi elegan walaupun tidak se-mencolok lantai satu. Matanya langsung disuguhkan sebuah pintu kaca saat kakinya menginjak anak tangga teratas, gadis itu mengerjap tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Bahkan penthouse ini memiliki private pool sendiri.

“Apa itu kolam renang?” tanya Yoona dengan nada tak percaya.

Siwon mengangguk acuh tak acuh, “Sudah tahu mengapa harus bertanya?” tukasnya sinis.

Yoona menggeleng pening memikirkan kekayaan keluarga Choi yang notabanenya akan ia nikmati nanti, dengan langkah pelan ia kembali mengikuti Siwon yang sepertinya sudah malas berdekatan dengannya dan sudah tidak sabar menunjukkan kamarnya, terlihat dari gelagatnya yang terus membuang nafas sambil melirik Yoona kesal.

“Kita tidur di kamar terpisah, ‘kan?”

Siwon melirik Yoona sekilas seolah mengatakan ‘tentu-saja-bodoh-aku-tidak-sudi-berbagi-ranjang-lagi-denganmu’ pada gadis yang kini sedang sibuk mengangkat koper – kopernya dengan nafas tersenggal tanpa sekalipun berniat untuk membantu istrinya.

penthouse-yoonwon

YoonWon’s Penthouse<3

 

“Pertanyaanmu lebih mirip sebuah ajakan untuk tidur di kamar yang sama.” goda Siwon yang langsung mendapat hadiah pukulan di lengannya.

YAK! Kau ini kenapa?” bentak Siwon kesal dengan wajah menyeramkan.

Yoona melipat tangannya di depan dada sambil memicingkan mata kerah Siwon tajam, “Jika kau berani masuk selangkah saja ke kamarku, aku akan menghabisimu!” cecar Yoona menunjuk – nunjuk wajah suaminya dengan telunjuknya lalu berlalu dengan koper – kopernya masuk ke dalam kamar.

Siwon hanya tercengang untuk kesekian kalinya saat melihat Yoona kembali mendiktenya dan bahkan berani mengancamnya. Seumur hidupnya, tidak ada yang pernah berani melakukan hal itu padanya, bahkan ayahnya terkadang secara tak sadar menaruh rasa segan padanya.

Tapi, bagaimana gadis desa itu bisa melakukannya dan seorang Choi Siwon tak dapat melawannya?

.

.

Yoona setengah berlari menuju lantai satu saat melihat jam di kamarnya menunjukkan pukul delapan pagi. Sial, ia ketiduran! Sebelumnya ia hanya berniat memejamkan mata sejenak sebelum kembali membereskan kamarnya yang walaupun sudah cukup rapi namun ada beberapa barang pribadinya yang sepertinya baru dikirim hari ini, ia hanya tidak menyangka akan terus tertidur hingga pagi menjelang.

Ia bergegas menuju dapur, mengeluarkan beberapa bahan makanan sederhana dan perlengkapan memasaknya nyaris dalam hitungan detik. Sesekali Yoona melirik kearah anak tangga lalu kearah pintu kamar Siwon yang masih tertutup rapat. Sepertinya mereka sama-sama pingsan kelelahan.

Yoona mengeluarkan keju mozarela, daging asap, butter, dan sebutir telur untuk sarapan Siwon. Sudah tidak ada waktu baginya untuk memasak makanan mengenyangkan dan lebih sehat dari ini, yang terpenting sekarang perut pria itu terisi. Walaupun Siwon membencinya, namun sebagai istri ia harus tetap memenuhi kebutuhan pria es itu dengan menyiapkan makanan yang baik untuk kesehatannya.

Roti panggang itu akhirnya tersedia di meja makan dan Yoona cukup bangga dapat menyelesaikannya dengan cukup baik. Gadis itu berniat membangunkan suaminya tepat ketika sosok itu muncul dengan pakaian kerjanya yang membuatnya terlihat jauh lebih tua dari yang seharusnya. Pria itu masih sibuk memasang dasinya tanpa menyadari kehadiran Yoona.

“Oh kkamjakiya!”

Siwon nyaris memekik melihat Yoona ada tepat di depannya, dan ia baru ingat gadis ini akan tinggal bersamanya, selamanya. Fakta yang membuat kepalanya pening saat membayangkan betapa menderitanya ia nanti.

“Kau akan berangkat kerja, kan?”

“Maaf aku tidak membangunkanmu, aku juga terlambat.”

“Mungkin aku akan pulang cepat hari ini, apa kau ingin kubuatkan makan malam?”

Yoona sudah berusaha untuk menjadi istri yang baik baginya, namun Siwon sama sekali tak bergeming dengan apapun yang istrnya katakan, ia justru sibuk mengurus dasinya tanpa merasa perlu repot meladeni istrinya. Dan sepertinya Yoona sudah bersiap mendapatkan hal itu sehingga gadis itu hanya mengangkat bahunya cuek lalu bergerak cepat menuju ruang makan.

Saat Yoona berniat untuk mengambil masakannya dari meja makan, suara pintu apartement tertutup membuat semangat Yoona luntur seketika. Siwon pergi dengan sikap dingin dan terang-terangan memusuhinya. Bahu gadis itu melemas seiring dengan hembusan nafas ringan yang keluar dari mulutnya, entah sampai kapan ia dapat merubah sikap buruk suaminya itu. Ia hanya bermaksud untuk melakukan hal yang seharusnya ia lakukan, sekalipun ia membenci pria itu.

Yoona tersenyum masam sambil menatap roti panggang yang terlihat begitu menggiurkan untuk disantap, terlebih keju mozarela yang meleleh dibawah permukaan hangatnya roti yang mengintip malu – malu dari celah – celah yang ada. Hanya orang bodoh seperti Choi Siwon yang menolak ini.

“Sepertinya aku yang harus menghabiskannya seorang diri” ucap Yoona pelan. Gadis itu mendudukan dirinya di salah satu kursi meja makan dan mulai menyantap roti itu ditemani seberkas sinar matahari yang terasa hangat menerpa kulit putihnya.

**

Pelataran Universitas Kyunghee terlihat lebih lenggang dari yang seharusnya terjadi, angin musim gugur bertiup menerpa kulit Yoona yang terasa akan membeku detik berikutnya. Ia merapatkan jaketnya seraya memasang earphone dan memilih playlist lagu terbaru miliknya, menikmati suasana sore hari yang terasa begitu sejuk dan hangat dengan sunset di ufuk barat yang begitu memanjakan mata.

“Im Yoona-ssi?”

Yoona nyaris terperanjat dan mengeluarkan kemampuan bela dirinya jika tidak melihat dengan jelas siapa pria tampan yang sedang berdiri di hadapannya dengan senyum lembut nan menawan, wajah pria ini tidak asing dan otak minimalis Yoona berusaha mengingat kapan dan dimana tepatnya ia pernah melihat pria ini.

“Kau tidak mungkin melupakanku ‘kan? Aku Lee Donghae, sahabat suamimu!”

Yoona tertawa canggung sambil mengangguk kecil, “Ya, tentu saja aku ingat.” Ucap Yoona skeptis.

Donghae tersenyum riang, “Senang rasanya kau masih mengingatku! Oh iya, bisakah kita berbincang sebentar? Ada yang ingin kusampaikan padamu”

.

.

“Americano Coffee dan—“

“Caramel Macchiato”

“Dan Strawberry Cheese Cake”

Setelah mendapatkan pesanan mereka, Donghae mengajak Yoona untuk bersantai di sudut café mewah ini. Pria itu memutuskan untuk duduk di meja yang sekelilingnya lebih sepi dari yang lainnya, terlihat sekali Donghae membutuhkan privasi yang lebih—entah untuk alasan apa.

“Bagaimana kabarmu, Nyonya Choi?”

Wanita itu mengernyit aneh mendengar marganya kini sudah berubah, terlebih entah karena ia sedikit sensitif atau memang namanya tidak coock digabungkan dengan pria kutub utara itu?
“Hmm..ya, tentu saja baik. Tidak pernah sebaik hari ini” ujar Yoona asal sambil memakan cheese cake-nya.

Donghae tersenyum geli mendengarnya, “Baguslah kalau begitu, kukira Siwon sudah membunuhmu kemarin malam”

Yoona tertawa hambar mendengarnya, sungguh apa perlu Choi Siwon menjadi topik pembicaraan mereka saat ini. Atau memang ini topiknya?

Donghae menatap Yoona dengan tatapan jenaka melihat gadis itu terlihat kelaparan dan mungkin saja sanggup menelan piring tak bersalah itu. “Kau pasti kelaparan, maaf karena aku hanya mengajakmu ke cafe”

Gwaenchana, menurutku ini sudah berlebihan untukku.”

Donghae mengangkat bahunya acuh tak acuh, “Aku hanya tidak ingin kau kelaparan seperti suamimu sehari – harinya di kantor. Kau tahu? Your husband is the real work-aholic man, bahkan ia sering tidak makan seharian penuh dan jika ia sadar ia pasti hanya memesan kopi.”

Ternyata tebakan Yoona tentang hal itu memang benar. Sebenarnya Yoona sudah menduganya sejak pertama kali ia melihat Siwon di rumahnya. Tubuh pria itu memang terbentuk dan terlihat sexy, namun entah mengapa ia dapat melihat sisi tidak sehat dari tubuh atletis itu.

“Jadi dia sering lupa makan?”

“Lebih tepatnya dia menyibukkan diri, berusaha menghindari dunia dan sekelilingnya sebaik mungkin dengan mendekam di ruang kerjanya. Ia tidak pernah terlambat, bahkan cenderung datang terlalu pagi dan pulang terlalu larut. Aku benar – benar tidak mengerti jalan pikirannya”

Yoona mendesah pelan, rekaan kejadian tadi pagi kembali terputar di benaknya. Gadis itu menggigit bibir bawahnya ragu lalu menatap Donghae yang ternyata juga menatapnya, seakan meminta tanggapan.

“Sebenarnya tadi pagi aku membuatkannya sarapan—“

Binar kebahagiaan di mata Donghae langsung terpancar, bahkan pria itu langsung menatap Yoona penuh harap, “Jinjjayo? La-lalu bagaimana? Apa ia memakannya? Bagaimana tanggapannya?”

Yoona menatap Donghae sekilas sebelum membuang nafasnya kasar, “Tidak, bahkan ia langsung pergi meninggalkanku begitu saja.”

Donghae kembali menelan pil kecewa itu, namun tak ada yang lebih membuatnya terenyuh selain ekspresi terluka yang terpancar jelas di wajah Yoona. Gadis itu terlihat terluka dari sisi manapun, Donghae tahu Yoona sudah berusaha yang terbaik—bahkan di hari pertama gadis itu berstatus sebagai Nyonya Choi Siwon.

“Kami sangat mendukungmu, Yoona-ssi

Yoona mendongak dan menatap Donghae lurus, pria itu juga menatapnya dengan senyum hangatnya—yang cukup berdampak besar untuk Yoona, “Bahkan kami sudah siap membantumu!” ujar Donghae lalu mengeluarkan sebuah map berwarna merah dan meletakannya diatas meja, mendorongnya kearah Yoona yang masih tidak mengerti, “Bukalah, itu untukmu”

Yoona mengerjap sebelum meraih map itu dan membukanya perlahan, matanya sedikit membulat saat membaca isi dari map itu namun perasaan lega dan senang menyelimuti hatinya, Donghae kembali tersenyum melihatnya, “Itu jadwal kerjanya selama setahun kedepan. Kau tenang saja, aku mendapatkannya dari sekretarisnya langsung. Kuharap itu dapat membantumu”

Yoona tersenyum manis kearah Donghae, “Gomawo, Donghae-ssi.”

Donghae mengibaskan tangan di depan wajah Yoona seraya tertawa pelan, “Tidak perlu berterimakasih. Seharusnya kamilah yang melakukannya. Kami semua mendukung dan mengharapkanmu, kami ingin uri Siwon kembali dan sepertinya hanya kau yang dapat mengubahnya.”

Sedangkan Yoona kembali terpaku di tempatnya saat mendengar permintaan itu kembali terucap. Ini memang bukan pertama kalinya orang – orang di sekitar Siwon berkata dan mengharapkan hal itu padanya, namun debaran jantung serta kekacauan pikiran tetap menyelimuti raganya saat tugas berat itu kembali dilimpahkan padanya, seperti vonis yang tak akan pernah berubah.

Donghae melirik jam tangannya dan mendesah senang, ia langsung menatap Yoona semangat. “Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu”

“Huh? Nugu?”

**

“Oh, Yoona-ssi, wasseoyo!”

Annyeong haseyo, Leeteuk-ssi

Leeteuk bangkit dari kursi kebesarannya dan langsung mempersilahkan Yoona untuk duduk di sofa ruang kerjanya. Gadis itu bergerak kikuk dibawah tatapan geli Leeteuk, “Aku sudah menunggu kedatanganmu sejak tadi, namun sepertinya Lee Donghae terlalu banyak bicara. Ia memang terlalu cerewet untuk ukuran pria”

Yoona hanya tertawa tipis mendengarnya, dalam hati ia menyetujui perkataan Leeteuk terhadap sahabatnya. “Donghae-ssi mengatakan kau ingin bertemu denganku, ada apa Leeteuk-ssi?”

Leeteuk membenarkannya, “Ne, memang ada hal yang ingin kusampaikan. Oh ya, aku akan menyuruh seseorang untuk membawakanmu teh dan garlic bread.”

“Tidak perlu Leeteuk-ssi,  tadi aku baru saja makan dengan Donghae-ssi

Leeteuk mengibaskan tangannya di depan wajah Yoona sembari menelpon seseorang dari sana, “Gwaenchana, aku terbiasa menghidangkan tamuku dengan makanan”

Tak perlu menunggu lama bagi Yoona dan Leeteuk untuk mendapatkan hidangan mereka, seorang bawahan Leeteuk segera menghidangkannya di coffee table ruangan itu dan berlalu pergi setelah tugasnya selesai, kembali menyisakan keduanya yang terlihat masih tidak berniat membuka mulut.

“Makan dan minumlah dulu, aku akan mengambil sesuatu untukmu”

Leeteuk bangkit berdiri dan berjalan menuju nakas yang ada di sudut ruangannya, sedangkan Yoona terpaksa memakan roti dan teh itu sambil memperhatikan aktifitas Leeteuk di tempatnya. Leeteuk segera berjalan kearah Yoona sambil tersenyum lebar dengan sebuah map berwarna biru di tangannya. Yoona mengernyitkan dahi, apa lagi ini?

Leeteuk mengulurkan map itu kearah Yoona yang masih terpaku memandangi objek itu secara seksama, “Ini untukmu, anggap saja ini hadiah pernikahan dariku. Dan kau harus berterimakasih sebanyak – banyaknya setelah ini.” gurau Leeteuk.

Yoona meletakan cangkir tehnya, membuka map biru itu dan membacanya dengan seksama, sebuah lengkungan manis mulai terbentuk di wajah Yoona, binar kebahagiaan yang membuat Leeteuk ikut tersenyum lega, “Kami merangkum semua hal – hal yang Siwon sukai dan benci, bahkan kebiasaan – kebiasaan kecil yang tidak diketahui siapapun”

Yoona tertawa saat membaca beberap poin di kertas itu, “Kalian terlihat seperti seorang stalker

Keduanya tertawa bersama setelahnya, kecanggungan itu mulai luntur diantara keduanya. Berbeda dengan Yoona dan Donghae, sejujurnya ini pertama kalinya bagi keduanya untuk bertatap muka secara langsung dan bahkan harus berbincang seperti ini.

“Siwon memiliki beberapa kebiasaan aneh, salah satunya ia suka sekali memakan kentang dengan ice cream, atau nasi dengan mentega. Dan ia sering sekali salah membedakan yang mana shampoo dan sabun, dia benar – benar kacau dalam hal itu.”

Jinjjayo? Apa kau pernah melihatnya langsung?”

Leeteuk mengangguk, “Dangyeonhaji! Dulu ia sering mengajak kami melakukan hal – hal aneh bersamanya, dan bahkan ia selalu antusias untuk melakukan apapun. Namun lihatlah sekarang, ia lebih mirip mayat hidup dengan tingkat keangkuhan setinggi gunung Everest, sifat lembutnya sudah terlalu lama terkubur dalam dirinya, semenjak kematian ibunya.”

Yoona merengut sedih mendengarnya, ia sudah sering mendengar tentang kepribadian Siwon yang berubah semenjak kematian ibunya, entah mengapa keinginan untuk mengembalikan sifat Siwon seperti semula semakin merajai pikiran Yoona.

“Harus ada sosok yang dapat menjangkau hatinya, kami sudah melakukan segala cara untuk mengembalikan jiwanya, namun kami sadar itu bukan kemampuan kami, karena ada satu hal yang tak dapat kami berikan padanya, yaitu cinta dalam artian yang lain. Karena itu, kami sangat berharap dengan kehadiranmu di hidup Siwon, kau dapat merubahnya kembali seperti semula, apapun caranya kami akan mendukungmu”

Kali ini Yoona jauh lebih bingung dan takut mendengar permintaan Leeteuk. Siwon mencintainya? Gadis itu menggelengkan kepalanya sangat pelan, jelas ia tidak menyetujui gagasan itu. Ia tidak berharap ada perasaan lebih diantara mereka, posisinya disini hanyalah mengembalikan Siwon seperti dulu, dan jika sampai pria itu—suaminya sendiri—mencintainya, ia tidak akan menjamin hidup Siwon akan bahagia.

Bagaimana jika pria itu tahu tentang kebenaran dari pernikahan ini?

“Kau bisa melakukannya ‘kan?”

Manik mata Yoona bertemu dengan tatapan berharap Leeteuk, gadis itu hanya diam karena tak tahu harus menjawab apa. Leeteuk tertawa kecil melihatnya, “Aku tahu kau pasti bisa. Dan sepertinya kau harus menemui seseorang lagi setelah ini.”

“Lagi?”

**

Yoona duduk di sebuah lorong rumah sakit sambil sesekali memainkan ponselnya, aroma obat – obatan begitu tercium dan sejujurnya Yoona kurang nyaman akan hal ini, namun ia harus bertahan demi menjaga kesopanan orang yang sedang melakukan praktek di laboratorium rumah sakit terkemuka ini. Ia sesekali mendesah lelah karena orang yang sejak tadi ia tunggu tak kunjung menampakan batang hidungnya, ia sudah menunggu hampir satu jam lamanya dengan daya energi baterai ponsel yang mulai sekarat.

“Maaf menunggu lama, Yoona-ssi

Gadis itu langsung mendongak dan reflek berdiri mendengar suara datar seorang pria dengan baju—atau mungkin jubah—ala rumah sakit berwarna putih mulai berjalan mendekatinya dengan wajah datar dan terkesan dingin, kesan ramah hanya ditunjukan pria itu saat ia menyapa Yoona diawal dan rasa gugup serta tegang tanpa permisi kembali menghampiri Yoona.

Jadi ini seperti inilah sosok Cho Kyuhyun, ternyata jauh lebih ‘menyeramkan’ dari yang ia duga.

Gwaenchana, Kyuhyun-ssi. Kau sedang membuat penelitian baru, itu wajar”

Kyuhyun mengangkat bahunya acuh tak acuh, “Begitulah. Ayo ke ruanganku”

Mereka berdua berjalan beriringan tanpa ada yang berniat untuk mengajak berbicara atau bahkan sekadar berbasa – basi seperti ketika Yoona menghadapi Donghae dan Leeteuk. Dalam hati Yoona menggerutu sendiri, jadi ada yang lebih dingin dan kaku dibanding Choi Siwon.

“Duduklah Yoona-ssi” ujar Kyuhyun masih dengan nada datar dan Yoona pun tanpa berpikir dua kali langsung mengikuti perintah Kyuhyun.

Kyuhyun melepas jubah putih kebangaannya beserta kacamata yang bertengger di hidungnya, kini wajah tampannya semakin terpancar walaupun kesan dingin tetap menempel sempurna disana. Kini Yoona bertanya – tanya apa ekspresi itu natural atau Kyuhyun juga memiliki masalah yang sama dengan suaminya?

“Leeteuk-ssi menyuruhku kesini, ia bilang ada yang ingin kau bicarakan denganku”

Kyuhyun mengangguk pelan, “Ya, ini tentang suamimu. Sama seperti kedua temanku yang lain, mereka pasti sudah memberitahumu sesuatu tentang Choi Siwon, bukan?”

Yoona mengangguk pelan, pupil matanya kini fokus memperhatikan Kyuhyun yang sedang mengambil sesuatu dari laci mejanya, beberapa detik kemudian sebuah amplop putih berukuran besar berada di hadapannya.

“Aku mungkin tidak bisa memberikan apa yang temanku lain berikan, untuk membantumu tapi aku punya ini.”

“Apa ini?” tanya Yoona sambil meraih amplop yang diberikan padanya.

“Ini hasil medical check up Siwon lima minggu yang lalu.”

“Medical Check Up?” Yoona segera membuka amplop itu dan memperhatikannya secara seksama, walaupun ia tidak mengerti tentang ilmu kedokteran, setidaknya ada beberapa hal yang dimengertinya.

“Apa Siwon menderita maag kronis?” tanya Yoona masih memperhatikan laporan itu cermat.

Kyuhyun mengulum senyum tipis mendengarnya, sepertinya gadis ini cukup pintar. “Majayo, dia mengalami masalah pada lambungnya sejak beberapa tahun terakhir karena lambungnya kerap kali kosong atau sekedar meminum kopi dan langsung diterpa alkohol hampir setiap malamnya.  Ia juga kekurangan vitamin dan sistem imun tubuhnya mulai kacau, dari hal ini bisa dikatakan tubuhnya sudah tidak terlalu sehat untuk ukuran pria dewasa.”

“Dan ia juga tidak mau sarapan”

Kyuhyun mengangkat alisnya heran, namun beberapa detik kemudian ia mendesah pasrah, “Sudah kuduga, ia tidak mungkin mau memasukan sesuatu ke dalam lambungnya untuk dicerna. Geu namja jinjja!”

Yoona tertawa kecil mendengar umpatan halus Kyuhyun. Well, setidaknya pria itu terlihat lebih ‘hidup’ saat ini dan Yoona tahu Kyuhyun juga menyayangi Siwon sama seperti yang lainnya, walaupun ia terkesan pendiam dan dingin, “Apa aku harus selalu memasak sayur untuknya?”

Kyuhyun menggeleng tak setuju, “Jangan, dia benci sayuran. Kalau bisa kau mengolah sayur itu agar terlihat menggiurkan. Sepertinya kau ahli memasak, kau pasti bisa melakukannya.” puji Kyuhyun—masih dengan ekspresi dan nada datar.

Yoona mengangguk, “Aku bisa melakukannya.”

“Pastikan kau mengikuti makanan apa saja yang tertulis disana, terutama bagian konsumsi”

“Aku mengerti. Gomawo Kyuhyun-ssi atas sarannya”

Kyuhyun hanya mengangguk kecil dengan senyuman tipis yang bahkan susah terdeteksi eksistensinya, “Tentu, jika ada yang ingin kau tanyakan tentang isi dari laporan itu, kau bisa menghubungiku disini”

Yoona mengambil kartu nama itu dan langsung membungkuk pamit untuk pulang, “Sekali lagi terimakasih Kyuhyun-ssi, apa setelah ini aku harus bertemu dengan Hyukjae-ssi?” tanya Yoona yang sepertinya sudah dapat membaca situasi.

Kyuhyun tertawa kecil sebelum menganggukan kepalanya, “Ya, kau tahu kan dia dimana sekarang?”

“Tentu saja, aku pernah bekerja disana”

Kyuhyun mengangguk pelan, “Geurae, kau bisa pergi menemuinya sekarang”

Gomawo Kyuhyun-ssi” Yoona membungkuk sekali lagi sebelum beranjak dari tempatnya.

“Yoona-ssi!”

Yoona berbalik menghadap Kyuhyun lagi saat mendengar panggilan pria itu padanya. Kyuhyun menatapnya intens sebelum benar – benar membuka mulutnya, “Aku—ani, kami mengandalkanmu.”

Dan Yoona bisa merasakan beban di pundaknya semakin memberat.

**

Omo mianhae!”

Kedua orang di ruangan itu langsung menghentikan aktifitas mereka saat Yoona masuk dan bahkan nyaris memekik kaget. Yoona kembali merasa canggung, siapapun wanita yang ada di pangkuan Hyukjae saat ini pasti salah satu mantan rekan kerjanya dulu, dan ia merasa menjadi seorang penganggu yang menginterupsi kegiatan keduanya.

“Ah akhirnya kau datang, Yoona-ya! Masuklah!”

Yoona menggaruk kepalanya yang tak gatal lalu masuk ke dalam ruangan Hyukjae. Suasananya masih sama seperti saat pertama kali ia menginjakan kakinya disini—dan tentu saja aroma seks begitu tercium. Ia sama sekali tidak terkejut saat melihat siapa yang berada di pangkuan Hyukjae saat ini.

“Astaga Yoona, aku sudah lama aku tidak melihatmu!”

“Saejin-ah” sapa Yoona sambil tersenyum kaku.

Hyukjae tersenyum ramah kearah Yoona sebelum membisikan sesuatu ke telinga Saejin, wanita itu tertawa malu lalu bangkit dari pangkuan Hyukjae. “Tonight, baby.”

I’m yours~” ucap Saejin dengan nada menggoda sebelum melambai kearah keduanya dan menghilang seiring dengan suara pintu yang tertutup.

“Sepertinya kedatanganku menganggu kegiatan kalian”

Hyukjae tertawa santai lalu bangkit dari kursinya, menghampiri Yoona yang sudah mendudukan dirinya di sofa ruangan Hyukjae tanpa harus menunggu pria itu menyuruhnya, setidaknya ia sudah cukup mengenal Hyukjae dengan baik untuk melakukan itu, terlebih Hyukjae tidak akan mempermasalahkan hal remeh seperti ini, dan ia juga bisa sedikit relaks dibanding sebelumnya.

“Tidak juga, sebenarnya aku memanggilnya untuk menunggumu. Biar kutebak alasanmu datang terlambat, Lee Donghae yang terlalu banyak bicara, Leeteuk yang menunggu pesanan makanan, dan Kyuhyun sibuk berkutat cantik di laboratorium rumah sakitnya?”

Yoona tidak perlu kaget jika Hyukjae sudah hafal betul perilaku sahabat – sahabatnya, karena itu ia hanya mengangguk mengiyakan hal itu, “Apa ada sesuatu tentang Siwon yang juga ingin kau beritahu padaku?”

“Ah benar,” desah Hyukjae sambil menepuk tangannya sekali, “Tentu saja aku akan memberitahumu sesuatu  tentangnya. Tapi apa yang akan kukatakan sedikit berbeda dengan tiga temanku yang lainnya.”

Yoona mengernyit heran melihat perubahan raut wajah Hyukjae yang sebelumnya ceria kini berubah sedikit lebih sendu, “Memang apa yang ingin kau katakan padaku?” tanya Yoona ragu dan penasaran.

Hyukjae memerintahkan Yoona mendekat kearahnya, pria itu berbisik pelan di telinga Yoona, “Dia sangat suka melihat wanita dengan lingerie merah..”

Mata Yoona terbelalak sempurna seiring dengan tawa keras Hyukjae yang memenuhi ruangan. Dengan wajah memerah kesal, Yoona memukul lengan Hyukjae dongkol, “Yak Lee Hyukjae~!”

Hyukjae tertawa kencang sampai wajahnya memerah menahan geli, “Astaga Yoona, kau ini polos sekali…seharusnya kau lihat wajahmu sekarang, tidak ada bedanya dengan tomat!”

“Jadi kau memanggilku kesini hanya untuk memberi tahu tentang itu?”

“Hei, itu hal terpenting yang harus kau tahu!”

Yoona memasang wajah datar, “Aku pergi,”

“Yak yak yak tunggu! Kau ini tidak bisa bercanda sama sekali,” gerutu Hyukjae, “Baiklah kali ini aku serius, ini salah satu hal terpenting mengenai Siwon. Ini…tentang ibunya.”

Tubuh Yoona menegang seketika. Ditatapnya Hyukjae yang balas menatapnya dengan ekspresi sendu dan penuh kesungguhan. Yoona berdeham sekilas saat merasakan tenggorokannya tercekat, “Me-mengapa kau ingin memberitahuku tentang ibunya?”

“Karena hanya sosok ibunya-lah yang dapat membuatmu merubah Siwon, Yoona-ah. Siwon…sangat mencintai ibunya, lebih dari segalanya.”

Yoona seakan bisa membaca kepedihan kisah seorang Choi Siwon hanya dari sosok sahabatnya—yang bahkan sangat tidak cocok untuk beredih ria seperti sekarang. Terjadi keheningan sesaat diantara keduanya sampai akhirnya Hyukjae berdeham singkat untuk mencairkan suasana itu, “Sejujurnya aku tidak tahu harus memulainya darimana, jadi lebih baik aku menjelaskan dari awal mengapa mereka menyuruhku yang memberitahumu tentang ini.”

Yoona memperhatikan Hyukjae yang sepertinya sedang mengumpulkan kekuatan dengan seksama. Pria itu…terlihat berbeda dari Hyukjae yang biasanya Yoona lihat.

“Kau tahu bukan sejak dulu Jaekyo Group sudah menjadi perusahaan raksaksa di kacamata international?” Yoona mengangguk, “Karena itulah banyak perusahaan yang sakit hati dan bahkan berhasil diambil alih oleh Jaekyo Group hingga tak bersisa, meluluh lantakan lawan bisnis mereka bukanlah hal yang baru untuk Jaekyo Group. Banyak pemilik perusahaan yang bunuh diri atau bahkan mengalami gangguan jiwa karena kasus ini. Namun ada beberapa dari mereka bersekongkol untuk menjatuhkan Jaekyo Group dengan membunuh ’putra mahkota’ Jaekyo Group, yaitu suamimu.”

“Apa pernah terjadi sesuatu padanya?”

Hyukjae tersenyum sinis, “Bukan hanya pernah, tapi hal seperti itu seakan sudah menjadi santapan umum bagi Siwon saat masih kecil. Ia beberapa kali diculik oleh para saingan Jaekyo Group, namun ia berusaha kuat dan tidak pernah mengambil pusing hal itu mengingat ayah dan ibunya selalu berhasil menemukannya dengan selamat. Hajiman…penculikan kali ini juga melibatkan ibunya.”

Yoona terperanjat di tempat mendengarnya, deru nafasnya terasa memberat entah karena alasan apa. Gadis itu menelan salivanya susah payah sebelum membuka suara, “Ba-bagaimana ceritanya?”

Hyukjae menghembuskan nafasnya pelan, “Saat itu kami—aku dan Siwon—sedang bermain bersama di halaman rumahnya, aku memutuskan untuk beristirahat dan pergi ke toilet sedangkan Siwon tetap disana bermain bola sendirian sambil menungguku. Sungguh aku benar – benar tidak tahu apa yang terjadi hingga Siwon dan Yeonhee ahjumma bisa berada di dalam mobil hitam itu. A-aku melihat Siwon meronta meminta pertolongan begitupun dengan ahjumma. Saat itu aku hanya berpikir untuk melarikan diri dan mencari pertolongan.”

Hyukjae menarik nafas dalam – dalam, terlihat jelas ia merasa sakit menceritakan cerita ini pada Yoona yang kini juga diam membatu, “Dua hari kemudian, Siwon dan ibunya berhasil ditemukan dengan keadaan yang tidak baik, ahjumma kritis terkena luka tembak di dekat jantungnya. Setelah berjuang melawan kematian selama nyaris sembilan jam, Yeonhee ahjumma pun menghembuskan nafas terakhirnya tepat di depan Siwon sendiri.”

Yoona yang shock reflek menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya. Ia tidak menyangka kisah tragis seperti itu terjadi pada suaminya sendiri, bahkan setitik air mata mulai terlihat di pelupuk mata Hyukjae sekarang, “Dan karena kejadian itulah Siwon mulai menutup diri dan jauh lebih pendiam, ia seakan mengubur sifat aslinya karena masalah ini. Hanya saja saat itu masih ada wanita lain yang selalu menghibur dan bersamanya, mungkin karena itulah ia masih bisa bertahan hidup”

Perasaan nyeri itu kembali datang menyelimtui relung hati Yoona. Ini sudah kedua kalinya ia mendengar tentang ‘wanita Siwon’ dari orang – orang terdekat suaminya. Yoona menatap Hyukjae dalam, “A-apa wanita itu kekasihnya?”

Anggukan kepala Hyukjae menjawab sudah, hati gadis itu kembali mencelos untuk kesekian kalinya. Ia pun tidak mengerti mengapa ia merasa terganggu dan ingin tahu tentang sosok wanita yang sepertinya begitu berarti bagi Siwon dan bahkan sampai sekarang pun belum dapat pria itu lupakan.

“Siapa wanita itu?”

“Namanya Hwang—“ Hyukjae baru saja ingin menyebutkannya, namun suara dering ponselnya memecah keinginan itu. Hyukjae bangkit berdiri sambil meraih ponselnya yang ia letakan di meja kerjanya, “Yeoboseyo? ….Ne eommoni? ….Astaga aku hampir lupa, mianhae! ….Arasseo aku akan segera menjemputmu ….hmm love you too!”

Hyukjae langsung menatap Yoona yang masih berada di tempatnya dengan tenang. Yoona yang dapat membaca situasi pun segera berdiri lalu tersenyum canggung, “Aku harus pulang sekarang”

Hyukjae mengangguk, “Geurae, apa kau mau kuantar?”

“Tidak perlu, Hyukjae-ssi. Aku sudah terbiasa pulang malam sendirian.”

Hyukjae tertawa tipis seraya mengangguk kecil, “Baiklah, hati – hati Yoona-ah! Aku akan menceritakan secara detail di lain kesempatan, dan jika ada yang ingin kau tanyakan seputar Choi Siwon, kau bisa menghubungi kami semua. Arasseo?”

Yoona mengangguk lalu membungkuk sopan sebelum berbalik untuk meninggalkan ruangan Choi Hyukjae, “Annyeong Hyukjae-ssi!”

“Yoona-ya!”

Yoona memutar kepalanya kearah belakang mendengar panggilan Hyukjae lagi, “Ne?”

“Semoga beruntung! Aku yakin kau bisa menaklukannya, kaulah sosok yang selama ini kami tunggu untuk datang ke kehidupan sahabat kami. Karena itu, kami mengandalkanmu!”

**

Malam itu bulan bersinar terang, pancaran lembutnya menerpa kulit wajah Yoona dibawah gemerlapnya bintang – bintang, angin musim gugur terasa semakin menusuk seiring beranjaknya malam. Sepanjang perjalanan menuju apartementnya, Yoona lebih banyak melamun sambil merenungkan segala yang terjadi padanya hari ini. Dimulai dari ia yang bangun terlambat dan berusaha keras membuat sarapan untuk Siwon, harinya di kampus yang sempat membuatnya risih karena nyaris semua orang memperhatikannya, dan semua hal yang dilakukan oleh teman – teman Siwon.

Sungguh, kepalanya terasa pening dan yang dipikirkannya saat ini ia hanya ingin beristirahat sambil memikirkan hal apa saja yang harus ia lakukan untuk mengubah Siwon kembali seperti dulu. Ia sadar, tugas yang diberikan olehnya kali ini sangat sulit untuk ia lakukan, terlebih ia tidak boleh berbagi permasalahan ini pada siapapun. Ini baru hari pertamanya menyandang nama ‘Choi’ di depan namanya, lalu bagaimana selanjutnya? Terlebih pria itu membencinya dan Yoona sadar akan hal itu.

Karena itulah ia tidak tahu harus berbuat apa untuk mengubah Siwon tanpa melibatkan perasaannya sendiri. Namun sepertinya terlambat, ada sesuatu dalam hatinya yang tergerak untuk melalui hal lebih dengan Siwon, seperti menjalin hubungan suami-istri pada umumnya atau bahkan hanya sekadar menjadi teman. Ada perasaan aneh saat Siwon menatap matanya dan detik itu juga ia menyadari sebuah fakta baru yang dibenci sekaligus disukainya sendiri.

Ia ingin mencintai dan dicintai oleh Choi Siwon.

Semua memang terlihat sederhana, Yoona hanya ingin kedua hal itu benar – benar terjadi dalam kehidupan pernikahannya ini. Terlebih orang – orang di sekitar mereka mendukung hal itu agar terjadi secepatnya.

“Aku rasa putraku bisa kembali seperti dulu jika memiliki seorang istri dengan sifat keras sepertimu—setidaknya sikap dan sifatnya harus kuperbaiki sesuai standard  untuk calon CEO Jaekyo Group di masa mendatang”

“Kami mengandalkanmu, Im Yoona. Kami percaya kau bisa mengubahnya seperti dulu lagi, dan kami sangat menunggu hari itu datang. Yakinkan dirimu dan kabulkanlah permintaan kecil kami semua, Yoona-ah.”

“Aku harap kau bisa menjalani ini semua dengan baik, Yoona-ah. Setidaknya kau harus melakukan segala cara untuk mengubah anak itu”

“Kami semua mendukung dan mengharapkanmu, kami ingin uri Siwon kembali dan sepertinya hanya kau yang dapat mengubahnya.”

“Harus ada sosok yang dapat menjangkau hatinya, kami sudah melakukan segala cara untuk mengembalikan jiwanya, namun kami sadar itu bukan kemampuan kami, karena ada satu hal yang tak dapat kami berikan padanya, yaitu cinta dalam artian yang lain. Karena itu, kami sangat berharap dengan kehadiranmu di hidup Siwon, kau dapat merubahnya kembali seperti semula, apapun caranya kami akan mendukungmu”

“Aku—ani, kami mengandalkanmu.”

“Semoga beruntung! Aku yakin kau bisa menaklukannya, kaulah sosok yang selama ini kami tunggu untuk datang ke kehidupan sahabat kami. Karena itu, kami mengandalkanmu!”

Yoona mengulum senyum tipis mengingat kalimat penyemangat yang dilontarkan oleh orang – orang di sekitarnya, ia merasa kekuatannya terkumpul untuk melakukan hal itu dengan baik. Ia tidak mau mengecewakan mereka semua dan ia harus bertanggung jawab untuk ‘tugas’ ini.

Tepat saat pintu lift terbuka, daya semangat Yoona yang sebelumnya terasa menggebu seakan menguap begitu saja melihat sepasang pria dan wanita yang sangat ia kenali bermesraan di dalam lift apartement ini. Yoona masih terpaku di tempatnya tak tahu harus berbuat sampai manik mata keduanya bertemu.

Bola mata sang pria menunjukan raut terkejut dan setitik rasa bersalah memang terlihat, pria itu memang menghentiukan aksinya namun itu tidak membuat lawannya mengikuti jejaknya. Wanita yang bersamanya masih sibuk bermain sampai ia menyadari tubuh ‘pasangannya’ terasa kaku dan tidak melanjutkan permainan mereka. Barulah detik berikutnya wanita itu sadar dan langsung menoleh ke belakang.

Omo!” Wanita itu segera menjauhkan tangannya yang bergerak nakal di tubuh pria itu dan terlihat salah tingkah akibat tatapan penuh intimidasi yang diberikan Yoona padanya. Tidak hanya sang wanita, pria yang berada di sampingnya pun terlihat serba salah ingin melakukan apapun, ia berusaha keras menghindari kontak mata dengan Im Yoona.

“Maafkan aku jika aku menganggu kegiatan kalian, tapi bisakah kalian selesaikan semuanya diluar karena kalian tidak mungkin berbagi keintiman di depanku, bukan?”

Tanpa banyak bicara, keduanya berjalan pelan keluar dari lift seiring dengan langkah kaki Yoona yang mulai memasuki lift dengan ekspresi kaku dan tidak bersahabat. Yoona dan sang pria saling menatap dalam sebelum pintu lift memecahkan pandangan mereka.

Detik pertama setelah pintu lift tertutup, Yoona segera menyandarkan tubuhnya di dinding lift sambil berusaha untuk menenangkan pikirannya yang terasa kacau beberapa menit yang lalu. Berapa kalipun ia mencoba untuk fokus pada tugas yang memang harus ia jalani dalam pernikahan ini, namun sesak didalam dadanya tetap saja membuncah. Dengan sebelah tangannya ia membekap mulutnya sendiri, meredam isak tangisnya yang memalukan. Yoona bahkan tidak tahu mengapa rasanya ia ingin menangis seperti ini.

Hanya karena seorang Choi Siwon.

“Untuk urusan perceraian, kalian pasti akan melewatinya, kau tenang saja. Sudahlah cepat tanda tangani surat itu!”

“Karena tidak selamanya…kau bisa melakukannya.”

Dan Im Yoona pun baru teringat perkataan memilukan dari kedua orang yang memberikannya tugas untuk pertama kalinya. Bagaimana mungkin ia berharap lebih?

Neo jinjja baboya, Im Yoona! Jinjja babo!” rutuknya sambilm tertawa lirih.

Setelah melihat apa yang terjadi sebelumnya di dalam lift ini, tanpa Yoona sadari ia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak akan pernah mencintai Siwon dan semua yang ia lakukan pada Siwon semata – mata hanyalah untuk membuatnya berubah seperti dulu.

Geurae Yoona-ah, ini tidak seperti kau tidak tahu apapun tentang hal ini, jangan terluka karena hal yang tidak seharusnya.”

 

 

“Your task is not to seek for love, but merely to seek and find all the barriers within him that you have to against it.”

 

TO BE CONTINUE

A/N [2016/06/24] : Hallo readers sekalian! Jadi kalian pasti tahu aku vakum selama setahun karena terlalu cape ngadepin para readers yang nuduh FF ini plagiat FF lain. Karena itu aku memutuskan untuk merenung dan memutar otakku untuk tetap melanjutkan cerita FF ini walaupun dengan alur yang harus kuubah. Semoga perubahan yang ada disini berjalan kearah yang lebih baik, dan bagi kalian yang nuduh FF ini plagiat, semoga versi yang baru ini tidak bikin kalian nuduh saya lagi.

Annyeong! Akhirnya author bisa post FF juga-_- maafkan kelambatan author yg satu ini ya, serius deh udah berusaha sebaik mungkin buat nyolong2 waktu buat bikin FF tapi tugas sama ulangan numpuk terus, ini pun kelar karena lagi dapet perselangan libur yang ganti-ganti hari ituloh, ada yang ngalamin juga? Kkk~

Okay jadi gimana menurut kalian part yg ini? Disini aku sengaja fokusin dulu kearah Yoona dibanding Siwon dan masih less YoonWon moment ya karena emang begitulah alurnya, part ini prolog kehidupan pernikahan mereka sebenrnya, tapi di part selanjutnya ((menurutku)) bakal lumayan banyak dan ada beberapa hal dari diri Yoona yang dia tunjukan ke Siwon wkwkk

Dan untuk part selanjutnya, author bakal usahain cepet kelar ya, berhubung kakak kelas 12 lagi pada ujian terus jadi kayaknya yg kelas 11 bakal kebagian libur terus lol

Kalo ada yang mau kalian tanyain seputar FF ini, kalian bisa contact aku di ask.fm ku dan no bash! Yg bash akan saya block. KLIK DISINI

Begini ya readers, maaf kalo menurut kalian saya itu anti-Yoona dsbnya dan tulisan saya itu jelek, gak sebagus author2 diluar sana. Sekali lagi saya minta maaf, saya bikin FF itu gak dipaksa dan gak dibayar, saya cuma mau berbagi kesenangan sama kalian. Saya suka nulis dan saya ingin berbagi imajinasi saya. Jadi bagi kalian yang tidak suka, jangan baca FF saya dibanding bash saya, situ dosa saya jg dosa dong?🙂

FF INI DIBIKIN 3 VERSI = YOONWON, MYUNZY, DAN MYUNGYEON. Maaf bila ada kesalahan nama, thankyou^^

See you on the next chapter!

292 responses to “[FF] Belle in the 21st Century (Chapter 7) – Siwon Friends’ Advice

  1. ikut sedih bacanya si yoona uni dicuekin wonppa pdhal dia udah masakin. kasian yoona uni ngejalanin tgas berat ngerubah wonppa ky dulu lagi,.

    Like

  2. Beban yoona berat benner dah..kasihan..smoga aja siwon yg jatuh cinta deluan yah..Q tunggu moment manis mereka

    Like

  3. kasian yoong eon beban nya mkin berat krna janji yg d buat dngan keempat oppadeul tuk mrubah wonppa jdi orng baik sperti dlu d tmbah spertinya yoong eon dah mulai suka ma wonppa krna mrasakan sakit hati tmbah berat kn tugasnya kalo dah pke hati kasian bnget mna wonppa sikapnya msih dngin n mlah asyik brcumbu mlu ma cwek lain tega bnget brharap wonppa ys dluan jatuh cinta ma yoong eon n kalo bisa buat wonppa cemburu agar tmbah seru hehe

    Like

  4. omo! tugas yoona berat bgt y? semua temen.a siwon cuma ngandelin yoona buat ngrubah sifat siwon ksemula………….Okay,semangat y yoona eonni😀

    Like

  5. Pingback: [FF] Belle in the 21st Century (Chapter 9) – Mokpo in Love | kkezzgw·

  6. beban yoona tambah berat tapi semoga yoona bisa lewatin itu semua
    semangat tiba eonni

    Like

  7. SERU thorr…d chapt ini semua rahasia sedikit sudh mulai d ketahui😀 *apalah2

    Semua orang yg berada di sekitar siwon oppa mengandalkan yoong eonni untuk merubah sifat&sikap wonppa seperti dulu,,
    Melihat masa lalu wonppa miris bangt ya,,kasian aku jadinya…Semoga yoong eonni bener2 bisa ngerubh sifat & sikap wonppa kyk dulu lgi
    Lanjut baca ya thor…

    Like

  8. Pingback: [FF] Belle in the 21st Century (Chapter 10) – Desire | kkezzgw·

  9. Haduhh kasian amaat yoonaa .. smogaa orn ngandelin diaa untuk bisaa merubah siwon … huuftttt smntaraa siwon msih suka main wanitaa . Yaa wlopun kyaknya siwon mulai agak brubaha sedikitt .

    Like

  10. ahhh penthouse nya bagus sekalii….
    aduhh pasti yoona pusing bgt harus drmana mulai merubah siwon..
    yoona figthing..semoga sukses dan berhasill…
    temen2 siwon baik2 yaa, pd mau ikut berpartisipasi meyumbangkan sumbangsih demi perubahan yg lebih baik dr siwon..

    Like

  11. Aduh aduh kasian banget yoona eonni..
    Wonppa tega banget gg bisa apa harga apa yang sudah di lakukan yoona eonn

    Bangga banget ama temen nya wonppa mau bantu yoona eonni buat ngebalikin sikap wonppa seperti yng dulu

    Like

  12. Siwon jaht bnget sih gak
    Ngerhgai yoona
    Beruntung tmn2 siwon mau bantu
    Yoona utuk ngrubah sifat siwon mdah2an
    Siwon berubah

    Like

  13. Wow author ceritanya makin rumit
    Sekuat apapun yoona untuk tidak melibatkan perasaan dalam hubungannya dengan siwon tetep bakal ga bisa
    Author akan kah kelak janji yg di lontarkan yoona tanpa sadar akan jd bumerang kelak di hubungan yoonwon moga aja tidak…
    Moga siwon berubah dan bisa mencintai yoona layaknua seorang istri
    Next chapter selanjutnyaaa

    Like

  14. siwon jahat bgt -,- ngga menghargai sarapan yg dibuat yoona, beban yg akan dirangkul yoona pun juga makin berat, banyak bgt pesan pesan dari teman2 dan keluarga siwon biar bisa rubah siwon lagi,,, pesan yg penuh dgn harapan..
    yoona udah semangat tuh termotivasi dari tmn2 siwon tapi seketika digantikan rasa sakit karna ulah siwon sama perempuan centil pengganggu itu ,
    sakit bgt ih jadi yoona , campur aduk deh yaa ,
    mangat yaa yoona eonni, pasti bisa.. mangat jga buat author🙂 .

    Like

  15. Siwon oppa jahat bingitt kacian yoona,
    Semoga siwon cepet berubah.

    Necp chpt d tnggu Thor.
    Smangat

    Like

  16. siwon jahattt udah ngecuekin yoona trus bawa cewe kerumah juga >.<
    untung sahabat2 siwon ngedukung yoona
    next

    Like

  17. Ahhh siwon… Kecewa banget sm dia.. Kasihan yoona… Tp maklum si, kan dia emang suka main cewe.. Aku yakin yoona bisa bikin siwon cinta sm dia.. Udh ada tanda2nya kok..

    Like

  18. Ahh kasian ya yoona eonnie
    Beban yg dia tanggung berat bgt
    Ahh pokok ya makin penasaran sama kelanjutan hubungan yoona eonnie and siwon oppa
    Next next eonnie

    Like

  19. udah capek” buat malah ga dimakan ga mengahargai nih siwon .
    seneng deh sahabat siwon dukung yoona.
    kasian yoona makin tambah beban , mudah”an Appa siwon baik” ya sama yoona .

    Like

  20. Pingback: [FF] Belle in the 21st Century [Chapter 11] – My Beauty | kkezzgw·

  21. Semua mendukung yoona dan yoona merasa terbebani, dan apalagi krna kemunculan rasa lain dihatinya buat siwon dimana dia punya perjanjian sama tuan choi..ohh itu sangat amat menyiksa😦

    Like

  22. sahabat2 siwon dukung yoona ya..
    smua orang brgantung keyoona untuk prubahan sifatnya siwon..
    mskipun yoonwon moment blom ada tpi seneng deh siwonnya udah punya rasa ke yoona mskipun dikit
    sbnernya yoonwon udah sling trtarik kan?
    tpi mereka g sabar..
    cuma mentingin ego buat balas dendam..
    tpi klo langsung suka juga g seru sih sru yg gini..
    soalnya aku suka yg benci jdi cinta gitu..

    Like

  23. Bagus banget temen” siwon buat kado pernikahannya dan mereka juga mendukung semoga aja ceritanya nggak sad ending ya huhuh tapi kasian banget tadi yoong liat siapa di lift jangan” siwon sama sunny waaah kan kasian banget baru aja menikah udah di bikin sakit hati banget oke next chapter nya fighthing

    Like

  24. Jadi author buat versi myungzy ,daebakkk nae suka thor ditgu ya.
    Makin penasaran sama kelanjutan cerita author yg luar biasa jjang ini, apa yg akan dilakukan yo0na untuk mengubah siwon?

    Like

  25. Oh gak kebayang gimana perasaan Yoona.. Semua orang bergantung padanya untuk mengembalikan sifat baik Siwon.. Tapi yang pada akhirnya perceraian akan menderanya.. Gak kebayang ngerubah orang yang bahkan setelah dirubah dia bakalan dilupakan -_-

    Izin baca next chapternya thor🙂

    Like

  26. lama lama kasian sama yoona eonni yang ga di anggap!
    apalagi nanti udah ngerubah sikap siwon oppa yang dingin dan arogan tapi ujung ujungnya percerai’anlah yang menanti!

    Like

  27. Kasihan yoona , bebannya tambah berat😦
    Wonppa jahat amat sih ampe ga pernah anggep yoona

    Yang sabar buat yoona eonni🙂

    Next chap thor😀
    Fighthing

    Like

  28. Kasihan sama yoonanya kayaknya dia udah mulai suka sama siwon n dia udah semangat buat ngubah siwon kyk dulu lagi tapi malah lihat siwon sama ceweknye bermesraan di depannya.. gak nyangka ternyata temen”nya siwon perhatian bgt sama siwon sampe mau bantuin yoona biar siwon kyk dulu lagi..

    Like

Give me your LOVE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s