[3S] Lovely Haters (Part 3A)

image

Lovely Haters

 kkezzgw storyline&art

 Cast:  Im Yoona, Choi Siwon, Krystal Jung (Jung Soojung) || Other Cast: Park Min Young, Jung Sooyeon (Jessica Jung), Kwon Yuri, Seo Hyun, Cho Kyuhyun, Choi Sulli || Genre: Romance || Rated: +15|| Length:  3/3

Facebook: Kezia Gabriella Winoto|| Twitter: @keziasiwon – @yoonakrystal || Blog:  keziagw.wordpress.com – kageweyoonwon.tumblr.com

Disclaimer:

Mungkin part kali ini bakal banyakin Soojung-nya, karena emang karakter Soojung di part ini harus di bikin menonjol, karena dia /baca dulu baru tau wkwkwk\.

~HAPPY READING~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

LOVELY HATERS:  PART 3A

 

Jam dinding yang berdetak di sudut ruangan langsung menarik perhatian seorang wanita yang baru saja menyalakan lampu apartementnya, “00:32…” desahnya sambil menarik nafas berlebihan.

Dalam gendongannya terlihat seorang anak kecil sedang meringkuk dengan damai di dadanya, Yoona hanya tersenyum miris melihat putrinya yang terlihat sangat lelah. Dengan gerakan yang dipercepat Yoona langsung berjalan ke kamarnya dan meletakan putrinya di atas ranjang. Sulli tampak sangat manis jika dia sedang tertidur, Yoona tersenyum sambil mengusap wajah anak semata wayangnya itu, “Maafkan eomma, Sulli-ah”

“Kalau saja eomma tidak membuat Soojung imo kecewa, mungkin kau tidak perlu eomma titipkan di rumah Halmoni (Nenek Yoona,Soojung, dan Sooyeon). Eomma lebih senang kau beranggapan bahwa ayahmu sudah meninggal dibanding eomma harus bermusuhan dengan Imomu….”

Tangisan Yoona tak dapat dibendung lagi, ia pun menangis dalam diam sambil membelai rambut anak semata wayangnya dengan sayang.

**

“CUT!!!!!!!!!!”

Semua kru di lokasi syuting mendengus kesal karena sekali lagi mereka harus mengulang adegan yang entah sudah berapa kali mereka ulang, sang sutradara bangkit berdiri sambil melempar naskah ke tanah, sang aktor hanya bisa menatapnya datar, “Mianhae Hyungsik Hyung,aku benar -benar sedang tidak fokus”

Park Hyungsik, sang sutradara meremas rambutnya gemas, “Adegan ini sudah diulang 20 kali, kau mau aku berapa kali meng-cutnya, hah?!” Siwon menunduk menyesal.

Park Minyoung yang sebenernya juga sudah menahan emosi melihat Siwon, terpaksa langsung membelanya, “Mianhae Hyungsik-ssi,mungkin saat ini Siwon kelelahan, tapi besok—”

Sang sutradara langsung memotong perkataan Minyoung, “Tidak ada kata besok, bukan hari ini saja dia terlihat seperti mayat hidup, tapi selama 3 minggu terakhir dia terus – terusan begitu. Aku memberinya libur selama 1 minggu, aku tidak mau syuting drama ini berjalan dengan keadaan seperti ini terus. Dia boleh pulang sekarang! Yang lainnya, break 30 menit!” katanya lalu menendang naskah di kakinya dan pergi dari tempatnya. Para kru dan pemain yang lainnya pun ikut beranjak untuk menikmati waktu break mereka.

Park Minyoung mendesah berat melihat Siwon yang sekarang sedang menjambaki rambutnya frustasi, Minyoung sangat mengerti perasaan aktornya saat ini, dia pun menghampiri pria itu lalu merangkul bahunya, “Ada yang Noona ingin bicarakan tentang ini, sebaiknya kita segera masuk ke dalam van.”

Siwon menuruti permintaan managernya dan berjalan menuju van. Ia mengambil air mineral dari dalam pendingin di mobilnya sebelum mendapatkan ‘ancaman’ dari managernya.

“Siwon…..aku tahu kau benar – benar kacau karena hubunganmu dengan Yoona. Hajiman, kau juga harus memikirkan dirimu sendiri, atau minimal memikirkanku yang sudah pusing menjadwal ulang hampir seluruh jadwalmu.”

Siwon memainkan botol minumnya, “Mianhae, Noona.” Nada sesal terdengar jelas dari ucapan Siwon.

Minyoung membuang nafas dengan kasar, “Noona berjanji akan membantumu kembali bersama Yoona. Tapi, aku mohon lanjutkan hidupmu kembali. Bekerjalah seperti dulu, aku tidak mau kariermu hancur karena masalah pribadi.”

Siwon langsung tersenyum mendengar perkataan managernya. Ia mengenal Park Min Young dengan baik, jika gadis ini sudah mengatakan sesuatu, hanya Tuhan dan dirinya sendiri yang bisa menghalanginya, ia mempercayai managernya. Bayangan ia bisa kembali menjalin hubungan dengan wanita itu membuat Siwon tersenyum tanpa sadar. Minyoung yang melihatnya hanya memutar bola matanya lalu berkutata dengan ponselnya.

**

Soojung me-reject semua telepon masuk yang menganggu harinya belakangan ini, walaupun sudah berhari – hari tidak pernah keluar dari kamar hotel, suasana hati Soojung tidak kunjung membaik,terlebih saat dia tahu sebusuk apa eonnienya, dalam pandangannya.

Selama beberapa hari ia hanya memakan ramyeon yang ia beli di minimarket, terlalu sungkan untuk sekedar membeli makanan di restoran cepat saji ataupun menghabiskan waktu di sudut cafe yang biasanya ia datangi saat mengerjakan tugas kampusnya.

Bumi Seoul diguyur oleh hujan deras serta kabut tipis yang menganggu pengguna jalan, Soojung merasa alam sedang menemaninya meratapi kisah cintanya.

“Seharusnya…..seharusnya kau tidak terlalu banyak bermimpi tentang menikah dengannya, Jung Soojung.” batin Soojung memaki dirinya sendiri. Kembali telapak tangannya membungkan mulutnya yang akan segera mengeluarkan tangisan kepedihan itu. Ia terduduk sambil menendang semua yang ada di depannya.

Tak lama kemudian, terdengar nada dering ponsel Soojung, ia berniat untuk me-rejectnya tepat sebelum ia melihat nama penelponnya. Soojung termenung sesaat, ada apa ini? Orang ini tidak pernah menghubunginya sama sekali, ia pun terdiam memikirkan langkah yang harus ia ambil.

Tanpa berfikir lagi, ia pun mengangkat panggilan itu dan menjawabnya dengan suara paraunya, ia tidak peduli lagi tentang imagenya sebagai wanita kelas atas hancur berantakkan karena laki – laki impiannya, ia benar – benar tak peduli lagi untuk saat ini.

“Yeoboseyo?”

“………..”

“Ne, ini aku, waeguraeyo?”

“……………………..”

“Eoh? Bertemu? Kapan?”

“…………..”

“Arasseo.”

Soojung mematikan panggilannya secara sepihak lalu menatap ponselnya dengan ragu, ia tidak tahu kenapa ia dengan mudah menerima ajakan pertemuan dari penelpon tadi, tapi ia jelas tahu dia bukan orang jahat, tentu saja. Ia sedikit yakin apa yang akan dibicarakan olehnya, namun ia tetap bertekad untuk mengikuti kata hatinya.

Tak lama, ponselnya kembali bordering, saat ia ingin mengangkatnya, kembali terpampang nama ‘Yoona’ disana membuatnya kesal dan langsung melempar ponsel itu ke sofa.

“Aku tidak akan memaafkanmu eonnie, aku benci padamu! Aku sudah tidak peduli lagi apa yang akan terjadi padamu!” jeritnya sambil melempar bantal kearah ponselnya.

**

Sang surya sudah mulai menunjukkan kehadirannya, pancaran sinarnya membangunkan jutaan umat manusia yang akan melanjutkan aktifitas mereka, tak terkecuaki aktifitas di jantung kota Seoul pun kian memadat. Kendaraan beroda atau ribuan pasang sepatu mulai memadati sudut – sudut jalan. Cuaca dingin tak menghalangi aktifitas mereka.

Di hari kesekian di tahun 2014, kembali negeri ginseng itu diributkan dengan berbagai berita yang menggemparkan dari kalangan artis – artis papan atas mereka, penjual majalah dan Koran merasa di untungkan dengan keadaan ini, tapi tidak bagi sang artis maupun fansnya, dan tentunya si penyebab skandal ini muncul.

“YAK! YAK! YAK! IGOBWA! PALLI!”

“MWOL? Kau saja yang bawa kesini koran itu!”

“Aish jinjja!”

Gadis berusia sekitar 18 tahun itu membawa sebuah koran untuk temannya yang sedang menunggu kedatangan bus di halte. Mereka menggunakan seragam sekolah berwarna biru muda dipadu dengan rok kotak – kotak. Murid Sekolah Menengah Atas.

“Kita tidak mungkin ke sekolah hari ini, kita harus menghajar wanita jalang ini!” kata gadis dengan name tag ‘Nana’ kepada temannya. Gadis ber-name tag ‘Yura’ itu langsung meraih koran yang digenggam Nana. Seketika itu wajahnya memerah menahan kekesalan yang tiba – tiba menyerangnya, “MWO?? INI PASTI HANYA GOSSIP, NANA!”

“Yak! Lihatlah foto-foto itu! Kau bilang itu hanya gossip?”

“Omo eottokhae? HIDUPKU HANCUR! Ah jalang kurang ajar, ia berani merebut oppa dariku?”

Ditengah kekesalannya, ponsel Nana tiba – tiba berdering, tanpa melihat siapa yang menghubunginya, ia langsung mengangkat telepon itu, “Yeoboseyo?”

“Nana, apa kau membaca berita – berita itu?”

Nana meremas seragam sekolahnya menahan kekesalan, “Tentu saja! Eonnie,aku hancur!  Aku hancur eonnie!” Yura yang melihatnya juga ingin menangis, ia juga merasakkan patah hati yang sama seperti sahabatnya itu.

“Kita harus hancurkan jalang itu. Berkumpulah di tempat biasa! Tidak perlu pikirkan yang lain, kami sudah menyiapkan semuanya!”

Yura dan Nana saling melirik lalu menganguk setuju, tanpa menunggu lama mereka sudah memutar haluan mereka, berbalik menuju arah tempat yang di maksud. Tidak hanya kalangan muda yang membaca berita ini, bahkan ahjumma pedagang tteobokki pun tahu tentang gossip dari actor papan atas Korea Selatan yang sekarang beerada diatas ambang kesuksesan, atau tidak lagi.

**

Dengan blazer berwarna cream tua, Yoona baru sampai di depan kantornya setelah mengantar Sulli ke sekolah. Matanya menyipit heran melihat kerumunan orang yang berdiri di depan lobby, terlihat para petugas keamanan sibuk mengusir kerumunan orang yang rata – rata adalah wartawan. Yoona lebih heran lagi saat melihat kerumunan siswi masih dengan seragam sekolah mereka berdiri di depan lobby, atau lebih tepatnya disamping kerumunan wartawan. Ia melirik jam tangannya yang masih menunjukkan pukul 8:30 pagi.

“Ada apa ini? Apa setelah 10 hari aku mengambil cuti dan berdiam di rumah banyak info yang kulewatkan?” gumam Yoona bingung lalu berjalan mendekati kerumunan orang – orang itu

“Ne, kami belum bisa menemukannya. Para petugas keamanan menjaga ketat pintu lobby, saya hanya bisa menunggu para wartawan yang lain masuk” kata seorang pria berumur 35 tahun dengan kamera DSLR yang dia gantungkan di lehernya.

“Algesseupnida.” Katanya lalu segera menutup sambungan teleponnya. Pria itu mendesah singkat sambil mengelap peluh yang menetes dari keningnya, “Hah, seperti apa wujud wanita itu? Kenapa ia tidak muncul – muncul?” desahnya dengan kesal.

Tak sengaja wartawan itu melihat Yoona yang sedang berjalan dengan santai untuk masuk ke lobby kantor yang sekarang bertransformasi menjadi lautan wartawan, pria itu melihat Yoona yang sekarang sedang berusaha masuk ke dalam kantor itu, “Ah…wanita itu sepertinya bekerja disini, bisa saja ia mengenalnya, sebaiknya aku tanya dia saja!” katanya dengan senyum sumringah lalu berjalan mendekati Yoona yang masih belum menyadari kehadirannya.

“Chogiyo….annyeong hasseyo, agassi” Yoona kaget saat tiba – tiba muncul salah 1 wartawan tepat di depannya. Yoona balas membungkuk memberi salam, “Ne, annyeong hasseyo, waeguraeyo?”

Pria itu berdehem singkat untuk mencairkan suasana kaku yang terjadi diantaranya dan Yoona, “Hokshi…apa agasshi mengenal seorang wanita yang bernama Im Yoona?”

Yoona memasang gelagat bingung sambil menatap wartawan itu heran, “Saya Im Yoona, memang ada apa?” tanya Yoona dengan ekspresi innocentnya.

Seketika itu juga, wartawan itu membulatkan matanya, “Ja…jadi…anda Im Yoona?” Yoona mengangguk masih dengan perasaan bingungnya. Wartawan itu mengambil ponselnya dan memperhatikan foto wanita itu. Seketika itu juga ia membulatkan matanya, membuat Yoona semakin bingung.

“YAK!!! INILAH YOONA AGASSI! CEPAT KEMARI!” jeritnya pada wartawan – wartawan yang masih sibuk menembus pintu lobby. Para wartawan dan siswi yang berada disana langsung berlari mengelilingi Yoona yang sekarang merasa bingung dan takut. Sinar blitz kamera menghujani wajah cantiknya.

“Jadi, kau benar – benar Nona Im Yoona?”

“Apa benar tentang gossip yang beredar antara kau dan actor Choi Siwon?”

“Tolong klarifikasikan permasalahan ini, Yoona-ssi”

“Mworagu?” batin Yoona menyuarakan kekagetannya.

Puluhan pertanyaan terdengar di telinga Yoona, yang sebenernya tidak tahu kenapa para wartawan itu memburunya karena Choi Siwon. Dia masih tidak mengerti kenapa puluhan wartawan sibuk menanyainnya tentang Siwon, Yoona tidak berani menjawab dan malah berusaha menghindari para wartawan itu, saat dia berhasil keluar dari kerumunan wartawan, dia langsung disambut oleh puluhan anak remaja yang berdiri di depannya sambil mengenggam kantung plastic berisi telur, tomat, tepung, dan kecap. Yoona menahan nafas melihat isi kantungan itu ditambah tatapan membunuh yang ditampilkan anak – anak remaja itu.

“OH! JADI KAU YANG BERNAMA IM YOONA!?”

“DASAR WANITA JALANG!”

“PERGILAH KAU DARI CHOI SIWON-KU!”

“CEPATLAH KAU DIPANGGIL KE NERAKA, IBLIS MENYEBALKAN!”

Kedua mata Yoona membulat sempurna saat melihat remaja putri itu mulai mengambil telur – telur mereka dan melemparinya dengan telur, “Aw..” pekik Yoona saat puluhan telur menghujani wajahnya.

“APA KAU MERASA CANTIK? AHJUMMA JELEK!” pekik salah seorang remaja itu lalu melempari Yoona dengan botol – botol plastic yang dia ambil dari tempat sampah. Yoona hanya bisa menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya sambil menangis karena ketakutan.

“Ya Tuhan, ada apa ini? Kenapa? Apalagi yang aku lakukan?” kata Yoona sambil terus melindungi dirinya dari serangan puluhan remaja, yang Yoona yakini adalah Siwonest. Tubuhnya sudah kotor dan bau karena telur dan tomat, belum lagi tepung yang membuat penampilannya semakin terlihat kacau, ia juga bisa merasakkan bau kecap menempel di rambutnya.

Tubuhnya sudah terjatuh di lantai, sedangkan remaja – remaja itu terus melemparinya telur, para wartawan sibuk mengabadikan moment itu, para pejalan kaki dan pengendara kendaraan beroda 2 dan 4 mulai melirik kejadian langka itu, “Aw!” pekik Yoona merasakan luka di pelipisnya.

“Yoong, neo gwaenchana??” Yoona menoleh kearah suara laki – laki yang sekarang sedang sibuk menutupi wajahnya dengan tuxedo hitam miliknya, “Kyuhyun!?”

“Palli, kita harus bergegas masuk ke dalam mobil!” pekik pria yang bernama Kyuhyun itu dengan segera, Yoona hanya bisa mengangguk dan Kyuhyun merangkul Yoona dalam tuxedonya. Diiringi dengan hujan telur, tomat, tepung, dan sinar blitz, Yoona dan Kyuhyun berhasil memasuki mobil pria itu lalu bergegas meninggalkan apartement Yoona dengan kecepatan tinggi.

Bau telur dicampur tepung dan kecap benar – benar bukan sesuatu yang enak untuk dihirup. Tubuh Yoona kacau, rambut berantakan, pakaian kotor, bahkan luka – luka yang terlihat jelas di sekujur tubuhnya. Suara isakkan Yoona terdengar jelas di telinga Kyuhyun, membuat pria itu menoleh dengan tatapan sendu, “Ini semua sudah berakhir, tenanglah Yoong, ada aku disini” katanya sambil menepuk bahu wanita itu, sedangkan Yoona hanya mengangguk mengiyakan ucapan pria yang ada di sampingnya.

**

TING TONG TING TONG~

TING TONG TING TONG~

Suara bel di pagi hari benar – benar mengganggu seorang pria yang sedang tertidur dengan lelapnya, ia melenguh malas mendengarnya, belum lagi sekarang masih sangat pagi, pria itu mendesah kesal sambil melihat jam dinding di kamarnya yang menunjukkan pukul 9:30, “Ini pasti Ahjumma Park, aish jinjja apa dia tidak lelah menganggu waktu tidurku setiap harinya?!”

Bunyi itu kembali terdengar, “Aish…..chamkkaman!”

Masih dengan bertelanjang dada, pria itu berjalan keluar dari kamarnya dan membuka pintu apartement mewah miliknya, terlihat seorang wanita dengan wajah geramnya berdiri di depan pintu. Mungkin wanita manapun yang melihat artis papan atas nan sexy seperti Choi Siwon yang sekarang bertelanjang dada dengan rambut kusut di pagi hari akan berteriak histeris atau meleleh seperti lilin yang terbakar oleh kehangatan api, tapi tidak untuk yang hampir setiap hari melihat hal itu, seperti Park Minyoung yang sudah terlalu bosan melihat itu semua , bahkan sekarang ia datang dengan wajah tekuk-dua-belas sambil menggenggam sebuah koran, tanpa disuruh wanita glamour itu masuk ke dalam apartement pria itu.

“Mwohae? Bukankah jadwalku baru ada nanti sore?” tanya Siwon.

Dengan wajah memerah menahan emosi, Park Minyoung menatap Siwon dengan tatapan membunuh, “Ini yang kau bilang menjaga rahasia?!” pekik wanita itu dengan kencang.

Choi Siwon, pria itu berjalan menghampiri Park Min Young, “Apa maksudmu?”

BRAK~!

3 buah koran langsung Minyoung lempar kearah dada telanjang artis didikannya itu, “Bacalah! ‘CHOI SIWON SUDAH MEMILIKI KEKASIH, DAN BAHKAN SEORANG KETURUNAN!?’ Hah, ini yang kau bilang menjaga rahasia!?”

SIwon membulatkan matanya kaget lalu membaca setiap judul postingan utama di Koran – Koran itu, “Bagaimana ini bisa terjadi?”

“Bagaimana ini bisa terjadi??? Omo..omo….aku bisa gila! Seharusnya aku yang menanyakan hal ini padamu! Sekarang, jangan keluar sama sekali dari tempat ini jika kau tidak ingin diserbu oleh para wartawan yang sudah menunggumu sejak subuh, aku akan mengurus semuanya.” Kata Park Min Young dengan sinis sambil berjalan menuju pintu.

Siwon teringat akan 1 hal yang lebih penting dari segalanya, bahkan lebih penting dari segala yang ia miliki saat ini, ia menahan lengan Minyoung yang sudah berniat keluar dari apartementnya, “Noona!”

Minyoung menoleh kearah Siwon, masih dengan tatapan sinisnya, “Bagaimana keadaan Yoona? Apa dia baik – baik saja?”

Minyoung mendesah berat lalu menatap Siwon yang sekarang sudah menatapnya dengan tatapan menuntut, “Sebaiknya kau melihat tentang itu secara langsung di televisi, aku tidak yakin keadaannya baik – baik saja setelah dilempari telur oleh fansmu.”

“MWO? YOONA DI LEMPARI TELUR OLEH FANSKU??”

Park Minyoung mengangguk mantap. Siwon membanting koran tadi lalu langsung berlari ke kamarnya dan mengambil ponsel, ia tidak ingin memikirkan apakah ia akan dimaki Yoona, kakaknya, atau mungkin oleh temannya. Yang ia pikirkan hanyalah menghubungi wanita itu dan menanyakan posisinya sekarang.

“SIALAN!” pekik Siwon emosi lalu membanting ponselnya kesal, Minyoung lari tergopoh – gopoh menuju kamar Siwon, “Yak! Ia tidak mungkin mengangkat ponselnya disaat seperti ini, Choi Siwon!”

Siwon menatap Minyoung marah , “Lalu kenapa kau tidak suruh orang untuk melindunginya? Apa uangku belum cukup banyak untuk membayar bodyguard untuknya, huh?”

Minyoung sedikit takut dengan tatapan mata Siwon yang sudah siap membelahnya menjadi 3 bagian, “Geumanhae! Kau piker aku tidak tahu perasaanmu pada dia seperti apa? Aku sudah berinsiatif datang ke kantornya tadi bersama 5 bodyguard! Tapi, aku yakin Yoona aman sekarang, dia sudah diselamatkan oleh seorang pria.”

Siwon yang sudah mengendurkan emosinya tiba – tiba kembali meledak, “Pria? Pia siapa? Bagaimana ciri – cirinya?” Siwon sedikit panik mendengarnya, siapa tahu pria itu menyukai Yoona, atau mungkin sebelum ia datang kembali ke kehidupan Yoona, pria itu yang selalu menjaga Yoona. Bayangan seperti itu saja sudah membuatnya sedikit panas dan merasa semakin gagal menjadi kekasih Yoona.

Minyoung terdiam sebentar untuk mengingat – ngingat ciri – cirri pira tadi, “Berambut agak cokelat, kulit putih pucat, tingginya hampir sama denganmu, wajahnya seperti ahjussi walaupun dia masih muda , dia juga tampan, dan….hei! Dia sepertinya tidak menyukai Yoona, kau tahu, hanya sebatas sahabat.” kata Minyoung langsung saat melihat Siwon mengepalkan tangannya cemburu.

Siwon mengerutkan dahinya, memikirkan siapa kira – kira pria yang menyelamatkan Yoona, seketika ia seperti teringat dengan sosok yang dimaksud Minyoung, “Jamkanman…..Kyuhyun? Cho Kyuhyun!?”

**

“YOONA-AH!” pekik wanita yang datang sambil meneriaki nama Yoona, ia kaget melihat penampilan Yoona yang benar – benar kacau, pelipisnya sedikit berdarah dan kakinya luka terkena temparan telur, “Annyeong!” sapa Yoona  dengan senyum pahitnya.

Wanita berambut panjang itu langsung memeluk Yoona dengan erat, bahkan ia ingin menangis melihat kondisi sahabatnya yang sangat tertekan dan tidak peduli dengan tubuhnya sendiri yang mungkin akan ikut kotor seperti pria yang membawanya kesini, “Yeobo, kenapa Yoona bisa seperti ini?” tanya Seohyun pada suaminya, Kyuhyun. Sedangkan yang di tanya hanya bisa menunduk karena tak sanggup menjawab.

Seohyun membawa Yoona ke dalam rumahnya, tak lama ia keluar dan menemui suaminya dengan wajah panik saat melihat kemeja suaminya yang juga terkena lemparan telur, “Yeobo, gwaenchana?” tanyanya panik. Kyuhyun hanya tersenyum lalu mengelus rambut istrinya sayang, “Na gwaenchana. Yeobo, sebaiknya bawa Yoona ke kamar kita. Aku akan menjemput anaknya dulu, aku takut para sasaeng fans menemukan keberadaan Sulli.”

Seohyun memegang lengan Kyuhyun sebelum suaminya pergi, “Sasaeng fans? Kenapa Yoona bisa berhubungan dengan fans – fans sejenis itu?”

Kyuhyun menghembuskan nafasnya berat, “Apa kau tahu ia kembali menjalin hubungan dengan Siwon?”

“MWORAGU? CHOI SIWON?” pekik Seohyun secara reflek. Kyuhyun menaruh telunjuknya di bibirnya, mengisyaratkan istrnya untuk diam, “Yak yeobo! Kecilkan suaramu, tidak enak jika di dengar Yoona, lebih baik aku pergi sekarang dan kita meminta Yoona menjelaskan semuanya sendiri, okay?”

Seohyun mengangguk, “Arasseo. Hati – hati yeobo!”

“I will, bye!”

Tak lama mobil Lexus itu meninggalkan pekarangan rumah bergaya Eropa itu. Seohyun langsung masuk ke dalam rumah begitu melihat mobil suaminya sudah jauh dari kasat mata.

**

“Yeobo, sudah hampir 1 minggu ponsel Soojung tidak bisa dihubungi, apa iPhone 5S miliknya ingin kubuang ke tempat sampah agar dia sadar status smartphonenya berguna?” erang Sica dengan kesal sambil menatap ponselnya yang tidak kalah mahalnya. Ia pun melempar ponselnya ke sofa sambil berjalan kearah dapur.

Donghae hanya tertawa menanggapinya, “Mungkin dia memang sedang tidak ingin dihubungi.” kata Donghae

“Hari ini aku juga mencoba menelpon Yoona, tapi ia tak mengangkatnya juga, asataga apa mereka sedang honeymoon atau apa?” gerutu Jessica dari arah daput membuat Donghae kembali tertawa kecil sambil menyalakan TV 80 inchnya.

“Aktor yang sukses membuat rekor drama terpopuler di tahun 2013, Choi Siwon, dikabarkan sudah memiliki kekasih bernama Im Yoona. Gadis yang diketahui adalah mantan kekasihnya semasa SMA itu bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan besar yang bergerak dibidang industri, Triat Prior. Diketahui mereka menjalin asmara sekitar 1 bulan yang lalu.”

Donghae membulatkan matanya saat menyadari siapa yang di maksud pembawa acara itu, “YEOBO! YEOBO!” teriak Donghae

Jessica yang sedang sibuk memasak di dapur menoleh singkat, “WAE?”

“Yoona…Yoona…dia terlibat skandal dengan Choi Siwon!”

“MWORAGU?” terdengar suara pisau yang terjatuh yang dilanjutkan dengan derap kaki seorang wanita, “Jangan bercanda,Yeobo!”

“Yak! Igobwa! Lihat berita ini!” sungut Donghae sambil menunjuk kearah TV.

“Menurut informasi yang di dapat dari seorang paparazzi yang memata – matai Choi Siwon sejak 2 tahun belakangan ini, hubungan asmara mereka sempat kandas beberapa tahun silam, dan dari kisah cinta itu, mereka memiliki seorang anak berusia 4 tahun berinisial IJR yang bersekolah di daerah Incheon. Tanpa di duga, Nona Im memiliki seorang adik yang sangat menyukai kekasihnya dan bahkan memiliki fansite paling terkenal untuk Choi Siwon, berinisial JSJ.  Hal ini membuat netizen  menanggapi gossip ini dengan negative. Tepat saat berita itu dikeluarkan oleh perusahaan berinisial ‘D’ , Im Yoona diserang oleh para fans dari Choi Siwon. Narasumber memastikan berita ini benar dengan 3 bukti foto…”

Jessica menutup mulutnya dengan telapak tangannya saat melihat sosok yang sangat ia kenali benar – benar berkencan dengan idola adiknya. Foto pertama diambil di Han River, dalam foto itu terlihat Siwon memakai topi dan Yoona tidak melakukan penyamaran sama sekali sedang menikmati kopi sambil menatap air tenang Han River. Di foto kedua, terlihat Yoona yang menggendong Sulli dari sekolah masuk ke dalam mobil Siwon, Siwon terlihat mengecup kening anaknya. Dan di foto ketiga, Siwon memeluk Yoona di depan mobilnya lalu mengusap kepala dan mencubit pipi wanita itu.

“Ja…jadi…Sulli…Sulli adalah anak Siwon?”

Suami istri itu saling menatap dengan tatapan yang sulit diartikan, “Yeobo, kita harus segera pulang ke Korea! Aku yakin Soojung sudah tahu tentang ini sejak lama, sekarang aku mengerti kenapa mereka tidak mengangkat semua telepon yang masuk, pasti sekarang perang dunia ketiga telah terjadi diantara mereka!”

Donghae mengangguk, “Aku akan menunda semua pekerjaanku dan meminta sekretarisku untuk menjadwal ulang semuanya. Kau cepat pesan tiket!” Jessica mengangguk dan langsung mengambil iPadnya sedangkan Donghae berlari menuju kamar untuk menghubungi sekretarisnya untuk menggantikan semua pekerjaannya selama ia pergi.

**

Yoona duduk di ruang tamu rumah Seohyun dengan dress berwarna peach milik Seohyun. Setelah Kyuhyun menjemput Sulli dan membuat anak itu bermain dengan putranya, dia duduk tepat di depan Yoona sambil menyilangkan dadanya. Seohyun duduk di samping Yoona sambil merangkul sahabatnya prihatin.

“Aku sudah menyuruh anak buahku untuk menghubungi kantormu, mereka dengan sangat tidak keberatan kau kembali mengambil cuti.” Kata Kyuhyun pada Yoona.

“Gomawo, Kyuhyun-ah.”

Kyuhyun kali ini menatap Yoona tajam, “So….bisa kau jelaskan semuanya, Nona Im? Setahuku kau sudah berakhir dengannya 5 tahun yang lalu. But why on earth this thing happen?” kata Kyuhyun mengawali perbincangan mereka.

Seohyun memelototi suaminya, “Yeobo!”

Yoona memegang tangan Seohyun, “Ani, gwaenchana, Seohyun-ah.”

Sambil menahan tangisnya, ia pun mulai menceritakan segalanya, “Ini semua berawal dari Soojung. Kau tahu kan Soojung adalah fans berat Siwon?”

Yoona terus menceritakan kronologi pertemuannya dengan Siwon, bagaimana ia kembali menjalin hubungan, dan akhirnya Soojung tahu tentang hubungan mereka dan  keadaan semakin kacau.

“Maafkan aku karena aku menyembunyikan ini semua dari kalian. Aku….aku bingung, aku merasa apapun yang kulakukan salah. Hubunganku dengan keduanya semakin memburuk, terutama dengan Soojung. Jika tidak ada Sulli disampingku, aku pasti sudah bunuh diri sejak Soojung menyatakan perang dingin denganku dan aku kembali memutuskan hubunganku dengan Siwon, Kyuhyun-ah, Seohyun-ah.” kata Yoona parau.

Seohyun merangkul sahabatnya sayang, ia tak tega melihat keadaan Yoona yang sudah kacau sejak kejadian Siwon menghamilinya, dan hari ini pria itu kembali membuat kekacauan dalam hidup sahabatnya. Jauh sebelum Yoona bertemu dengan Siwon, ia sudah mengenal Seohyun dan Kyuhyun, mereka bertiga bersahabat  sejak SMP sampai akhirnya status diantara Seohyun dan Kyuhyun berubah menjadi pacar, tunangan, suami-istri, dan ayah-ibu. Mereka berdua adalah saksi hidup bagaimana Siwon dan Yoona bertemu, menjalin kasih, dan berakhir menyedihkan dengan janin di rahim Yoona. Bahkan saat Yoona menghilang,Siwon terus – menerus menghubungi mereka karena ia yakin Seohyun dan Kyuhyun tahu dimana Yoona berada, dan dugaan pria itu memang benar. Mereka bertiga masih terus berkomunikasi dengan baik  walaupun dipisahkan oleh Laut Jepang. Bahkan saat Yoona kembali ke Korea, pasangan suami istri ini tahu dengan jelas, tak pernah ada rahasia diantara mereka bertiga. Bisa dibilang, rahasia pertama diantara mereka  adalah saat Yoona memutuskan untuk berhubungan kembali dengan kekasihnya, kontan Kyuhyun sedikit kesal dengan sikap Yoona yang terlihat menyembunyikan hal penting seperti ini. Ia merasa jika ia tidak lewat di jalan tersebut sambil membaca berita itu, mungkin sekarang Yoona sudah siap dipanggang menjadi sebuah kue.

Kyuhyun bangkit dari duduknya lalu ingin menghampiri mereka sebelum ponselnya berdering menandakan seseorang mencoba menghubunginya, pria berkulit pucat itu kaget melihat nama yang tertera pada layar ponsel touch screennya, lalu Kyuhyun menoleh kearah istri dan sahabatnya dengan tatapan ragu.

“Siwon menghubungiku….” mereka berdua membulatkan matanya kaget, “Mwo?” pekik Seohyun tak suka.

“Aish, kecanggihan teknologi zaman sekarang memang dahsyat, apa dia meminta FBI untuk melacak siapa yang menyelamatkan kekasihnya?” gerutu Kyuhyun sebelum akhirnya mengangkat panggilan itu dengan malas

“Yeoboseyo?”

“Kyuhyun-ah, apa Yoona bersamamu?”

Kyuhyun memasang eskpresi datar di wajahnya, ia tahu Siwon hanya sekedar berbasa – basi’ “Ne, waeyo?”

“Bagaimana keadaannya sekarang? Apa dia terluka? Apa dia menangis? Lalu bagaimana keadaan Sulli? Mereka baik – baik saja kan?”

Siwon langsung mencecar Kyuhyun dengan pertanyaan secara beruntun, “Yak! Pelan – pelan, kau pikir aku apa?” gerutu Kyuhyun sebelum menjawab Siwon..

“Ya, mereka baik – baik saja. Luka yang bisa kulihat tidak terlalu parah, dan apa kau bilang? Tidak menangis? Im Yoona seorang wanita, Choi Siwon-ssi, tidak akan ada wanita yang tidak menangis jika diperlakukan seperti itu.” kata Kyuhyun sinis.

Yoona hanya diam, tak berniat menggubris perbincangan Siwon dan Kyuhyun, sejujurnya ia sudah tahu cepat atau lambat Siwon pasti akan tahu siapa yang menyelamatkan Yoona dan langsung menghubungi orang itu. Siwon dan Kyuhyun memang cukup akrab semenjak Siwon dan dirinya menjalin hubungan, jika Siwon tidak meninggalkannya saat itu, mungkin Kyuhyun dan Seohyun bisa sedikit bersikap lebih ramah padanya.

“Bisa berikan ponselmu padanya? Aku ingin bicara dengan Yoona….”

Kyuhyun menoleh kearah Yoona lalu menatapnya ragu, “Siwon ingin bicara denganmu, apa kau mau?”

Dengan cepat Yoona menggelengkan kepalanya, ia belum sanggup berbicara dengan pria itu sekalipun melalui telepon, Kyuhyun mengangguk mengerti lalu berjalan ke luar rumah.

Seohyun mengalihkan pandangannya pada Yoona, “Lebih baik kau istirahat, Yoong. Jangan pedulikan pria iytu, lagipula kau tampak pucat, biar Sulli aku yang menjaganya, kau tenang saja.”

Tak lama Kyuhyun masuk lalu langsung menghampiri Yoona, ia mengacak rambut Yoona pelan. Seohyun sama sekali tidak cemburu ataupun marah melihatnya, sejak mereka kecil hal itu sudah biasa di alami Yoona dan dirinya, Kyuhyun memang menyayangi Yoona dan kerap kali menyebutnya “dongsaeng”. Yoona juga tidak takut Seohyun akan cemburu drngan perbuatan Kyuhyun, menurutnya Seohyun adalah wanita bertata krama tinggi yang tidak akan sembarangan mengeluarkan kekesalannya pada hal – hal kecil seperti itu.

“Geurae, istirahatlah. Yeobo, bawa dia ke kamar tamu kita.”

Yoona mengerutkan dahinya bingung, “Tidak perlu, Kyu. Aku dan Sulli pulang saja ke apartement kami.” tolak Yoona halus.

Kyuhyun melipat kedua tanganmya di dada lalu memandangi Yoona, “Kau ini sejak dulu selalu saja merasa tidak enak pada kami. Untuk kali ini saja, hilangkan perasaan itu. Apa kau mau mandi telur dan tepung lagi?”

“Apa maksudmu?”

“Im Yoona, apartementmu juga di kelilingi oleh para wartawan, mereka sudah tahu dimana kau tinggal, dan sejujurnya Sulli juga hampir diserang oleh para sasaeng fasnya Siwon tadi saat aku menjemputnya, aku melihat mereka sudah berjalan kearah sekolahnya saat kami sudah di mobil.”

Yoona menatap Kyuhyun tak percaya,seakan bencana ini benar – benar bencana paling memusingkan dirinya. Kali ini ia mengalah, ia pun bangkit berdiri dan mengikuti Seohyun menuju anak tangga yang membawanya ke lantai 2.

Kyuhyun memandangi dua sosok wanita itu sebelum merasakan ponselnya bergetar, ia melihat LINE message dari Siwon lalu membukanya.

“Kyuhyun-ah, gomawo sudah mau memberikanku alamatmu. Aku akan segera kesana.”

Kyuhyun menarik nafas dengan berat. Ia tahu ia tak seharusnya seperti ini, tapi ia ingin melihat Yoona bahagia,ia tahu sampai sekarang sahabatnya itu masih mencintai Siwon hingga membuatnya ingin membantu untuk menyatukan mereka kembali.

“Ku tunggu, Choi Siwon” ketiknya cepat lalu memencet tombol send.

**

“Aish gadis itu benar – beanr tak mengangkat telponku? Apa dia yakin akan melakukannya sekarang disaat seperti ini?” gerutu Minyoung.

Minyoung menututup panggilannya secara sepihak lalu mengambil tasnya yang ia letakkan sembarang di atas sofa, setelah itu ia berjalan kearah kamar Siwon untuk pamit pergi. Ia mengenyitkan dahinya saat melihat Siwon sudah berpakaian cukup rapi.

“Kau mau kemana?”

Siwon menoleh kearah Minyoung sambil menyemprotkan parfum ke tubuh atletisnya, “Aku mau bertemu Yoona.” katanya dengan tenang.

Mendengar itu mata Minyoung menyala, ia tidak percaya artis didikannya tidak mempercayai perkataannya yang akan menangani masalah ini, padahal sekarang ia akan membantunya menyelesaikan semuanya.

Dengan kekesalan yang sudah mencapai ubun-ubun, Minyoung melemparkan tasnya kearah Siwon yang langsung membuat pria itu mengaduh “Yak Noona! Wae irae?”

Minyoung langsung menghampiri Siwon sambil masih menatapnya tajam, sekalipun tubuhnya lebih pendek dari Siwon, ia tidak takut sedikitpun.

“Kau tidak percaya padaku? Bukankah aku pernah mengatakannya padamu kalau aku yang akan mengurusnya? Kau tidak mengerti kunci permasalahan kalian dan masih berani menemuinya? Selesaikan dulu masalah utamanya baru kau bisa menemui Yoona, atau bahkan Yoona yang menemuimu!”

Siwon menautkan alisnya bingung, “Kau tahu kunci masalah kami apa?”

Minyoung menepuk keningnya frustasi, “Oh astaga Choi Siwon, kau ini bodoh atau bagaimana? Tentu saja aku tahu! Kau saja yang terlalu bodoh!”

“Beri tahu aku masalah utamanya”

Minyoung menghembuskan nafasnya kasar, “”Aish jinjja, neo jinjja baboya. Tentu saja masalahnya gadis itu! Kalian bertengkar karena dia, kalian saling menjauh karena dia, dan bahkan karena Soojung-lah Yoona kerap kali menolakmu! Masalah utama kalian adalah Soo Jung, Choi Siwon. JUNG SOO JUNG!” katanya sambil menekan setiap kata.

Siwon terdiam, dalam hatinya ia merutuki kebodohannya dengan baru menyadari apa inti permasalahan mereka, “Lalu apa yang harus kulakukan pada Soojung agar aku bisa bersama Yoona?”

“Karena itu aku bilang aku saja yang mengurusnya, ini urusan wanita. Pria tidak akan mengerti, terlebih pria sepertimu!”

Siwon memelototi Minyoung yang balas memelototi Siwon, “Itu memang fakta! Lebih baik kau ganti baju dan pikirkan kata – kata apa yang kau katakan pada wartawan! Aku pergi dulu” kata Minyoung sebelum ia meninggalkan Siwon yang masih terdiam disana.

**

Hot Chocolate serta cheese cake menemani Soojung menunggu seseorang yang mengajaknya bertemu, entah membicarakan hal apa. Cuaca Seoul hari ini terlihat mendung, awan tebal mulai menutupi matahari sejak ia sampai disini, gadis cantik ini sesekali melihat kearah jam tangannya sambil melihat ke pintu masuk, jemarinya ia ketukkan di meja sambil memainkan kukunya sambil bersenandung singkat untuk mengalihkan suasana bosan yang mulai menutupinya.

“Lama sekali…” gerutunya. Ia pun menyesap coffee yang ada di depannya sambil sesekali memainkan iPodnya, ia menghindari ponselnya lagi dan memutuskan untuk menghibur diri dengan lagu – lagu di iPodnya. Ia bahkan menonaktifkan ponselnya sejak tadi pagi dan tidak berniat untuk menyalakannya.

Tak lama, datanglah 2 remaja putri berseragam sekolah sambil membawa laptop serta coffee yang Soojung yakini adalah cookies&cream dan caramel macchiato. Mereka duduk di sebelah Soojung dan terlihat terburu – buru membuka laptop lalu membuka situs Google sambil meminum minuman mereka. Soojung tak peduli dengan tingkah remaja – remaja itu lalu kembali meminum coffeenya.

“Jamkanman, jamkanman!  Yak igobwa, yeoja itu bernama Im Yoona, bekerja di perusahaan Triat Prior, dan ini orangnya? Hah, dia jelek sekali!”

Soojung langsung menoleh sambil memberikan death glare kepada 2 remaja yang secara terang-terangan mengatai kakaknya jelek, “Berkacalah dulu sebelum kalian menghina kakakku!” batin Soojung menyuarakan secara tidak sadar.

Tapi sedetik kemudian ia mulai menyadari sesuatu yang aneh, bagaimana mereka bisa tahu tentang Im Yoona? Apa kedua remaja ini membuka website resmi perusahaan tempat kakaknya bekerja? Tapi mana mungkin profile karyawan biasa seperti Yoona ada di halaman website? Atau yang mereka maskud Im Yoona yang lain? Soojung yang penasaran memutuskan untuk mendengarkan perbincangan mereka.

“OMO! Na eottokhae? Jadi Siwon oppa benar – benar sudah memiliki kekasih?”

“Ah rasanya aku mau mati saja kenapa Siwon oppa tega padaku?” rengek salah 1 diantara mereka.

Kali ini Soojung tersedak dengan kopinya sendiri, “M..mwo? Hubungan eonnie dan Siwon oppa terbongkar? Keuroge iso? Omo! Lalu bagaimana keadaan Yoona eonnie sekarang?” Soojung langsung panik begitu tahu tentang masalah ini. Ia merutuki dirinya sendiri yang dengan bodohnya tidak mengecheck ponselnya selama beberapa lama. Dengan cepat ia membuka tasnya dan menyalakan ponsel itu. Ia bingung mengapa mereka bisa tahu tentang hubungan kakaknya dan idolanya, dan sekarang ia merasa menjadi remaja paling menyedihkan yang belum tahu tentang berita ini.

“Jiyeon-ah! ‘Menurut narasumber, dari hubungan asmara mereka, mereka memiliki anak bernama Im Jinri atau biasa dipanggil Sulli’ YAK! BAHKAN MEREKA SUDAH MEMILIKI ANAK, JIYEON!”

Gadis bernama Jiyeon itu tidak terima dan langsung membaca apa yang ditulis di artikel itu, ia pun menahan kekesalannya terlebih saat melihat foto bukti kencan mereka, “Wanita jalang! Ia berani merebut Siwon dariku! Akan kubunuh dia!”

Soojung yang sejak tadi menjadi pendengar yang baik langsung merasakan sesak di dadanya. Ternyata tidak hanya ia yang merasakan pahitnya hubungan Siwon dan Yoona, tapi semua fans Siwon, walaupun perasaan sakit mereka tidak se-sakit Soojung yang sudah tahu lebih awal dan yang memacari idolanya adalah kakaknya sendiri. Tapi mendengar remaja itu memaki – maki Yoona tanpa henti, ia merasa bersalah dan iba terhadap kakanya, entahlah sudah berapa ribu orang yang menghujat kakaknya hari ini, dan bahkan menyumpahi kakaknya itu segera meninggal. Tiba – tiba Soojung menyadari 1 hal, berita kencan kakaknya sudah menyebar di dunia maya, kemungkinan besar kakaknya sekarang—

Soojung langsung bangkit berdiri dan menghampiri kedua remaja itu, mereka yang menyadari kehadiran Soojung langsung menatapnya aneh, “Nuguseyo?”

Tanpa banyak bicara Soojung langsung menggeser laptop itu kearahnya lalu membaca berita disana, “Yak agassi! Apa yang kau lakukan! Kembalikan laptopku!”

Soojung tak bergeming dan tetap membaca artikel – artikel itu, hatinya mencelos saat membaca semuanya, ia tak menyangka hubungan mereka akan diketahui public secepat ini, matanya membulat saat melihat recommended post terpampang artikel Yoona yang sedang dilempari telur oleh para Siwonest. Dengan cepat Soojung mengklik artikel itu. Matanya membulat sempurna dan tangannya langsung membungkam mulutnya yang terbuka saat membaca artikel itu, kedua remaja itu bingung melihat tingkah Soojung yang terlihat terpukul, “Chogi, apa kau Siwonest juga? Kita merasakan perasaan yang sama—” kata Jiyeon kepada Soojung.

Soojung bangkit dari duduknya dan bergegas mengambil tasnya, ia harus menemui Yoona saat ini juga. Ia tak dapat menunggu lebih lama lagi sosok yang sejak tadi tidak kunjung datang, ia harus melihat kondisi Yoona, ia tidak peduli lagi dengan perasaan marah yang ia simpan untuk kakak sepupunya saat ini, Soojung masih menyayangi Yoona, dan hal itu tidak bisa diganggu gugat sekalipun Yoona telah menyakiti hatinya. Tanpa diduga sosok yang ia tunggu akhirnya datang, Soojung menghentikan langkahnya sambil menatap sosok itu dengan sedikit kesal.

“Jung Soojung-ssi, mianhae aku sedikit terlambat, kau pasti tahu alasannya mengapa.” katanya diiringi senyum seadanya.

“Gwaenchana Park Minyoung-ssi, lebih baik kita memulainya sekarang, aku sudah tidak punya banyak waktu.”

Park Minyoung, sosok yang sejak tadi ditunggu oleh Soojung pun mengangguk dan mereka kembali ke tempat Soojung semula, Soojung mengurungkan niatnya untuk menemui Yoona. Kedua remaja tadi tampak takjub saat melihat Soojung kembali ke tempatnya bersama manager idola mereka, “Omo! Bukankah itu Minyoung eonnie? Lalu mengapa nona itu bisa bersama dengannya?”

Jiyeon mengamati wajah Soojung dengan seksama, “Naeun-ah, sepertinya aku pernah melihat nona yang tadi menghampiri kita..”

“Eoddi? Apa kau yakin? Mungkin di SNS? Atau dia salah satu you know, International Fans di SNS?” mendengar kata SNS, Jiyeon langsung melebarkan matanya lalu mengambil ponselnya, ia membuka gallery fotonya dan menunjukkan selca Siwon dan Soojung, “Yak! Dia Soojung eonnie, ketua dari fansite SiwonChagi! Igobwa, dia yang pernah berselca dengan Siwon!”

Naeun ikut kaget saat apa yang Jiyeon katakan memang benar, “Omo jinjja?” Naeun langsung merebut ponsel Jiyeon.

“Jamkanman, nama dia Jung Soojung? OMO JIYEON-AH! Ia adik Yoona yang dimaksud artikel itu, yang mengatakan adik Im Yoona adalah fans berat Siwon dan bahkan menjadi ketua fansite paling terkenal, berinisial JSJ! JSJ adalah Jung Soo Jung” kedua remaja itu menepuk keningnya, merutuki kebodohan mereka yang menghina Yoona di depan adiknya sendiri.

**

“Mworagu? Eonnie, apa yang baru saja kau katakan?” Soojung membelalak mendengar perkataan Minyoung yang menurutnya benar – benar to the point.

Minyoung menatap Soojung seakan memohon pengertian gadis ini, “Kumohon, berbaikanlah dengan Yoona-ssi. Bukankah kau fansnya Siwon? Seharusnya sebagai fansnya kau menerima itu semua, apalagi yang ia cintai adalah kakakmu sendiri. Apa kau mau melihat hidup dia semakin hancur hanya karena ia tidak bisa kembali bersama Yoona? Terlebih—terlebih hubungan mereka juga sudah terbongkar ke seluruh penjuru dunia maya!”

Soojung berdecak tak percaya mendengar nasihat Minyoung, “Jadi ini tujuan eonnie menelponku tempo hari? Untuk membicarakan Yoona eonnie? Dia membayarmu berapa sampai kau rela membuang waktumu untuk ini?”

Telinga Minyoung panas mendengar perkataan Soojung, namun ia berusaha tenang sambil mengambil tasnya yang ia letakkan di atas mejanya. Mereka memang memutuskan untuk pindah ke meja yang sekelilingnya lebih sepi, mengingat bumi Seoul yang kini mulai dibasahi oleh rintik hujan kecil, café saat itu jauh lebih sepi dari biasanya.

Terpaksa Minyoung mengambil jalan pintas, ia sudah tidak tahu lagi apa yang harus ia sampaikan untuk membuat gadis di depannya sadar. Soojung heran melihat Minyoung yang meletakkan sebuah buku berwarna hitam polos diatas meja, ia masih menatap buku itu sebelum Minyoung kembali mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, sebuah amplop putih dan meletakkannya diatas buku itu. Setelah sibuk berkutat dengan dunianya sendiri, Minyoung kembali menatap diri Soojung dengan tatapan sendu, “Buka amplop itu dulu, lalu baru kau boleh membuka buku dibawahnya.”

Soojung memejamkan matanya sambil mendesah malas sebelum mengambil amplop itu, alisnya terpaut saat jemarinya membuka amplop itu, “Eoh? Bukankah ini poem buatan Siwon oppa? Yang ini keluar tepat saat Valentine tahun 2013,yang ini 30 Oktober 2011, ah yang ini 3 Desember 2012, yang ini 12 Maret 2010, dan ini…chamkkaman—OH! 4 Juni 2012, dan yang hijau ini keluar 8 Desember 2012, dan yang ini—“

“Soojung, aku tidak bertanya kapan itu di publish, aku tahu kau hafal semua tentang Siwon dan bahkan aku bosan melihatmu yang selalu ada dimana Siwon berada, tapi bukan itu tujuanku memberikanmu ini!” potong Minyoung.

Soojung merutuki dirinya sendiri yang secara reflek mengumumkan kegilaannya pada Siwon pada managernya, “Lalu?”

“Bacalah semua puisi – puisi itu, dan cobalah hubungkan dengan Yoona.”

DEG.

“M—mwo? Yoo—Yoona eonnie?” Minyoung mengangguk mantap.

Soojung merasakan sesak di dadanya, ia selalu tersentuh dan selalu berfantasi ria setiap Siwon kembali menuliskan puisi buatannya di SNSnya, ia selalu membayangkan jika gadis dalam puisi itu adalah dirinya. Namun ternyata gadis yang Siwon maksud selama ini adalah kakaknya sendiri, perlahan ia mulai membaca satu per satu puisi yang tertulis disana dalam diam.

was it the first time I saw your face
or when I first saw you smile
when I was settled in my place
hope you’d stay for a while

when I thought that my life couldn’t get any better
i knew you were right
we weren’t meant to be together

was I too caught up
in the time I spent with you
or was it that I wasn’t tough
because of something that I knew

I cant believe I didn’t know
that you were slowly letting go that we were drifting apart
with a hole in my heart

when I see you everyday
I know I made a mistake
but with no effort in your tries
I found out all your lies

so now we go our separate ways
and say our goodbyes
you’ve driven me to my grave, with me drowning in your lies

Soojung mengambil puisi yang lainnya,

I followed my heart
And it led me to you.
I knew from the start
That this feeling was new.

You make me smile
And you make my heart drop.
Our love goes on for miles,
and it will never stop.

It was like a fairy tale kiss,
When our lips touched.
I’d be something to miss,
Since it was worth so much.

The day that you leave,
I’ll sit at home and cry.
But it will also be,
The day that I die.

I tried so hard.
I tried my best.
I gave you my all,
and now there’s nothing left.

You stole my heart,
then tore it in two.
Now I’m falling apart,
and don’t know what to do

I can’t seem to get you off my mind
And I’m sure that every time I close my eyes
Your smile is what I will see

Because happily by your side or in your arms is where I want to be

Amazing is one word that describes you
Funny, cute, smart, seducing are some others that are true
Besides though, words that got me so into you it’s those eyes
That really got me hypnotized

And that gorgeous smile
That makes me want to go the extra mile
And even though we DON’T speak
Every time I see you I get oh so weak
But I want to tell you how I feel

Because every time I see you it’s my heart you steal
And besides feeling weak I feel scared
Because what if I tell you and for my feelings you don’t care
So for now I’ll admire from afar

But just know that it’s you
I wish for when I see a shooting star

Did I mention my heart melts every time you look or come my way
But enough of that I just wanted to wish you a Happy Valentines Day

Tangan kanan Soojung meremas kertas – kertas itu sembari tangan kirinya memegang ujung meja kayu bundar itu untuk menahan tubuhnya yang terasa ingin jatuh tersungkur. Tubuhnya menegang, otot-ototnya terasa lemas dan pikirannya mulai kacau begitu membaca puisi – puisi yang selama ini dibuat Siwon. Puisi – puisi ini memang jelas untuk Yoona, ia tidak bisa mengelak, semua jelas tertulis di dalamnya secara halus, dan bodohnya ia tidak pernah menyadari kegundahan dan kegelisahan Yoona yang terlihat jelas setiap ia membacakan puisi buatan Siwon, namun ia selalu menganggap Yoona hanya malas mendengarnya, ternyata bukan itu alasan Yoona, jelas kakaknya menyadari siapa gadis yang Siwon maksud dalam puisinya.

“Soojung-ah..” panggil Minyoung yang terlihat khawatir melihat raut wajah Soojung yang sedikit pucat.

Soojung terdiam sesaat sebelum air mata itu perlahan keluar dari pelupuk matanya, kembali membanjiri mata hitamnya dengan cairan bening itu. Tanpa Soojung sadari ia meremas amplop putih itu sambil terus menarik nafas, tubuhnya terlihat sempoyongan. Ia merasa semakin hancur, walaupun ia merasa perasaan kalut yang muncul dalam hatinya sekarang sangat berlebihan karena memang bukan dialah yang dimaksud idolanya sejak awal. Minyoung semakin khawatir melihat Soojung yang terlihat semakin menyedihkan dan linglung, wanita itu langsung menghampiri Soojung sambil merangkul bahunya, “Soojung-ah! Jeongsin chalyeoba! Yak!” pekik Minyoung semakin panik karena melihat tangisan Soojung semakin deras, ditambah gadis itu terus membungkam mulutnya.

Tanpa di duga, Soojung meraih buku yang ada di depannya sambil menenteng tasnya lalu berlari meninggalkan Minyoung yang terus memanggil namanya panik, “SOOJUNG! JUNG SOO JUNG! JUNG SOO—“ Minyoung menghembuskan nafasnya kasar setelah melihat Soojung sudah benar – benar keluar dari café ini.

Minyoung meraih ponselnya lalu mengetik sebuah pesan untuk Siwon.

To: Choi Siwon

“Mianhae, Siwon-ah. Soojung belum bisa kubujuk. Aku akan mencobanya membujuknya sekali lagi. Lebih baik kau persiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan press conference.”

Minyoung menekan tombol SEND, sambil menghembuskan nafasnya ia juga segera meninggalkan café yang menjadi saksi bisu perbincangannya dengan Soojung tadi.

**

Yoona baru saja keluar dari kamar mandi saat matanya melihat putrinya sedang sibuk berkutat dengan buku gambar yang ada diatas tempat tidur mereka. Perempuan itu tersenyum lembut lalu menghampiri putrinya, “Aigoo, anak eomma kenapa belum tidur?” katanya sambil menggendong Sulli ke atas pangkuannya.

Anak itu hanya tersenyum, “Aku sedang menggambar tugas dari Victoria Songsaenim, eomma! Aku sangat senang songsaenim memberikanku tugas seperti ini!”

Yoona tertawa kecil mendengarnya, “Memang songsaenim menyuruhmu mengambar apa, sayang?”

Sulli tersenyum gembira lalu memamerkan hasil gambarnya dengan bangga, “Lihat eomma! Bagus kan?” seketika itu juga senyum Yoona memudar secara perlahan, ia terlihat gelagapan melihat Sulli yang terus menatapnya dengan wajah imutnya sambil menarik kausnya meminta pendapat, “Eomma, waegurae? Apa gambarku jelek?”

Yoona segera tersadar lalu menatap Sulli sambil menggelengkan kepalanya, “Tentu saja tidak sayang! Tapi, kenapa kau menggambar—menggambar pria di samping kirimu?” Tanya Yoona sedikit tercekat.

Tugas yang diberikan oleh guru Sulli mungkin terlihat sangat mudah, mereka hanya disuruh menggambar potret keluarga mereka, selama ini Yoona tidak pernah mengatakkan ayah Sulli sudah meninggal pada putrinya, hanya saja ia selalu mengelak jika Sulli menanyakan dimana ayahnya, beruntungnya Yoona putrinya selalu berhasil ia alihkan, tapi tidak kali ini, “Iya, itu appa, eomma! Eomma, sebenarnya dimana appa berada sekarang? Mengapa appa tidak pernah datang ke rumah atau menelpon Sulli? Apa appa tidak sayang pada Sulli?”

Yoona berusaha kuat untuk menahan tangisnya mendengar pertanyaan Sulli. Tentu saja ayahnya tidak pernah menelpon apalagi menemui Sulli, jika Siwon menemui putri mereka tentu saja Sulli akan bingung karena sosok yang mengaku sebagai ayahnya setiap hari ia lihat di kamar maupun ponsel imonya, “Appa sayang pada Sulli, hajiman….dia….sudahlah sayang, ayo kita tidur, bukankah kau besok harus sekolah?” sejujurnya Yoona ragu apakah ia harus tetap menyuruh Sulli sekolah? Ia takut para sasaeng fans ayahnya menyerang putri idola mereka.

Dengan polosnya, anak berusia 4 tahun itu tersenyum riang seperti langsung melupakan pertanyaannya sendiri, ia pun memeluk Yoona erat yang langsung dibalas Yoona, “Eomma, kita tinggal disini saja. Disini enak, ada Taemin yang menemaniku bermain, ada Seohyun ahjumma juga, eomma. Kita disini saja ya?”

Yoona hanya tersenyum tipis menanggapinya.

**

Skandal actor papan atas sekelas Choi Siwon dengan karyawan biasa seperti Im Yoona jelas membuat public semakin penasaran, terlebih mereka diketahui adalah sepasang kekasih sejak masih duduk di bangku SMA, netizen serta paparazzi semakin gencar mencari info tentang sosok Im Yoona yang berhasil menarik perhatian Siwon. Berita semakin panas saat salah satu paparazzi  menyebarnya foto Sulli yang memang memiliki kemiripan yang hampir 100% dengan Choi Siwon, terutama di bagian rahang serta matanya.

Ternyata tidak hanya 3 foto itu yang membuktikan Siwon memang berpacaran dengan Yoona, dari kamera CCTV di jalanan, CCTV menangkap adegan dimana Siwon dan Yoona saling berpelukan sambil menangis, setelah itu mereka terlihat berjalan menuju mobil Siwon dan entah pergi kemana |ada di chapter 2|. Menurut paparazzi yang pernah menangkap basah pasangan ini, mereka sering berkencan di sekitar Sungai Han, karena Yoona dan Siwon sama-sama sibuk bekerja, di dalam mobil terkadang ada Sulli yang mungkin sudah tertidur. Mereka tidak pernah berkencan di siang hari, dan Siwon tidak pernah mengunjungi apartement Yoona barang sedikitpun, karena seperti gossip yang sudah beredar, adik Yoona adalah fans berat Siwon.

Agensi tempat Siwon bernaung selama ini terlihat kewalahan mendapatkan puluhan telepon, e-mail, dan tentunya serbuan wartawan di depan kantor mereka. CEO perusahaan ini sudah beberapa kali menghubungi Park Minyoung yang sekarang semakin frustasi karena scandal Siwon. Ia selalu meminta maaf pada kekasihnya yang ingin mengajak berkencan, Lee Minho, tapi kekasihnya ini bukanlah pria yang egois serta tidak tahu kondisi, ia sangat mengerti posisi kekasihnya yang bekerja sebagai manager dari actor papan atas yang sekarang sedang terkena scandal.

Selama beberapa hari Siwon tidak keluar dari apartementnya, ia terus berusaha menghubungi Yoona sambil sesekali menonton berita tentang dirinya. Ia akan mendesah jika para presenter sudah melebih – lebihkan gossip.

TING TONG TING TONG~

TING TONG TING TONG~

Siwon menoleh kearah pintu apartemenya dan langsung melesat menuju pintu, ia melihat layar yang menampilkan sosok pria dengan topi merah biru bertuliskan ‘Domino Pizza’. Ia pun tersenyum lalu membuka pintu, ia langsung melihat temannya yang memang bekerja di Domino Pizza, “Hi, aktor tampan!” sapanya usil.

“Kau hebat, tidak biasanya kau datang tidak terlambat Hyukjae!” kata Siwon sedikit bersemangat. Hyukjae masuk ke dalam apartement Siwon sambil membawa tas besar berwarna hitam, Siwon terus memperhatikan Hyukjae yang mengeluarkan pizza pesanannya, “Itu pizzamu!” Siwon tampak tidak peduli, karena memang bukan itu tujuannya membeli pizza.

Hyukjae mengeluarkan seragam pengantar pizza dari tas itu lalu melemparnya ke dada Siwon, Siwon tersenyum senang, “Gomawo Hyukjae! Aku akan membayarmu dengan apapun yang kau mau!” katanya, sedangkan yang diajak bicara hanya menatapnya datar.

“Damn it, Choi. Your face still handsome even when you use those shit on your holy body.” Gerutu Eunhyuk pada Siwon yang hanya tertawa, “Mana topi untukku?”

Kembali Hyukjae melempar topi yang ia kenakan, “Simpan saja, aku bisa meminta kembali pada atasanku.”

“Gomawo, kau memang temanku.”

“Absolutely, dude.”

**

Donghae dan Jessica baru sampai ke Korea 2 hari setelah skandal itu tersebar ke seluruh dunia, mereka tanpa pikir panjang langsung melesat menuju apartement Yoona. Mereka membulatkan matanya saat melihat lobby apartement Yoona dan Soojung kini dipenuhi oleh puluhan wartawan dan puluhan remaja yang membawa banner – banner yang bertuliskan makian untuk Yoona atau tentang kepemilikan mereka terhadap Siwon. Bahkan mereka tidak diizinkan masuk demi menjaga kenyamanan orang – orang yang tinggal di apartement bintang 5 itu, sudah cukup para penjaga keamanan dibuat pusing selama 2 hari beruturut – turut karena wanita bernama Im Yoona tinggal disini.

“Ini benar – benar kacau, Yeobo! Bahkan kita tidak diizinkan masuk ke apartement ini! Lalu bagaimana caranya kita bisa menemui Yoona atau Soojung? Mereka saja tidak menggubris panggilanku!”

Donghae tampak berfikir, “Coba lihat di internet, aku yakin Yoona pasti dalam keadaan tidak baik, kau tau sendiri bagaimana fansnya Choi Siwon seperti apa.”

Benar saja dugaan Donghae, saat Jessica mulai mencari informasi tentang Yoona, ia mendapati beberapa foto saat insiden yang Yoona alami di depan kantornya kemarin. Donghae hanya diam sedangkan Jessica meringis prihatin. Mereka memang tidak sempat mengecheck dunia maya sejak kemarin, sehingga jangan heran jika mereka baru tahu insiden ‘pelemparan telur’ pada Yoona.

“Aish jinjja! Kita benar – benar harus menemui Jung Soojung! Lebih baik sekarang kita ke bank!” sungut Jessica membuat Donghae bingung, “Bank? Untuk apa yeobo?”

“Ah sudahlah, ikuti saja kataku, pasti ia akan segera menyalakan ponselnya!”

Tiba – tiba ponsel Jessica kembali bordering, menandakan seseorang mencoba menghubunginya, harapan semu muncul di benak Sica, ia pun dengan gesit langsung meraih ponselnya dan tersenyum melihat siapa yang menelpon, “YOONA! Omo! Kemana saja kau selama ini? Dahaengeeya! Jigeum eoddiya?”

“Aku dirumah Kyuhyun, eonnie. Kemarin ia yang menolongku—”

“Geumanhae! Neo micheosso? Kenapa kau sampai bisa terkena scandal seperti ini dengan Choi Siwon!?” Donghae menegur Jessica yang terdengar seperti memarahi Yoona, walaupun ia jelas tidak bermaksud seperti itu, Donghae tahu jika istrinya sedang kalut atau khawatir, perempuan itu lebih cenderung menaikkan oktaf suaranya disbanding menurunkannya.

Isakkan dari bibir Yoona terdengar dari sebrang sana, Jessica merasa bersalah dan langsung menenangkan Yoona, “Uljima! Aku akan segera kesana, gidalyeo!”

“Geu yeoja eodi isseoyo?” Tanya Donghae.

“Rumah Kyuhyun, kau tahu Cho Kyuhyun kan?”

**

Setelah perjalanan yang memakan waktu hampir 30 menit, Minyoung sampai di apartement Siwon sambil membawa 2 bungkus ramen, ia tahu artis asuhannya itu tidak akan bisa keluar selama wartawan masih mengepung apartement itu. Bisa dibilang sosok manager dari Choi Siwon yang cantik, surai hitam, serta badannya yang luar biasa sempurna membuat banyak fans dari Siwon yang juga melirik dan bahkan menyukai Minyoung, bahkan followers SNS wanita ini cukup banyak untuk seorang ‘manager’. Minyoung sendiri selalu membawa bodyguard setiap ia datang ke apartement Siwon yang sudah 2 hari di kepung oleh para wartawan dan Siwonest.

“Yak Choi Siwon! Irona bwa, aku sudah membawakanmu makanan!”

Saat ia menaruh ramen itu di meja makan, ia dikejutkan dengan note yang ada disana, ia jelas mengenali tulisan itu, tulisan Choi Siwon.

“Ige mwoya?”

Minyoung membaca tulisan yang ada di note itu, seketika epulan asap semu terlihat diatas kepalanya, “Ijjashigi jinjja! CHOI SIWON!”

**

Soojung terdiam di sofa kamar hotelnya setelah semalaman menyandarkan kepalanya ke lutut, ia menghabiskan waktunya untuk membaca buku yang berisi puluhan puisi yang dibuat Siwon diiringi tangisan penuh kepedihan yang menusuk telinga siapapun yang mendengar, suara tangis itu murni karena rasa sakit yang ia alami selama ini. Ia masih belum menerima kenyataan yang sudah di depan matanya sendiri, ia masih terus berharap jika gadis yang Siwon maksud adalah dirinya, bukan kakaknya.

Soojung mengacak – acak rambutnya frustasi dan menangis kembali, meratapi nasibnya yang begitu mencintai Siwon sebagai seorang pria, bukan sosok idola. Tanpa ia sadari, ponselnya terus berbunyi dan menampilkan nama ‘Sica eonnie’, ia sengaja mematikan nada dering ponselnya agar ia bisa berkonsentrasi membaca ini semua.

“Kau memang terlalu berharap, Soojung-ah. Siwon memang selalu tersenyum padamu saat kau sedang sibuk memotretnya, tapi bukan berarti ia mencintaimu, Jung Soojung. Neo baboya!” makinya pada dirinya sendiri.

TING TONG TING TONG~

Gadis itu langsung menoleh mendengar bel kamar hotelnya berbunyi, sejujurnya ia sudah tidak bertenaga barang sekedar membukakan pintu untuk siapapun itu, tapi suara bel yang terus berbunyi benar – benar mengusiknya. Ia pun segera bangkit dan membuka pintu itu.

Matanya membulat seketika saat ia melihat siapa yang sekarang berada di depan pintu kamarnya, mereka saling bertatapan dalam diam selama beberapa detik, “Choi Siwon?!”

FLASHBACK

“Ige mwoya?” Minyoung membaca tulisan yang ada di note itu.

“Noona, mianhae. Aku tidak bisa menunggumu yang menyelesaikan ini semua sendiri, bagaimanapun aku terlibat dalam semua ini, penyebabnya adalah aku. Aku juga salah satu orang yang membuat masalah ini semakin kacau. Sekalipun kau bilang ini urusan wanita, aku tidak peduli. Kau bilang pria sepertiku tidak akan sanggup mengurus ini semua, tapi sebagai seorang pria aku akan tetap mengeluarkan segala cara untuk menyelesaikan masalahku sendiri. Aku pergi dulu, Noona. Aku janji akan menyelesaikan ini semua dengan tanganku sendiri, terimakasih atas bantuanmu. Berkencanlah, aku kasihan pada Minho Hyung!”

END of FLASHBACK

“Jung Soojung.” Sapa Siwon.

Tangan Siwon reflek menahan pintu mahoni yang di depannya saat Soojung berusaha menutupnya, “Soojung-ah!”

Soojung tidak peduli, ia terus berusaha menutup pintu kamarnya yang sekarang di tahan oleh kedua lengan kekar Siwon, “Jung Soojung! Geumanhae! Nae maleul deuleo! JUNG SOOJUNG!” Siwon mulai menaikkan suaranya dan mengeluarkan seluruh tenaga yang ia miliki, ia tak menyangka keturunan keluarga Yoona memang memiliki gen ‘kuat’ dalam dirinya, Soojung sama – sama kuat seperti Yoona.

“Kumohon, Soojung! Kita harus bicara!”

Soojung menyerah, ia mengendurkan tenaganya sambil berlalu masuk ke dalam kamar hotelnya, Siwon yang menyadari itu langsung membuka pintu dan masuk ke dalam, “Soo—”

“Geumanhae!” pekik Soojung saat menyadari derap kaki Siwon mulai mendekatinya.

“Untuk apa kau kesini? Apa kau tidak senang dengan hasil perbincangan kami yang benar – benar tidak sesuai harapanmu?” kata Soojung seakan menyindir Park Minyoung di depan Siwon yang hanya bisa menatap punggung Soojung.

Siwon mendelikkan matanya sebelum menjawab, “Ne, aku tidak puas dengan hasil yang kudapat, karena itu aku datang kesini sendiri untuk berbicara denganmu, aku akan menjelaskan semuanya dengan detail.”

Soojung tertawa sinis, “Mwo? Menjelaskan secara detail? Bukankah aku hanya fansmu? Harusnya kau bicara pada kekasihmu, pada Nona Im Yoona!”

Siwon kembali menarik nafas mendengar kalimat sakratis dari Soojung, belum sempat ia menjawab perkataan gadis itu, tak sengaja matanya menangkap buku yang sangat ia kenali berada di coffee table di kamar itu. Ia pun memperhatikan dari jauh buku itu dan langsung menyadari kalau buku itu memang miliknya, buku yang ia sengaja pakai untuk menulis puisi, untuk Yoona.

“Bukankah—bukankah itu bukuku?” Siwon bergumam dengan suara yang sedikit keras membuat Soojung dengan reflek ikut menolehkan kepalanya ke arah buku yang memang tepat berada di depannya, Siwon langsung berjalan kearah meja itu lalu meraih buku miliknya, “Soojung, darimana kau mendapatkan buku ini?” untuk pertama kalinya Siwon berbicara dengan gadis itu dengan bertatapan wajah, karena sejak tadi gadis itu terus memunggunginya.

“Wae? Kau takut aku akan menyebarkan sebenernya untuk siapa semua puisi buatanmu? Tenang saja! Jika aku menyebarkannya, aku pasti akan mengatakan semua puisi itu untuk Siwonest, seperti yang selalu kau katakan pada kami. Tenang saja!” Soojung memang mengatakannya dengan nada sinis, tapi Siwon bisa menangkap aura kepahitan dalam nada suaranya. Choi Siwon sudah terbiasa menghadapi hal – hal sejenis ini, ia terbiasa ber-acting, ia tahu Soojung sedang berakting sakratis dan dingin di depannya untuk menutupi segala kehancurannya. Pria itu juga baru menyadari mata Soojung yang memerah ditambah kantung mata yang menghiasi matanya.

“Aku memang mengatakan ini untuk Siwonest, Soojung. Tapi—tapi sebenarnya tidak, kau benar puisi ini memang untuk Yoona, karena aku tidak mungkin mengatakan itu secara langsung. Aku hanya berharap dengan menulisnya di website resmiku, Yoona bisa membacanya entah dimanapun ia berada..”

Soojung memejamkan matanya kembali, merasakan pisau itu kembali menusuk dasar hatinya hingga ia merasakan kepedihan yang selalu ia rasakan akhir – akhir ini, Yoona memang telah membaca semua puisi Siwon, karena Soojung. Sekali lagi karena ialah kedua pasangan itu bisa saling terikat secara tidak langsung. Kali ini ia tak dapat lagi membendung air matanya, ia pun mulai menangis sambil menatap Siwon yang merasa bersalah telah mengatakan tentang puisi itu, tapi inilah yang harus Siwon katakan, inilah alasan Siwon datang kesini, untuk menjelaskan semuanya, pada Soojung, salah satu fans yang paling ia sadari keberadaannya.

“Kenapa kau begitu kejam, oppa? Apa selama ini semua kalimat manis yang kau ungkapkan untuk Siwonest…itu semua juga palsu? Itu juga hanya sebagai isyarat untuk Yoona eonnie? Kenapa kau begitu tega pada kami? Terutama padaku, oppa! Apa kau tahu apa yang membuatku selalu berharap kau akan menjadi milikku suatu saat? Kau selalu tersenyum saat aku memotretmu, bahkan kau selalu memberikan eye-contact padaku, kau selalu menyapaku jika posisi kita dekat, kau selalu menyadari keberadaanku, bahkan saat aku datang ke fansigningmu kau kerap kali memberikan untaian manis sambil memberikan tanda tangan di kertas itu. Mungkin kau lupa jika kau pernah memanggil namaku, mungkin kau dengan mudahnya melupakan itu, tapi tidak untukku! Suaramu saat memanggil namaku selalu terngiang di pikiranku, membuat hari – hariku lebih ceria dan bersemangat untuk menguntitmu. Aku tidak akan mempermasalahkan berapa ratus juta won yang sudah kuhabiskan untukmu, persetan dengan semua itu. Yang kupikirkan hanya bagaimana caranya agar selalu bisa dekat denganmu, oppa! Tapi…tapi kau justru…berpacaran dengan eonnieku sendiri, kau mencintai Yoona eonnie, yang notabanenya membencimu saat itu. Aku benar – benar tak habis pikir dan hilang akal, kenapa kalian begitu tega padaku? Bahkan Yoona eonnie tidak menceritakannya sejak awal! Jika ia memberitahuku, mungkin aku tidak akan mencintaimu seperti sekarang, Siwon oppa!” isakan Soojung semakin menggema di ruangan kedap suara itu, semakin lama semakin menusuk telinga Siwon, membuatnya semakin merasa bersalah. Soojung maupun Siwon tahu mereka kedua sama – sama bersalah, Soojung yang terlalu berharap dan Siwon yang semakin bingung harus bagaimana untuk menenangkan gadis yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri sejak awal melihat.

Siwon menghampiri Soojung secara perlahan sedangkan Soojung masih diamdalam isakannya di tempat ia berdiri sambil melipat kedua lengannya di dadanya, ia berusaha tidak peduli dengan Siwon, ia sedang berkonsentrasi penuh untuk tidak membiarkan air mata semakin deras membanjiri pelupuk matanya, ia tidak mau terlihat menyedihkan apalagi di depan Siwon. Soojung menatap Siwon saat tangan pria itu memegang bahunya sambil menatap mata Soojung.

“Soojung-ah, kau mungkin belum tahu kalau kau selalu ada di hatiku, karena kau fans kesayanganku, yang selalu mendukungku dan mencintakliku dimanapun dan kapanun. Aku selalu merasa bersemangat saat melihatmu ada di sekitarku, karena itu aku selalu tersenyum saat melihatmu, selalu menyapamu, bahkan aku juga kadang memanggilmu, aku tahu itu salahku, aku terlalu memberikan harapan semu untukmu, tapi sebenarnya buka  iti maksudku. Dan terlebih lagi, aku selalu teringat sosok Yoona saat melihatmu, seakan aura Yoona memang ada dalam dirimu, wajah kalian juga mirip membuatku semakin menyayangimu. Tapi aku tidak pernah menganggapmu sebagai wanita yang akan mendampingi hidupku, aku hanya menganggapmu sebagai adik. Umurmu memang tidak terlalu jauh denganku, tapi aku selalu melihat sosok Jung Soojung sebagai adik perempuanku yang manis dan cantik, yang selalu mengikuti sang kakak setiap ia ingin pergi, menemani sang kakak yang sendirian, dan menghibur sang kakak yang lelah. Itulah pandanganku selama ini padamu, kau lebih dari seorang fans untukku, kau adikku, aku menyayangimu, walaupun bukan dalam kasta yang kau inginkan. Maafkan aku selama ini sudah menyakiti hatimu. Hajiman..aku ingin bersama Yoona, aku mencintainya sebagai seorang wanita, aku hanya ingin dia yang menjadi pendamping hidupku, ibu dari anak-anakku, serta nenek bagi cucu-cucuku. Aku benar – benar mencintainya, Soojung-ah. Dialah sumber kebahagiaanku selama ini. Kami minta maaf, Jung Soojung. Jebal….maafkan Yoona, maafkan kekasihku yang sudah mengkhianatimu, aku ingin bersamanya, kumohon maafkan dia. Maafkan aku yang sudah menyakitimu, maafkan kami Soojung.”

Soojung tahu suara Siwon sudah bergetar, i tahu Siwon ingin menangis saat mengatakan itu semua, matanya sudah memerah. Soojung menatap Siwon sambil menangis, ia merasa menjadi wanita paling kejam yang tega memisahkan kedua orang yang ia cintai. Seharusnya ia menyadari sejak awal kalau Tuhan memang sudah menugaskannya untuk menyatukan kedua orang ini kembali, tapi kenapa ia justru merasa tersakiti dengan tugas itu? Sekarang ia sibuk menghujat dirinya sendiri yang menyakiti 2 orang yang sangat ia cintai, ia juga menyakiti dirinya sendiri, menyakiti Sulli, dan juga membuat resah kakaknya yang ada di Jepang, ia merasa benar – benar tak berguna. Seharusnya ia merada bahagia akhirnya Yoona yang memang selalu murung dan terlihat sedih bisa kembali tersenyum dengan manisnya. Bayangan itu membuatnya tersentuh.

“Oppa, maafkan aku. Maafkan aku yang sudah menghancurkan hubungan kau dengan Yoona eonnie, aku benar – benar bukan fans yang baik, juga bukan adik yang baik. Aku terlalu tergila – gila padamu sehingga aku tidak bisa menerima kenyataan kau bersama kakakku. Mianhae, oppa!” kata Soojung dengan isakkannya yang penuh penyelesan.

Siwon membelai puncak kepala Soojung sayang, berusaha menenangkan Soojung yang terlihat sedijit terguncang, ia mengerti tentang ini. Fans mana yang tidak terguncang saat idolanya mengatakan perasaan cintanya pada wanita lain secara langsung pada dirinya?

“Aniya, kau tidak sepenuhnya salah. Kami juga salah, aku yang seribg mengumbar kata-kata cintaku, Yoona yang menutupi ini semua darimu, kita bertiga salah, Soojung-ah. Jadi kau sudah memaafkan kami kan?”

Soojung terdiam sebelum menjawab pertanyaan itu. Sebenarnya ia sudah memaafkan Yoona maupun pria yang ada di hadapannya, namun ada 1 hal yang mengganjal di hati Soojung, ia ingin sekali memintanya pada pria itu barabg hanya sekali, itu impiannya, namun ia ragu untuk mengatakannya. Ia takut ini sedikit berlebihan, tapi hatinya terus menyuarakan untuk memintanya.

“Aku sudah memaafkan kalian, oppa. Aku mencintai kalian, aku ingin kalian bahagia, aku ingin disebut ‘Imo’ oleh anak-anak kalian, dan ‘Halmoni’ oleh cucu-cucu kalian. Aku ingin itu semua. Geureonde…bolehkah aku meminta 1 permintaanku padamu, oppa?

Siwon tersenyum lalu mengangguk, ia akan melakukan apapun yang Soojung minta asalkan ia bisa kembali bersama Yoona, “Silahkan”

“Yakso?” Siwon kembali mengangguk.

Soojung menghembuskan nafasnya sebelum kembali menatap Siwon yang menunggunya, “Take my first kiss.”

Siwon membulatkan matanya saat mendengar permintaan Soojung yang singkat, padat, jelas namun susah untuk ia penuhi. Ia seakan memandang Soojung dengan tatapan tak percaya, “Soojung, neo—”

“Impianku bersamamu boleh kandas semua, gereunde, jebal, aku ingin permintaan yang ini saja, benar – benar terjadi, aku selalu ingin kau yang merebutnya, kumohon oppa….anggap saja”

Siwon masih berfikir keras untuk memenuhi permintaan Soojung, ia kembali menatap Soojung yang kini menatapnya dengan tatapan memohon, Siwon menghembuskan nafasnya kasar, mau tidak mau ia harus melakukannya, demi Yoona.

Jemarinya mulai menangkup pipi tirus Soojung, seketika itu juga Soojung merasakan tubuhnya menegang dan gugup, ia tak bisa mengelak jika ia benar- benar gugup dan bahagia saat ini. Terlebih saat Siwon mulai mendekatkan wajahnya, nafas hangat Siwon menerpa kulit wajahnya membuat ia sedikit bergidik.

Kupu -kupu seakan terbang dengan riang gembira di perut Soojung saat ia merasakan bibir Siwon mencium bibir mungilnya perlahan. Soojung memejamkan matanya, menikmati moment oaling berharga dalam hidupnya, tanpa sadar air mata kebahagiaannya turun begitu saja. Ia tahu ini adalah ciuman pertamanya dengan Siwon, sekaligus ciuman terakhir mereka. Tapi perasaan bahagia tak dapat ia elak, karena sesuai impiannya, Choi Siwon-lah yang merebut ciuman pertamanya.

Perlahan Siwon melepaskan ciuman mereka, memberi jarak diantara bibir dan hidung mereka, Siwon bisa melihat kebahagiaan Soojung yang begitu kentara, ia senang bisa membuat Soojung bahagia, walau ia harus melakukan hal ini.

Tanpa Siwon duga, Soojung memundurkan tubuhnya, menjauh dari Siwon sebelum ia masuk ke dalam kamarnya, “Soojung?”

Siwon hanya diam di tempatnya. Ia mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam kamar gadis itu, akan sangat memalukan jika Soojung sedang mengganti pakaiannya dan ia masuk, sehingga ia memutuskan untuk diam sambil menunggu.

Siwon tertegun saat melihat Soojung keluar dari kamarnya dengan pakaian yang terlihat lebih stylish dan sedikit polesa bedak di pipi, serta lipgloss di bibirnya, ia menatap Soojung heran sedangkan gadis itu tampak tidak memperhatikan Siwon dan sibuk memakai ankle boot cokelat miliknya.

“Odika?” tanya Siwon saat Soojung terlihat benar – benar akan meninggalkannya.

Soojung tersenyum tipis, “Tentu saja bertemu Yoona eonnie, aku au meminta maaf padanya.”

Seketika itu juga Siwon langsung tersenyum tak percaya mendnehar perkataan Soojung, “Soojung, jadi kau benar benar sudah—”

“Bukankah aku sudah bilang aku sudah memaafkannya? Sekarang aku yang harus meminta maaf padanya.”

Kali ini Siwon percaya dengan apa yang ia dengar, seketika itu juga wajahnya menjadi sumringah, ia tak menyangka Soojung benar – benar baik seperti Yoona, tidak salah jika selama ini dirinya menganggap Soojung adalah titisan Yoona yang dikirimkan Tuhan untuknya, ternyata memang benar ia adalah titisan Yoona.

Soojung sudah membuka pintu kamar hotelnya, saat ia ingin berjalan keluar,ia masih mendapati Siwon yang berdiri di tempatnya, “Yak oppa! Mwohae? Kau tidak ikut? Palli ka!”

TO BE CONTINUE

Gimana sama part yg kali ini? Mianhae sekali lagi harus dipecah karena ceritany bakal maksa gitu kalo cuma 1 part^^

Kalian ngerasa kan di part ini banyak bagian Soojungnya, ya karena di FF ini pemeran utamanya bisa dibilang ada 3, dan di part ini emg harus banyakin sosok ‘Soojung’ supaya FFnya jelas kkk~

Oh iya, part selanjutnya? HAHAHAHA PASSWORD! So bagi kalian yg minat baca part paling terakhirnya, jadilah good reader terutama di part yang ini.

kali tatanan FF ini masih agak berantakan, sorry banget karena FF ini dibikin tadi malem sebelum pergi ke luar kota wkwk so ini juga di uploadnya secara automatic. Sip wkwk

See you next time! Bye♥

216 responses to “[3S] Lovely Haters (Part 3A)

  1. semakin gregetan aja bacanya, apalagi di part ini sumpah ini benar2 seru bgt chingu. apalagi skandal YW benar2 semakin panas aja, apalagi ksah cinta mereka benar2 sangat rumit. Tapi apa benar Soo Jung serius dgn ucapannya, oh my god moga aja apa yg di katakan emang benar2 terbukti. Untuk part ini emang benar2 daebak ^_^

    Like

  2. ya ampun krystal nyampe musuhan sama yoona karena siwon, semoga krystal ga egois lagi & merelakan siwon bersama yoona, apalagi mereka juga udah punya sulli

    Like

  3. Ya ampun soojung tetep ya walapun patah hati tapi dapet kiss dari siwon..akhirnya siwon sama yoona bisa bersama..

    Like

  4. Ahh akhir ya soojung mau juga ngelepas siwon oppa
    Penasaran sama ending ya
    Semoga siwon oppa sama yoona eonnie bisa bersatu
    Next next eonnie

    Like

  5. haha keren banget crtanya aduu kenapa jadi runyam gini yah??? kan itu hak siwon juga hak dimana memilih pasangan hidupnya selamnya kenpa fansnya jadi gtu yah adu egk kpr klau di dunia nyata jangan smpe deh???

    Like

Give me your LOVE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s