[Vignette] Woman Transformation

zhoutoria

Woman Transformation

 kkezzgw storyline&art

Main Cast: f(x)’s Victoria, SJM’s Zhoumi

Genre: Romance, Fluff

Rated: PG-13

Facebook: Kezia Gabriella Winoto|| Twitter: @keziasiwon@yoonakrystal@kkezzgw || Blog:  keziagw.wordpress.comkageweyoonwon.tumblr.com

Disclaimer: This fanfiction is inspirated by Cheon Song Yi and Do Min Joon’s character. This story is mine, please don’t do plagiarism. Sorry for the similarity of story ideas and undetected typo(s).

————————————————

Surai rambutnya yang berwarna hitam pekat dengan sedikit gelombang di ujung bawahnya menambah kesan sexy dan elegant pada sosok wanita yang sekarang sedang sibuk menata rambutnya di depan kaca, kacamata hitam Gucci terlihat menawan jika dikenakan oleh wanita berperawakan langsing dan tinggi ini. Cut-out structured dress perpaduan dark blue dan abu-abu yang dirancang oleh Carven serta Suede heels berwarna hitam membuat wanita ini jelas dikategorikan sebagai wanita kelas atas. Make up yang sedikit tebal tak membuat wanita itu terlihat berlebihan, justru kesan sexy semakin terpancar karena bibirnya yang dihiasi oleh lipstick berwarna classic red yang menggoda. Ia kembali menata rambutnya sebelum berjalan kearah kasir dengan hasil ‘buruannya’. Tak bisa dipungkiri gadis ini memiliki sifat shopaholic yang sudah terbentuk sejak kecil mengingat statusnya sebagai anak dari Perdana Menteri China-Korea Selatan yang dilimpahi harta kekayaan.

Wanita itu kembali menggesek credit card unlimited miliknya yang entah sudah berapa kali ia gesekkan hari ini. Kedua tangannya sibuk membawa kantung – kantung belanjanya sambil menghampiri seorang pria yang sekarang sibuk dengan ponsel layar touch-screennya, belum lagi earphone yang menggantung sempurna di telinganya membuat ia tidak menyadari kehadiran wanita itu.

Mr. Chu~ ibsul wie Chu~ dalkomhage Chu~ onmome nan himi pullyeo

Wanita itu kembali jengah mendengar senandung ria yang keluar dari bibir kekasihnya yang masih belum menyadari kehadirannya, dengan wajah memerah ia pun melepas paksa earphone putih itu lalu menatap pria itu geram, “OPPA!” pekiknya keras.

Seperti biasa, pria itu kembali mengusap tengkuknya yang tak gatal sambil menatap kekasihnya, “Chagi, kau sudah selesai?”

Wanita itu hanya diam lalu berjalan ke luar, tak mempedulikan kekasihnya yang sibuk mengejarnya, “Berikan padaku!” kata kekasihnya sambil mencoba mengambil kantong – kantong belanja yang dibawa olehnya.

“Huh tidak perlu! Terus saja menatap A-Pink sampai matamu keluar, oppa!” katanya sinis tanpa menatap kekasihnya.

Pria itu tersenyum usil lalu merangkul bahu kekasihnya, “Aigoo, kekasihku galak sekali. Aku kan hanya mencari dunia sendiri sambil menunggumu shopping, Victoria-ya.” Katanya sambil membela diri.

Victoria Song—wanita glamour yang memiliki takar kecantikan diatas normal—itu kembali memajukan bibirnya, pria itu tahu kekasihnya mulai sedikit luluh oleh penjelasannya yang memang sesuai fakta, “Sudahlah jangan bahas itu lagi. Membuatku kesal saja!” gerutu Victoria membuat pria itu tertawa.

Mereka kembali melanjutkan acara kencan mereka seperti semula, sesekali mata Victoria melirik etalase baju yang ada di mall itu sambil berbincang dengan kekasihnya. Perburuan yang sudah dilakukan selama berjam-jam membuat Victoria sedikit lapar, ia pun menatap kekasihnya kembali dengan wajah imutnya, “Zhoumi oppa, bagaimana kalau kita makan Sopapilla Cheesecake? Aku ingin mencuci mulut dengan dessert itu!” kata Victoria terdengar semangat pada kekasihnya.

Zhoumi—kekasih Victoria yang memiliki perusahaan industri tersukses di China dan Korea itu—mengernyitkan dahinya, “Kenapa kita tidak mencoba Patbingsu saja? Bukankah tidak kalah enaknya? Selain itu terlihat lebih menggiurkan, kita bisa naik bus ke daerah Cheongdamdong!” Saran Zhoumi.

Victoria memandang kekasihnya dengan tatapan tak percaya, seakan kekasihnya sudah kehilangan kewarasannya moodnya kembali turun drastis, “Jangna nae? Hah dwaseo! Lebih baik kita pulang saja! Aku sudah tidak ada mood untuk melakukan apapun!” gerutu Victoria sambil meninggalkan Zhoumi yang kembali merutuki dirinya yang tidak peka akan sifat kekasihnya yang memang childish dan egois.

Zhoumi dan Victoria—bisa dibilang kisah cinta ini mirip antara Putri dan Pangeran yang bertemu di pesta dansa—pasangan yang bertemu saat pesta pergantian tahun yang diselenggarakan oleh negara khusus untuk petinggi negara ataupun para konglongmerat yang ikut membangun negeri, disitulah mereka bertemu. Memang terdengar konyol, karena awal pertemuan mereka tidaklah baik. Zhoumi tak sengaja menumpahkan cocktail ke dress Victoria.

Saat pertama kali bertemu, Zhoumi sudah tahu bahwa seperti itulah sifat wanita ini—sakratis, egois, childish, dan tentunya shopaholic—tapi entah mengapa semenjak kejadian itu ada ketertarikan yang tercipta sendiri di dalam hatinya. Siapa sangka sebuah pertemuan yang diawali insiden memalukan bagi kedua pihak berakhir manis dengan hari jadi pada tanggal 8 Agustus 2012?

Sifat mereka memang benar – benar berbeda, Victoria dengan gaya bossy, fashionable, dan tentunya childish bertemu dengan sosok pria seperti Zhoumi yang mapan, dewasa, dan penyabar. Sekalipun sifat kekasihnya yang bisa di kategorikan ‘jelek’ oleh orang awam, tapi Zhoumi benar – benar mencintai kekasihnya itu.

.

.

Victoria sibuk memainkan iPadnya sambil sesekali menganga lebar begitu melihat apa yang sedang ia perhatikan sejak ia sampai di rumah dengan puluhan kantung belanja. Ia sibuk mendesah kasar saat apa yang dia lihat—menurut selera fashionnya—sangat tidak sesuai dengan fashionnya selama ini, old fashioned.

Ia pun membaringkan tubuh langsingnya keatas ranjang sambil bergumam sendiri, sekelibat bayangan percakapan dengan kekasihnya di mobil tadi membuatnya semakin bingung harus melakukan apa.

Tak lama, ia bangkit dari tidurnya sambil mengepalkan tangannya, “Apa yang perlu kau ragukan lag, Victoria? Kau harus melakukannya! Ya, harus!” katanya dengan semangat yang menggebu-gebu lalu memulai perburuannya di internet.

Ia tersenyum saat melihat model baju yang menurutnya best of the best yang terpampang di layar iPadnya seakan mengundang Victoria untuk segera membelinya, “Aigoo, yeppoda!”

Gadis itu kembali mencari catalog – catalog fashion sejenis baju itu, sesekali ia tersenyum atau bahkan mengomentari dengan sinis baju yang menurutnya sangat aneh.

“Aku harus melakukannya demi Zhoumi oppa!”

**

Seorang pria jangkung dengan perawakan menawan seperti biasanya menunggu sang wanita dengan earphone yang tergantung di kedua lubang telinganya. Sesekali ia melirik kearah tangga yang menjadi pengubung antara tempat ia duduk sekarang dengan tempat pribadi wanitanya. Ia sudah terbiasa menunggu Victoria berdandan atau memilih baju-bajunya yang biasanya hanya ia pakai 1 sampai 2 kali, ia sudah terbiasa dengan perilaku kekasihnya itu.

“Zhoumi oppa!”

Merasa namanya dipanggil, ia pun menoleh kearah sumber suara. Zhoumi mengedipkan matanya berulang kali sambil menganga melihat siapa yang ada di hadapannya sekarang. Tentu saja itu Victoria. Tapi tunggu, ini bukan Victoria. Zhoumi seakan melihat wanita lain di hadapannya.

Wanita itu memakai sweater berwarna pink pastel yang dipadukan dengan pleated skirt berwarna putih susu serta shoulder bag berwarna cokelat dan flat shoes berwarna pink, bahkan ia hanya memakai bedak tipis dan lipgloss berwarna pink. Rambut hitam bergelombang yang biasanya memancarkan aura sexy kini berubah menjadi blonde lurus dengan poni rata, membuat wanita berumur 26 tahun ini terlihat jauh lebih muda 5 tahun dari umurnya yang sekarang.

Zhoumi belum kembali dari alam sadarnya sampai Victoria menepuknya, “Wae gurae, oppa?” katanya pura-pura tak tahu. Mereka memang berkencan hanya di hari Sabtu dan Minggu, tapi ia tidak menyangka hanya dalam jangka waktu 1 minggu gadisnya benar – benar bertransformasi menjadi—

“Chagi-ya, ada apa dengan penampilanmu?” tanyanya dengan kebingungan yang masih sangat kentara.

Victoria tertawa girang mendengarnya, ia tak menyangka kekasihnya tampak seperti orang bodoh melihat penampilan barunya, “Geunyang—aku hanya ingin mencoba hal baru, eotte? Menurutmu bagaimana, oppa?” katanya.

Zhoumi perlahan tersenyum bahkan tergelak melihatnya, melihat Victoria yang tidak mengenakan make up tebal serta dress yang terkadang menurutnya sedikit berlebihan atau heels yang biasanya diatas 10 cm membuatnya terlihat cute dan menggemaskan, ia pun mencubit pipi kekasihnya gemas, “Aigoo, jinjja yeppoda! Kalau begitu, ayo kita pergi sekarang!”

.

.

Tidak hanya stylenya yang berubah, namun Victoria juga berubah dari sisi ketertarikan secara mendadak. Saat Zhoumi sudah bersiap membukakan pintu mobil untuk Victoria, gadis itu menahan lengannya dan mengajaknya berjalan kaki untuk keluar dari gerbang. Disitulah ia meminta Zhoumi untuk mengajaknya mencoba menjadi penghuni bus, Zhoumi yang bingung hanya menurutinya saja.

Zhoumi benar – benar tak menyangka Victoria mengajaknya pergi ke Insadong, bukan mall atau butik – butik terkenal seperti biasanya, kali ini ia dengan senyum sumringahnya mulai memburu baju – baju yang harganya mungkin jauh lebih murah dari hairpin yang sekarang dikenakan gadisnya, ia juga memperhatikan barang – barang antik yang ada di sana dengan seksama.

Mereka membeli couple things seperti iPad case, bracelet, kalung, topi, dan bahkan baju yang sedikit down-to-earth untuk dikenakan wanita sekelas Victoria.

“Oppa, cat headband yang mana yang lebih bagus? Yang hitam atau merah?” Tanya Victoria sambil berkaca di etalase toko accessories itu.

Zhoumi hanya tersenyum menanggapinya, “Semua bagus, tapi sepertinya kau lebih cocok memakai yang merah, sayang.”

Victoria mengangguk seakan setuju dengan saran kekasihnya, “Ahjumma, aku beli yang merah!” katanya ceria pada ahjumma pemilik toko.

Melihat tingkah Victoria yang seperti ini, justru Zhoumi merasa aneh. Biasanya gadis itu sibuk dengan dunianya sendiri saat berbelanja atau memutuskan sendiri apapun yang ia mau, tapi hari ini gadis itu seakan berubah 360 derajat dari biasanya. Stylenya hari ini membuat jiwa dia seakan kembali seperti saat ia remaja dan tentunya membuat dirinya lebih anggun dibanding sekian ulzzang yang bertebaran di luar sana dan ia juga jauh lebih manis dari biasanya.

Untuk kesekian kalinya Victoria menyadarkan Zhoumi dari lamunannya, “Kenapa melamun oppa? Apa kau lapar? Baegopa, ayo kita jajan di sekitar sini!”

Zhoumi membelalakkan matanya sambil menatap Victoria dengan kebingungan yang tak bisa ia bending lagi, “Ja—jajan di sekitar sini? Apa kau tidak salah, Victoria-ya?” Tanya Zhoumi seakan ingin memastikan pendengarannya tidak bermasalah.

Victoria menggeleng, “Tentu saja tidak! Bagaimana kalau kita makan odeng?”

Zhoumi hanya mengiakan saja dan mengikuti Victoria yang sedang sibuk menarik tangannya agar menyamakan langkahnya yang terlihat bersemangat. Ini pertama kalinya Victoria menghabiskan waktu, tempat yang ia kira sangat – sangat tidak layak untuk ia datangi justru lebih nyaman dibanding tempat yang sering disebut kaum elite sebagai surganya dunia. Inilah surga dunia yang sebenarnya, Victoria merasa bodoh baru menyadarinya sekarang.

“Oh, chagi-ya! Jamkanman!”

Victoria menghentikan langkahnya saat menyadari Zhoumi berjalan menuju sebuah toko accessories. Terlihat Zhoumi berbincang hangat dengan ahjumma pemilik toko membuat Victoria sedikit iri, ia tidak pernah berinteraksi dengan penjual toko barang – barang yang murah, hari inilah ia baru merasakan semuanya. Ia iri pada Zhoumi yang terlihat sudah memahami apa itu kehidupan, sedangkan ia tidak.

Tanpa berdiam diri lebih lama, ia pun menghampiri kekasihnya yang sekarang sibuk memperhatikan etalase toko itu, “Mwohae, oppa?” tanyanya saat berada tepat di samping Zhoumi.

“Ah! Ayi, zhe li de nu hai wo jing chang jiang, ta shi wo de nu peng you, jiao Song Qian!” kata Zhoumi sembari merangkul bahu Victoria pada ahjumma itu. (Ah! Bibi, ini gadis yang sering ku ceritakan, dia kekasihku, namanya Song Qian!”)

Victoria menoleh,  “Ayi? Dia bibimu, oppa?”

Zhoumi menggeleng, “Bukan, tapi kami sudah sangat akrab makanya aku memanggilnya begitu. Dia tidak terlalu mahir berbahasa Korea, bicaralah dengan bahasa Mandarin.” Victoria hanya mengangguk paham.

“Suo yi zhe wei nu shi? Tian na! Xiao jie, ni hen piao liang ah!” puji ahjumma itu membuat Victoria tersenyum sungkan. (jadi gadis ini? astaga! Nona, kamu cantik sekali!”)

“Xie xie nin!” kata Victoria sambilt tersenyum malu membuat keduanya tertawa.

Tiba – tiba Zhoumi memakaikan gelang berwarna cokelat dengan motif lumba – lumba diatasnya, Victoria mengernyitkan dahinya bingung, “Ini apa oppa? Yeppoda..”

Zhoumi hanya tersenyum lalu menoleh kepada bibi itu, “Ayi, ni neng bu neng gao su ta zhege shouzhuo shi shenme yisi?” (Bi, bisakah kau beritahu dia apa arti dari gelang ini?”)

Bibi itu tersenyum sambil mengenggam tangan Victoria, “Zhege shouzhuo xiang zheng aiqing. Ruguo wo men gei zhege shuozhuo gei wo men de qingren, na me zhege ren youngyuan buhui likai women!” Victoria membelalakan matanya mendengar penjelasan ahjumma itu. Ia terharu mendengarnya lalu memeluk lengan Zhoumi mesra membuat kekasihnya tersenyum bahagia, “Tanpa bracelet ini pun, aku tidak akan meninggalkanmu oppa!”

(Gelang ini melambangkan cinta. Jika kita memberikan gelang ini untuk kekasih kita, maka orang ini tidak akan pernah meninggalkan kita.)

“Aku pegang janjimu, Victoria Song! Baiklah, ayo kita jajan, kau pasti sudah lapar kan?” Victoria mengangguk manja.

“Ayi, wo men zoulai, zai jian!” kata Victoria yang dibalas senyuman oleh bibi itu. Mereka pun kembali melanjutkan acara kencan mereka yang sempat tertunda tadi. Kali ini destinasi mereka adalah kedai makanan, tangan Victoria terus mengapit lengan kekasihnya dengan erat, seakan kupu – kupu mulai berterbangan di perut Victoria karena gelang tadi. (Bibi, kami pergi dulu, bye!)

“Kau suka gelang itu, kan?” tanya Zhoumi.

Victoria mengangguk mantap, “Tentu saja! Apalagi artinya sangat indah oppa” gumamnya pelan.

Zhoumi hanya tertawa lalu mengacak – ngacak rambut kekasihnya gemas, “Aku sengaja membelinya untukmu, semoga makna dari gelang itu benar – benar terjadi. Dan harus terjadi!”

Kali ini giliran Victoria yang tertawa mendengar suara Zhoumi yang terdengar sangat bersemangat saat mengatakannya, Victoria sadar hari ini Zhoumi juga lebih fokus dengannya dibanding gadgetnya. Mereka berdua sama – sama menghabiskan waktu bersama hari ini.

NB: maaf ya kalo mandarinnya salah, gak jago-jago banget mandarinnya soalnya, so kalo ada yg lebih tau, bisa kasih tau aku gomawo^^

.

.

Asap mengepul di kedua gelas coffee yang baru saja di pesan Zhoumi. Ia mendekati kekasihnya yang sekarang duduk di anak tangga sambil menatap jernihanya air di depannya. Setelah seharian berada di Insadong, Zhoumi mengajak Victoria ke Yeouido Hangang Park sekedar bersantai sambil menikmati waktu berdua ditemani dengan lampu – lampu yang mengundang kehangatan.

“Sekarang giliran kau yang melamun, sayang!” tegur Zhoumi begitu sampai di tempat Victoria duduk. Wanita itu hanya tertawa lalu mengambil gelas coffee di tangan kekasihnya, “Gomawo, oppa.”

Malam itu tempat ini tidak se-ramai biasanya, namun tentu saja tidak hanya mereka yang ada di sana, beberapa pasang kekasih juga terlihat memilih tempat ini sebagai destinasi kencan mereka.

Gomawo oppa, kau membuatku benar – benar bahagia hari ini. Bisa dibilang hari ini adalah hari kencan kita yang terbaik!” Kata Victoria sambil menatap Zhoumi.

Pria itu menatap kekasihnya dengan lembut lalu mengelus rambutnya lembut, “Menurutku juga, hari ini kita benar – benar berkencan tanpa ditemani oleh credit card!” canda Zhoumi membuat keduanya tertawa. Memang dan sudah pasti hari ini mereka tidak menggunakan credit card mereka barang sedikitpun karena mereka tidak pergi ke mall, mereka pergi ke Insadong yang notabanenya memakai uang cash.

“Aku merasa lebih terbebas dan tentunya lebih menghabiskan waktuku denganmu ketimbang sibuk dengan buruanku, ku akui baru kali ini aku benar – benar focus denganmu.”

Zhoumi yang mendengarnya justru tersenyum bahagia, “Aku juga menyadari hal itu, sayang. Gereunde, boleh aku bertanya sesuatu?”

Victoria mengangguk sambil tersenyum heran, “Mwoga? Marhaebwa!”

“Sebenarnya apa alasanmu mengubah semua tampilanmu menjadi seperti ini?”

Victoria sedikit tertegun mendengarnya, sekelebat bayangan minggu lalu tiba – tiba terlintas di pikiran Victoria, kencan mereka minggu lalu.

FLASHBACK

Dalam perjalanan pulang mereka, Victoria sibuk memainkan ponsel Zhoumi yang memang penuh dengan satu girlband yang sudah membuatnya muak, yaitu A-Pink. Victoria sudah benar – benar jengah mendengar kekasihnya  menunjukkan kegilaannya pada girlband dengan cute concept ini, apalagi pada Eunji, kekasihnya itu kerap kali memuji gadis bernama Eunji itu. Ia tidak menyangka rumor yang mengatakan hampir 70% fan café untuk A-Pink di dominasi oleh fanboy, termasuk kekasihnya sendiri!

“Oppa, marhaebwa! Kenapa kau bisa tergila – gila dengan A-Pink? Katakan saja semuanya, kali ini aku berjanji tidak akan marah!”

Zhoumi menatap Victoria ragu, lalu kembali memusatkan perhatiannya pada jalanan di depannya, “Mereka terlihat lucu dan cantik dalam waktu yang bersamaan, aku suka dengan cute concept dibanding sexy concept. Mereka jarang memakai make up yang terlalu tebal dan baju-baju mereka mirip seperti ulzzang, simple namun terlihat cute. Ya bisa dibilang mereka persis seperti tipe idealku.”

Victoria membelalak mendengar jawaban Zhoumi, “Yak oppa! Apa kau sedang menyindirku sekarang? Jelas A-Pink atau apapun itu bukan gayaku! Mereka selalu tampil ala ulzzang sedangkan aku lebih mirip Cheon Song Yi yang glamour! Jadi aku bukan tipe idealmu?” gerutu Victoria sambil melipat lengannya di dada.

Zhoumi menghentikan mobilnya lalu memutar tubuhnya kearah Victoria,“Chagi-ya, aku memang menyukai A-Pink, tapi aku mencintaimu. Cinta tidak bisa dipaksakan, kapanpun dan dimanapun bisa datang kepada siapapun, termasuk perasaanku padamu. Siapa yang menyangka karena cocktail aku bisa menemukan soulmate-ku? Berhentilah memikirkan idolaku dan fokuslah pada persaanku padamu!” kata Zhoumi sambil tersenyum tulus.

Kini Victoria menatap mata kekasihnya dalam, “Tapi—tapi apa oppa ingin aku menjadi wanita yang oppa inginkan?”

“Aku tidak akan memaksakanmu, sayang. Aku mencintaimu apa adanya.”

END of FLASHBACK

Bibir Victoria berkedut – kedut seakan, “Oppa bilang kalau oppa suka dengan gadis yang berpenampilan cute dan simple, aku hanya sedang mencobanya.” Setelah mengatakan itu, ia menunduk dalam.

Zhoumi menghela nafasnya lalu menangkup wajah Victoria, memaksa kekasihnya untuk menatapnya, “Chagi-ya, bukankah aku sudah bilang kau tidak perlu memaksakan diri? Aku tidak pernah menyuruhmu untuk melakukan  ini apalagi memaksamu, sayang. Aku mencintaimu apa adanya, bukankah aku pernah bilang aku tak peduli dengan hal – hal sejenis tipe ideal? Persetan dengan semua itu, sejujurnya—ya, kau memang bukan tipe idealku. Tapi apalah arti tipe ideal jika aku sudah mencintai gadis yang benar – benar berbeda dengan tipe idealku sendiri? Aku tahu kau shopaholic yang bisa saja menghabiskan 10 juta won dalam jangka 1 bulan, tapi aku tidak peduli. Aku menyukai apapun yang ada pada dirimu, pakaianmu, stylemu, lipstick, rambut, sepatu, dan bahkan kepribadianmu. Semuanya seakan menjadi candu tersendiri bagiku, kau memang terlihat lucu dengan tampilanmu yang sekarang, tapi aku lebih suka kau menjadi dirimu sendiri, buatlah dirimu se-nyaman mungkin saat bersamaku. Kau terlihat lebih cantik saat menjadi dirimu sendiri, karena itulah Victoria Song yang sebenarnya.”

“Zhoumi” kedua mata Victoria mulai berair menandakan air matanya siap membasahi pipinya, ia tak tahan lagi. Kepalanya ia senderkan langsung ke bahu tegap kekasihnya yang hanya bisa bergumam sambil memeluk tubuh ringkihnya.

“Terima kasih kau mau menerimaku apa adanya. Aku sadar aku bukanlah wanita yang baik, yang bisa dibanggakan olehmu, aku terus membuang – buang uang orangtuaku demi memanjakan hobiku bodohku itu, aku juga kerap kali mengacuhkanmu padahal saat itu kita sedang berkencan.

Zhoumi terkekeh mendengarnya, ia merasakan jemari Victoria mulai membalas pelukannya secara perlahan, “Jika seorang pria memutuskan untuk menjadi kekasih dari seorang wanita, sudah seharusnya pria itu menerima apa pun yang wanita itu miliki, lagipula tidak ada wanita yang sempurna, semua pasti mempunyai kekurangan yang berbeda – beda. Kekuranganmu mungkin senang menghamburkan uang, tapi bukankah kau ahlinya segala hal yang berhubungan dengan saham?”

Mendengar ungkapan kekasihnya, ia semakin merasa sifatnya dengan kekasihnya benar – benar berbeda. Zhoumi sudah memiliki pemikiran dewasa yang tidak dimilikinya barang sedikit pun, ia masih terlalu manja untuk disebut dewasa, “Ya, ya, baiklah. Mungkin aku tidak akan mengubah styleku lagi, tapi aku tetap akan mengubah segalanya demimu, termasuk sifat shopaholicku itu, karena aku mencintaimu dan tidak mau membuatmu terus dirugikan.”

“Aku tidak merasa dirugikan untuk membuat kekasihku senang, lagipula bukankah sudah kubilang jangan memaksakan diri?”

Victoria menatap wajah Zhoumi seksama sebelum membalas ucapan kekasihnya dengan senyuman tipis, “Memaksakan diri untuk menjadi yang lebih baik bukankah bagus?”

Zhoumi berdecak sambil mengangguk pasrah dengan pernyataan kekasihnya yang seakan memberi jalan buntu, “Baiklah, kali ini aku mengaku kalah denganmu. Kau memang yang terbaik dalam hal berdebat.”

Gereunde oppa, aku suka dengan styleku yang sekarang, ternyata I’m not that bad with this kind of style. Aku masih boleh memakainya kan?”

Zhoumi tertawa lepas lalu mencubit pipi kekasihnya gemas, “Neo jinjja, tentu saja boleh! Aku bilang buatlah dirimu senyaman mungkin saat bersamaku, jadi jika kau tertarik dengan style seperti ini, pakailah! Ya walaupun umurmu sudah tidak cocok lagi dengan pakaian – pakaian seperti ini dibandingkan A-Pink!” canda Zhoumi membut Victoria terkekeh lalu memukul pelan dada kekasihnya.

Yak oppa! Neo jugeo shippo? Kau masih berani membandingkanku dengan Eunji-mu itu huh?”

Seakan tahu pikiran kekasihnya, Zhoumi langsung berlari menghindari Victoria yang sekarang mulai mengejarnya, flat shoes yang ia gunakan mempermudah pergerakannya untuk menangkap Zhoumi yang memang gesit dalam hal berlari.

Oppa! Jangan lari!” pekik Victoria sambil tertawa.

Tak kehilangan akal, Zhoumi pun memutuskan untuk berlari masuk ke dalam air membuat Victoria terhenti. Jelas Zhoumi tahu Victoria sangat anti dengan apapun yang berhubungan dengan wet thing, “Ayo sayang! Apa kau berani mengejarku sampai kesini?” ledek Zhoumi.

Victoria tersenyum menantang lalu membuka flat shoes yang ia pakai, serta merta juga melepas shoulder bagnya lalu menghampiri kekasihnya yang merasa heran melihat tingkah kekasihnya, “Wae? Kau pikir aku tidak berani mengejarmu? Aku kan sudah bilang akan berubah, oppa! Neo…..jugeo!”

Yak yak! Ahjuma-nim, wae irae? Apa kau tidak takut kulitmu semakin keriput karena terkena air?”

Mendengar ledekkan itu, Victoria semakin gencar mengejar Zhoumi yang hanya bisa tertawa renyah melihat tingkah kekasihnya. Saat Victoria berhasil menangkap pria itu, ia pun langsung mendorongnya menuju salah satu air mancur yang mengeluarkan air secara vertical dan mendorongnya hingga terdengar bunyi air yang beriak.

“Awas kau!” Kali ini giliran Zhoumi yang balas mengejar wanita itu, dengan langkah panjangnya, ia dengan mudahnya menangkap Victoria yang hanya bisa tertawa girang. Zhoumi memutar – mutar tubuh Victoria yang berada dalam pelukannya, setelah itu ia berjalan menuju air mancur dan membiarkan tubuh gadisnya basah kuyup.

Karena sudah sama – sama kuyup, mereka pun sibuk bermain air sambil sesekali melempar air dengan telapak tangan mereka pada pasangannya. Mereka tidak peduli dengan orang – orang yang ada di sekitar mereka, ya seperti kata orang jika kita sedang bersama orang terkasih, dunia terasa milik berdua. Zhoumi beberapa kali menggendong Victoria lalu membawanya ke tengah – tengah pusat air mancur. Tawa serta cacian terus terdengar diantara pasangan yang sudah bisa dibilang bukan lagi remaja, namun jika melihat mereka seperti ini jelas mereka terlihat benar – benar remaja.

Entahlah, baik Victoria maupun Zhoumi benar – benar bahagia hari ini. Victoria merasakan hari ini ia jauh lebih terbuka dan ia merasa free dari segala bentuk fashion yang selalu ia banggakan, ia tahu hari ini adalah hari terbaik dalam hidupnya karena ia dapat bersenang – senang bukan karena uang yang ia miliki, atau barang branded dan segala make up yang biasa ia kenakan, tetapi karena sosok pria yang selalu ada di sampingnya, yang selalu mengerti sikap maupun sifatnya. Hari ini ia benar – benar merasakan apa itu yang disebut dengan berkencan ala pasangan Korea, jelas lebih menyenangkan dibanding menghabiskan waktu dan uang di mall yang membuat kita tidak focus pada orang – orang di sekeliling kita. Dan pada hari ini juga, ia bisa merasakan bagaimana rasanya menaiki kendaraan umum, ke pasar tradisional, atau bahkan bermain dengan air yang biasanya selalu ia hindari demi menjaga kecantikannya.

Sedangkan Zhoumi mendambakan moment – moment seperti ini, karena memang Victoria selalu mengajaknya berkencan di tempat yang bisa mencuci matanya dan ia hanya bisa mengikutinya, tapi hari ini justru Victoria yang mengikuti keinginannya, ia mengekspresikan kebahagiaannya sambil terus bermain air dengan sang kekasih. Ia memang orang kaya, tapi ia bisa dibilang sangat merakyat. Perbedaan yang ia kira tak akan pernah terpecahkan solusinya, namun hari ini mereka bisa sama – sama memahami satu sama lain dan menikmatinya secara bersamaan.

“Zhoumi oppa, terima kasih kau telah datang ke hidupku. Kau menyadarkanku bahwa kehidupan dan kebahagiaan yang sebenarnya bukan hanya karena uang atau tampil modis dimanapun kita berada, tapi yang terpenting adalah waktu yang kita habiskan dengan siapa, karena dimanapun kita berada, asal kita bersama seseorang yang kita cintai semua akan terasa indah. Saranghae!”

Victoria mengucapkannya dalam hati saat mereka berbagi kehangatan dengan pertemuan kedua bibir mereka yang terpaut mesra di tengah air mancur yang seakan menambah suasana romantis yang tercipta pada atmosfer diantara mereka.

THE END

Okay saya tahu FF ini agak krik krik gimana gitu-_- karena ide pun datang secara tiba-tiba pas liatin foto Cheon Song Yi and Do Min Joon yg cute2>< karakter Songyi juga ada yang ku comot/? buat dijadiin characternya Victoria disini. Kalo Zhoumi sendiri, aku nyomot dikit/? dari karakter Yoon Ji Hoo di BBF sisanya aku bikin sendiri😄

Dan untuk plot cerita, aku terinspirasi sama You Who Came From the Stars, lupa episode berapa, pokoknya disitu Songyi semacam pengen awet muda karena Minjoon yang emang gak bisa menua, karena biasanya dia pake pakaian yg glamour dia ngubah stylenya jadi yg ala-ala ulzzang gitu, nah cocok banget tuh sama muka2 Victoria yg keliatannya glamour banget^^ nah alternative dari ‘tidak dapat menua’nya Minjoon terbentuklah gagasan fanboy yg suka cewe imut atau muda HEHE sorry A-Pink kalian seperti dihina bgt disini, mian ya kkk~ Oh iya berhubung ini bener-bener pertama kalinya bikin FF Zhoutoria, so yeah sorry kalo feelny kurang dapet._.

Oh iya, untung masalah yg mandarin itu, kalo ada yg lebih tau tolong kasih tau karena aku bikin sendiri pake kosakata mandarinku sendiri HEHE so kalo ada yg salah tolong kasih tau biar diperbaiki^^

Mungkin segitu aja kali ya cuap-cuapnya? Semoga kalian suka ya walopun agak absurd._.

12 responses to “[Vignette] Woman Transformation

  1. kyaaaa sumpah kez ini manis bgt >< sumpah ini daebak bgt,hebat ya..pdahal critanya ringan tpi sukses bkin senyum2 sndri xD d tgu zhoutoria lainnya ya😀

    Like

  2. ceritanya menarik karakter Victoria penggila Shopping tak disangka juga dia mau merubah gaya hidup dan penampilannya demi Zhoumi pokoknya soo sweet banget mereka berdua pokoknya ditunggu FF ZhouToria lainnya kalau bisa request yang Marriage Life .

    Like

  3. aaaaaa keziaaa……… otak kamu terbuat dari apasiiih? kata katanya ituloooh bikin senyum senyum sendiri😉
    akhirnya bikin ff ZhouToria♥♥♥ kapan kapan. bikin khunfany ya kkkk
    sumpahhhh……. romantiiissss bangattt gils^^ loveusomuchhh:*♥

    Like

  4. Suka banget ama ceritanya. Emang ya kalau ama orang yang kita cintai apapun itu pasti menjadi indah..^^
    ditunggu karya selanjutnya eonni…^^

    Like

  5. Suka banget sama semua karya ff eonnie :3
    Setiap baca semua ff eonnie itu pasti sellu aja dapet feelnya dan selalu alurnnya itu yg aku suka.
    Ini ff zhoutoria pertma yg aku baca bikin senyum2 sendiri :3 maslahnnya setiap baca ff zhoutoria yg lain kurang dapet feelnnya
    Dan disni aku bener2 dapet feelnya , kata2nya itu loh ya ampunn bikin senyum2 sendiri bikin meleleh baca setiap kata2nnya :3
    Keren eon ffnya , ditunggu kelanjutan FF mu , dan FF2 karya mu lainnya lagi eon^_^ fighting^_^

    Like

  6. Kezia eonnie deabekk babgett…
    ZhouToria so sweets bgt…
    Vic eonnie mau ngubah penampilannya demi Zhoumi oppa…
    Deabekk buat eonnie…

    Like

  7. kezia biasanya aku males baca ff lain selain yoonwon . tpi kayak nya kali ini nggak deh . ff mu daebak d tunggu ff lainnya

    Like

  8. suka ama alur ceritanye heheeh…. iya perubahan itu untuk lebih baik itu bagus kok…chingu perbanyak buat ff yaaa klu bisa yoonwon + anak”nya udah mau nikah.. heheheh..^^

    Like

  9. Berbekal hasil cerita ff author kezia d blog sebelah jadi terdampar d sini.hihi..
    Menurut aku ceritanya bagus bngt..ringan tapi berkesan bngt..nularin makna kehidupan bngt thor..pokonya ceritanya bagus…

    Like

Give me your LOVE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s