Please Understand My Feelings (OneShoot)

Title                 : [OS] Please Understand My Feelings

Author            : Cind7kk & kkezzgw

Facebook       : Margareth Cindy Lawrence & Kezia Gabriella Winoto

Twitter           : @Cind7kk & @kkezzgw

Main Cast       :

  • Kim Key [SHINee]
  • Amber Josephine Liu [F(x)]

Support Cast :  

  • Jung Nicole [F(x)]
  • Park Luna [F(x)]
  • Kim Jonghyun [SHINee]
  • Seo Joohyun [SNSD]
  • Cho Kyuhyun [Super Junior]

Rating              : PG 15+

Genre              : Romance, Sad, Friendship, Hurt/Comfort

Disclaimer       : Plot cerita ini murni hasil imajinasi saya. Castnya adalah milik Tuhan YME.😀

No Plagiator, Okay?!

Author’s Note : Annyeong ^^ Author balik lagi dengan OS baru^^ Sebenernya sih ini suet (?) author sama sahabat author, author CIndy^^ Kebetulan dy bkn author disini, jadi nitip kesini^^

Okay No Bacod Again, RCL^^

Happy Reading ^^

 

Selama ini, yeoja itu selalu menyimpan rasa untuk sahabatnya. Yeah, yeoja yang bernama Amber itu selalu menyimpan rasa untuk sahabatnya, Key. Sekalipun penampilan dan tingkah lakunya seperti laki-laki, tetapi tetap saja dia adalah sosok perempuan yang bisa menyukai lawan jenis.

Amber POV

 

“Key Oppa, tahukah kau, kalau sejak awal kita berjumpa, aku selalu menyimpan rasa untukmu?” Lirihku…

*Flashback*

@Aff(x)tion Bookstore

 

“Ahh, kenapa sih BoA songsaenim mewajibkan kita membeli 1 buku tentang desain grafis? Hhh..” Keluhku. “Agasshi, apakah anda tahu buku tentang desain grafis ada di bagian mana?” Tanyaku  ke salah satu pramuniaga. “Mari ikut saya, Agassi.” Tuntun sang pramuniaga.

 

“Di sebelah sana, hanya perlu belok ke kiri. Saya permisi dulu” ucap sang pramuniaga. “Gamsahamnida, Agasshi” ucapku. Tidak membutuhkan waktu lama, aku pun langsung menemukan buku tentang desain grafis. “Untung saja aku tadi langsung kesinim kalau tidak bisa kehabisan buku ini.” Gumamku sambil melirik buku yang hanya tersisa 1 buah itu.

 

Tidak ingin membuang waktu lebih lama, segera saja kugapai buku itu. Tiba-tiba baru ku sadari, tanganku menyentuh tangan seorang namja… Namja!  Segera kulirik namja di sampingku. ‘Ah… Sempurna sekali namja ini..’ batinku, 

 

“Agasshi… Agasshi..” Ucap namja itu sambil menggerak-gerakan tangannya tepat di hadapan wajahku. “Ahh,, ne?”jawabku. “Apakah kau benar-benar membutuhkan buku ini?” Tanya namja itu sambil memperlihatkan buku desain grafis itu. “Ne.. Bisakah kau memberikan buku itu padaku?”pintaku pada namja itu. “Tapi.. aku juga membutuhkan buku ini. Hmm.. Bagaimana kalau kita pinjam-pinjaman buku saja?”tawar namja itu kepadaku. Aku pun berpikir sejenak, “Baiklah kalau begitu.. Jadi kita sama-sama tidak di rugikan”. “Bolehkah aku tahu nama dan nomor teleponmu, Agasshi? Agar kita bisa bertukar buku” lanjut namja itu… “Okay, namaku Amber Josephine Liu. Kau bisa memanggilku Amber. Ini nomor teleponku.” Kataku sambil menyerahkan secarik kertas. “Oh ya, namaku Kim Ki bu, tapi kau bisa memanggilku Key. Ini nomor teleponku.” Ucapnya sambil memberikan secarik kertas untukku. “Ahhh, senangnya.  Kertas ini akan kusimpan baik-baik >.

 

*Flashback End*

“Oppa, apakah kau masih ingat bagaimana kita bisa bertemu dulu? Aku tidak menyangka pada akhirnya aku akan mencintaimu sedalam ini…” Yah, memang tak pernah terbayangkan sedikitpun olehku dari pertemuan di toko buku itu kita akan jadi seperti sekarang.

-POV End-

__________________________

@BabyBoo Garden

“Oppa! Kita duduk disini sajaa…” teriak Amber. “Iyaa,, sabar. Aku lelah setelah balapan lari denganmu. Omong-omong, kamu bawa minum ga?” Tanya Key. “Oh iya, aku lupa. Hehehe…” jawab Amber lengkap dengan cengirannya. “Haduh, kau mengajakku berlari dan lupa bawa minum? Kalau begitu, belikan minum di mesin minuman sana” perintah Key. Amber pun hanya bisa menurut.

“Ini minumnya, Oppa”, kata Amber sambil menyodorkan sebotol air mineral. “Gomawo, Amber.” Ucap Key, lalu menghabiskan 1 botol air mineral itu hanya dalam waktu beberapa menit. “ Aigoo, Key Oppa. Aku tak menyangka kau benar-benar kehausan, sampai sebotol air minum pun habis hanya dalam waktu beberapa menit.” Ledek Amber sambil tertawa.

“Yyaaa!! Kau itu -_- kau yang membuatku kelelahan seperti ini dan malah menertawaiku! Awas kau Amber Josephine Liu!” Ucap Key, dalam sekejap Amber sudah bergeliat-geliat di atas tanah menahan rasa geli akibat di gelitik oleh Key. “Kyaa.. Ampun… hahahaha… Ampun Oppa… hahaha..” Ucap Amber sambil tertawa karena terus di gelitiki Key.

“Itu akibatnya karena telah mengerjaiku..” kata Key sambil mengeluarkan smirk-nya dan terus menggelitiki Amber. “Hahaha… Ampun Oppa.. Hahaha.. aku takkan hahaha… mengulanginya lagi ahahaha…” terlihat sekali Amber lelah tertawa tapi tak sanggup tuk berhenti tertawa. Key pun yang puas mengerjai Amber mengakhiri keusilannya. Amber yang kelelahan hanya bisa berbaring di atas tanah.

“Hiyaahh.. Aku lelah, Oppa..” ucap Amber masih dengan posisi berbaring di atas tanah. “Salahmu sendiri..” jawab Key sambil menjulurkan lidahnya. “Hmm… Amber..” panggil Key. “Nde?”

Amber POV

 

“Hiyaahh.. Aku lelah, Oppa..” ucapku masih dengan posisi berbaring di atas tanah. Aku sangat lelah tertawa dan menahan rasa geli akibat di gelitik Key Oppa. “Salahmu sendiri..” jawabnya sambil menjulurkan lidahnya. ‘Ishh, menyebalkan,’ gerutuku dalam hati. “Hmm… Amber..” panggilnya. Ada apa ini? Dengan ragu ku jawab, “Nde?”

“Hmm… Begini, bagaimana kalau kita membuat nama panggilan baru.” Usul Key Oppa. “Maksud Oppa?” tanyaku. Jujur, aku tidak mengerti usul Key Oppa sama sekali -____- “Kamu ini, baru di gelitikin sebentar saja langsung lola =o=. Okee langsung to the point saja, maksudnya tuh kita membuat nickname baru, supaya persahabatan kita itu lebih special.” Jelas Key Oppa.

“Ohh.. Ngerti deh kalau begitu.” Jawabku yakin. “Bagaimana kalau aku memanggilmu ‘Baby’?” Tanya Key Oppa memastikan. Ya ampun, panggilan itu sudah seperti seorang namja memanggil yeojachingu nya. Tapi kapan lagi ada kesempatan seperti ini? :p “Kenapa Oppa mau memanggilku Baby?”tanyaku. Sungguh, aku penasaran akan jawabannya. “Karena kamu imut seperti bayi :3”jawabnya.

“Ahhh, Oppa bisa saja.. Kalau begitu aku panggil Oppa ‘Boo’ yahh??” ucapku lengkap dengan cengir kuda. “Kenapa Boo? Tekesan menyeramkan =o=”jawab Key Oppa dengan ekspresi bingungnya. “Karena keberadaan oppa bagaikan kejutan di dalam hidupku. Ahahaha…” Jawabku sambil tertawa.

-POV End-

Key POV

 

“Ohh.. Ngerti deh kalau begitu.” Jawab Amber dengan keyakinan yang tinggi. “Bagaimana kalau aku memanggilmu ‘Baby’?” Tanyaku, entah kenapa pertanyaan itu terlontar begitu saja dari bibir ini. Bagaimana kalau Amber tidak suka dan marah kepadaku? Argghh… Babo! “Kenapa Oppa mau memanggilku Baby?”tanyanya. “Karena kamu imut seperti bayi :3”jawabku, sekali lagi jawaban itu terlontar tanpa peintah dari otakku.

“Ahhh, Oppa bisa aja.. Kalau begitu aku panggil Oppa ‘Boo’ yahh??” ucapnya lengkap dengan cengir kudanya. Fiuhh.. Untung saja dia suka dengan panggilan itu.. Tapi kenapa dia ingin memanggilku ‘Boo’? “Kenapa Boo? Terkesan menyeramkan =o=”jawabku. Jujur saja, tidak terlintas satupun alasan mengapa harus ‘Boo’.  “Karena keberadaan oppa bagaikan kejutan di dalam hidupku. Ahahaha…” Jawabnya sambil tertawa lepas. Ahh, begitu ternyata. Tak kusangka Amber yang terlihat kekanak-kanakan mampu melihat makna hadirku begitu dalam dan mampu mengutarakannya dalam sebuah kata yang sederhana namun penuh makna.

Ah! Tiba-tiba aku tersadar akan sesuatu. “Oh ya, Amber apakah kau menyadari bahwa taman ini bernama BabyBoo Garden?” Tanyaku. “Oh iya. Kebetulan sekali.. Hahaha…”. Benar-benar gadis yang lugu dan polos, berbeda 180 derajat dari penampilan dan tingkah lakunya. ‘Siapa yang menyangka kalau orang yang dihadapanku ini sangat polos? Hahaha…’ pikirku sambil memandanginya.

-POV End-

Amber POV

Ahhh, tatapan Key Oppa sungguh menenangkan hatiku di kala pikiranku kalut, di saat hatiku kacau. Tunggu.. Key Oppa menatapku?! ‘Mengapa Key Oppa memandangiku seperti itu?’

“Oppa? Key Oppa? Kau mendengarku??”. Aku terus memanggilnya, namun tak juga dihiraukan. Akhirnya akupun melambaikan anganku di depan wajahnya. “Ahh, nde?? Waeyo Amber-ah?”respons itulah yang ku dapatkan. “Oppa, mengapa tadi memandangiku seperti itu? Ada yang salah dengan penampilanku?” tanyaku memastikan. “Aniyo, hanya saja.. Ahh, bukan apa-apa. Hehe..” balasnya dengan cengiran yang mempetunjukkan deretan gigi yang putih bersih.

“Lalu kenapa oppa melamun? Oppa terpesona padaku yahh? Ahahaha.. :p” ledekku sambil menjulurkan lidah. “Yee, siapa juga yang terpesona. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu” jawabnya dengan ekspresi yang datar. “Eh, Oppa sedang memikirkan apa?”tanyaku. Siapa tahu oppa sedang memikirkanku. Ahahaha.. “Kamu ingin tau, Baby?”tanyanya. Ah, aku belum terbiasa dengan panggilan baruku =.= “Tentu saja😀 Beritahu aku yah, Oppa?” ucapku dengan tampang memelas, jurus andalanku tentunya.

Key oppa pun mencondongkan tubuhnya kearahku lalu membisikkan sebuah kata, “Rahasia :p” lalu segera lari terbirit-birit. “Key Oppa!!!” teriakku lalu mengejarnya.

-POV End-

__________________________

@SM University

“Hosh.. Hosh… Melelahkan! Untung saja Victoria Seongsaenim tidak masuk” ujar Key yang entah datang darimana. “Kyaa, Oppa!! Kau sedang apa? Mengapa wajahmu pucat pasi seperti mayat hidup?” teriak Amber, kaget tentunya. “Hiyaa… Kau tidak perlu berteriak sepeti itu. Suaramu yang melengking itu sangat memekakan telinga tau. Orang sedang kelelahan malah di teriaki, aku ini lelah berlari dari rumah menuju kesini tau.” Kesal Key

“Ah, ternyata begitu. Mian, aku kan tak tau kalau kau habis berlari.” Ujar Amber tanpa rasa bersalah sedikitpun. “Ya sudahlah. Kalau begitu aku pergi dulu ya, aku ada keperluan dengan Nicole.” Kata Key. Tidak lama setelah itu, Nicole datang dengan senyum secerah matahari dan langsung menyapa Amber dan Key tentunya. “Anyeong, Amber, Key Oppa” sapa Nicole dengan senyumannya. “Anyeong, Nicole” jawab Key dan Amber serempak. “Key, jadikan menemaniku ke toko buku?” Tanya Nicole. “Tentu, ayo kita pergi. Kami pergi dulu ya, Amber.” Pamit Key dan Nicole lalu pergi.

Amber POV

“Ya sudahlah. Kalau begitu aku pergi dulu ya, aku ada keperluan dengan Nicole.” Kata Key. Apa?! Dengan Nicole lagi? Andwe!!! Tidak lama setelah itu, Nicole datang dengan senyum secerah matahari dan langsung menyapaku dan Key tentunya. “Halo, Amber, Key” sapa Nicole dengan senyumannya, lebih seperti menyeringai bagiku. “Halo, Nicole” jawab Key dan aku serempak, sedikit tersenyum walaupun dipaksakan. “Key, jadikan menemaniku ke toko buku?” Tanya Nicole dengan manjanya. ‘Urghh.. tidak perlu semanja itu juga kan?’batinku kesal. “Tentu, ayo kita pergi. Kami pergi dulu ya, Amber.” Pamit Nicole dan Key, Nicole tersenyum penuh kemenangan. Jelas saja, Nicole juga menyukai Key walaupun Key tak menyadarinya.

“Terserah Oppa. Aku pulang dulu!”. Aku pun pergi tanpa menghiraukan teriakannya. Kesal? Sudah pasti. Cemburu? Tentu saja! Gadis mana yang tidak cemburu mendengar orang yang disukai dekat dengan orang lain selain dirinya? Terdengar egois mungkin, tetapi memang itulah kenyataannya.  ‘Oppa, tak tahukah kau hancurnya hati ini setiap kau menyebut nama gadis itu?’ batinku.

Aku kesepian.. Siapa yang bisa kudatangi yah? Oh ya, Luna! Aku pun kembali ke kampus sambil mencari Luna. Namun nihil, aku tak menemukannya.

-POV End-

 

Amber yang tak menemukan Luna pun hanya bisa pasrah, akhirnya dia pergi ke taman belakang kampus. Di sana, Amber bertemu dengan Seohyun yang notabene kakak Luna yang sedang bersama Kyuhyun, namjachingu nya. Amber pun menghampiri Seohyun dan Kyuhyun. “Anyeong, Seo Unnie, Kyu Oppa.” Sapa Amber. “Anyeong, Amber. Ada apa?” jawab Seohyun dan Kyuhyun serempak. “Ehm, Unnie tau gak Luna ada dimana?” Tanya Amber to the point. “Oh, Luna tadi langsung pergi bersama Jonghyun ke Shinee Ice World.” Tutur Seohyun. “Ok, kalau begitu aku pergi dulu. Gomawo Unnie, Oppa^^”. Amber pun pergi menjauh dari sepasang kekasih itu dan menghubungi Luna.

Luna POV

Hari ini adalah hari terindah dalam hidupku, merayakan 1st Anniversary bersama sosok namja yang telah mendampingiku selama 1 tahun ini, Jonghyun Oppa. Dia adalah namjachingu yang sempurna di mataku. Ketika aku terpuruk, aku terjatuh ke jurang penyesalan, perlahan Ia menuntunku untuk kembali bangkit.. Aku sangat bersyukur bisa memiliki namjachingu sebaik dan sepengertian dirinya.. Aku masih teringat bagaimana kami bisa bertemu :’)

*Flashback*

 “Cake, sudah siap. Lilin, sudah siap. Kartu ucapan, sudah siap. Hadiah juga sudah siap. Ada yang kurang ga, yah?” ucapku sambil memastikan semuanya telah siap. “Semuanya lengkap, ayo berangkat. Oppa, tunggu aku ya ^^” ujarku pada diriku sendiri. Hari ini adalah hari yang istimewa untuk namjachinguku, 14 Desember, ulang tahunnya yang ke – 23. Oppa, saengil chukkaeyo (:

Sekarang aku sudah tiba di depan apartement mu, oppa. Bersiaplah.. Aku pun memasukkan kode apartemennya dan pintu itupun terbuka.”Onew Oppa…” lirihku, tubuhku bergetar hebat, semua persiapanku runtuh, box kue yang berada di tanganku jatuh ke lantai. Akupun meninggalkannya, samar-samar terdengar teriakannya, “Luna, jangan pergi. Ini tidak seperti yang kamu kira. Aku dan Vic Noona tidak ada hubungan apa-apa!”

Onew Oppa pembohong, jelas-jelas aku melihat dengan mataku kalau Ia sedang bercumbu dengan Victoria Unnie. Oppa jahat, memangnya aku kurang apa, sehingga kau berpaling padanya?

Kukunjungi minimarket di pinggir jalan dan kubeli beberapa botol soju, kulangkahkan kakiku menuju taman di daerah sana. Kutenggak habis seluruh soju yang telah ku beli lalu kulampiaskan semua kekegundahanku dengan berteriak sekencang-kencangnya. Tak peduli seberapa banyak mata yang memperhatikanku. Kepalaku terasa berat, badanku lemas…

 

————————————-

“Agasshi sudah bangun?,” Pertanyaan itulah yang pertama kali menyambutku. Aku ada dimana? Kenapa aku di sini? Arrgghh, kepalaku masih sedikit pusing, tapi aku tetap menjawab pertanyaannya. “Ah, ya. Mian, agasshi siapa ya?”, tanyaku. “Oh ya, choneun Kim Jonghyun imnida. Tadi aku menemukan agasshi pingsan di taman dekat minimarket, jadi aku langsung membawa aggashi ke sini. Apakah kondisi agasshi sudah lebih baik?”, tanya namja itu. ‘Ah, baik sekali namja ini, juga perhatian. Padahal Ia tidak mengenalku sebelumnya’, pikirku. “Ah, jeongmal gamsahamnida, Jonghyun-ssi. Ah ya, choneun Park Sunyoung imnida, kau bisa memanggilku Luna”, ucapku sambil tersenyum dan mengulurkan tanganku yang disambut oleh tangannya. “Senang berkenalan denganmu”, ucap Jonghyun.

*Flashback End*

Amber’s Calling. “Oppa, aku angkat telfon dulu ya,” izinku yang dijawab dengan anggukan kepala dari Jjong Oppa. “Yeoboseyo, Amber Unnie. Ada apa?” tanyaku. “Yeoboseyo, Luna. Kau ada dimana? Apakah aku mengganggumu?” sahut suara di seberang sana. “Ani, waeyo?” tanyaku balik. “Apa kau punya waktu? Tolong temui aku di F(x) Café pkl. 13.00 siang ini,” kata Amber. “Bolehkah aku mengajak Jjong Oppa? Boleh yaa, unnie??” rayuku pada Amber agar memperbolehkanku mengajak namjachinguku ini. “Boleh, lagipula Jjong Oppa sudah kuanggap seperti Oppa kandungku sendiri. Kalau begitu sampai bertemu nanti. Bye^^” telfon itu di putuskan secara sepihak oleh Amber -_-

Aku berjalan tanpa arah, hanya mengikuti kemana langkah kaki ini membawaku pergi.

Tak terasa, sekarang aku tiba di tepi danau. Tempat yang cocok untuk menenangkan pikiranku yang sedang kalut. Danau ini adalah tempat yang sering kukunjungi bersamanya

*Flashback*

@Shawol Lake

 

“Oppa, kau ingin mengajakku kemana? Kenapa mataku harus di tutupi kain hitam?” tanyaku. Diam, hening. Hanya terdengar langkah kakiku dan langkah kaki Key Oppa yang menuntunku. “Oppa, jawablah..” mohonku. “Bisakah kau bersabar sedikit? Sebentar lagi kita tiba dan pertanyaanmu akan segera terjawab” jawabnya. Hanya sebuah jawaban yang singkat dan tak memuaskan, tetapi aku hanya diam dan tetap mengikuti kemanapun Ia menuntunku, karena aku percaya padanya.

 

“Kita sampai. Kau siap?” aku hanya menganggukan kepalaku. “Oke. Tiga, Dua, Satu.. Taraaa” kain yang menghalangi jalur masuknya cahaya itu pun terlepas. Di hadapanku sekarang ini terdapat sebuah danau yang luas dengan air yang bening, sekelilingnya penuh dengan pepohonan, rerumputan, dan hamparan bunga, juga udara yang menyejukkan. Tidak jauh dari tepi danau, terdapat sebuah pondok yang bersih dan terawat bagi pengunjung. Tempat yang menakjubkan dan indah.

 

“Bagaimana? Indah, kan?Aku yakin kau pasti suka” ujarnya. “Oppa, tempat ini indah sekali, menakjubkan. Di era sekarang ini masih saja ada tempat yang asri dan indah seperti ini” pujiku.

 

“Amber, ini adalah tempat yang tepat untuk menenangkan diri. Di saat aku kalut, aku pasti akan ada di sini. Tempat ini adalah tempat yang spesial bagiku.” Cerita Key. “Tadi aku melihatmu yang sedang kalut, jadi aku putuskan untuk mengajakmu ke sini. Bagaimana sekarang? Sudah lebih baik?” lanjutnya. “Aku tidak apa-apa, Oppa. Kau tidak perlu khawatir. Terima kasih telah mengajakku ketempat istimewa-mu ini” ucapku terharu. Aku pun menitihkan air mata, terharu atas perhatiannya padaku. “Omo, Amber. Jangan menangis” panik Key lalu mengusap air mataku. “Aku tidak menangis oppa, aku terharu karena kau begitu perhatian padaku.” Ujarku sembari tersenyum. Ketulusan terpancar di matanya. Ia pun terharu lalu merengkuhku. “Oppa, berjanjilah kepadaku, apapun yang terjadi kau akan tetap mempercayaiku dan selalu ada di sisiku.” Ucapku. “Aku berjanji” jawabnya. Segera aku memeluknya sebagai tanda terima kasih.

*Flashback End*

“Apa yang harus kulakukan? Aku lelah terus seperti ini” lirihku entah kepada siapa. “Andai aku bisa mengutarakan semua hal yang ada di benakku, aku takkan tersiksa seperti ini. Andai sekarang kau ada di sini, Oppa” lirihku. Tak sanggup lagi ku bending air mata ini, pertahananku roboh. Aku menangis sejadi-jadinya, meluapkan segala kesedihan, kekesalan, kecemburuan dan seluruh bebanku di sini. Aku bersyukur karena tempat ini jarang di kunjungi masyarakat sekitar, jadi aku bisa melampiaskan segala hal di sini. Aku berteriak sekencang-kencangnya hingga aku puas. Aku merenungkan segala hal yang telah terjadi selama ini.

Setelah perasaanku sedikit lebih tenang, aku duduk sebentar sembari melirik jam tanganku. ‘Ah.. Sudah pkl. 12.30 ternyata, lebih baik aku segera ke Café itu’

-POV End-

__________________________

@F(x) Café

Seorang yeoja yang berpenampilan acak-acakan sedang termenung si sudut Café, sibuk dengan pikirannya sendiri, sesekali menengok ke pintu masuk Café. Beberapa saat kemudian datanglah seorang yeoja disusul dengan seorang namja. “Amber Unnie!”, teriak yeoja yang baru masuk ke Café tersebut. “Yo, Llama!” Namja itu ikut berteriak. Merasa dipanggil oleh seseorang, yeoja yang tadinya tengah termenung itu langsung menoleh ke sumber suara tersebut, sedikit tersenyum. Bukan karena Ia tidak suka dengan kehadiran sepasang kekasih tersebut, hanya saja suasana hatinya yang buruk yang membuatnya mendung sepanjang hari. “Maaf aku terlambat, Unnie. Tadi aku dan Jonghyun Oppa mampir ke suatu tempat dahulu baru ke sini.”, tutur Luna yang tampak bersalah. “Hey, Amber. Kenapa dengan mata sembabmu itu? Kau habis menangis?”, Tanya Jonghyun. Luna yang menyadari hal itu langsung menggenggam tangan Unnie kesayangannya itu dan tersenyum, seakan member semangat untuk Amber. “Ceritakanlah kepada kami apa masalahmu, Unnie. Aku dan Jonghyun Oppa akan mendengarkan dan siap membantumu. Iya ‘kan, Oppa?”, Tanya Luna yang disertai oleh anggukan kepala Jonghyun. Amber pun akhirnya menceritakan segala masalahnya kepada Jonghyun dan Luna.

“Unnie, bagaimana kalau Unnie nyatakan saja perasaanmu kepadanya?” usul Luna. “Nae, Amber. Aku setuju dengan usul chagiku ini” ucap jonghyun sambil mnegedipkan matanya genit kearah Luna. “Ah, Arraseoyo. Gomawo Oppa, Saeng J”, Yeoja itu tersenyum lega.

 

 

__________________________

@SM University

Key POV

“Tralalala…” aku bersiul sepanjang koridor kampus, menuju loker untuk mengambil headphoneku yang tertinggal. Ketika aku membuka loker, sepucuk surat jatuh ke lantai. Aku yang menyadari itu langsung memungutnya. “Surat dari siapa ini?” pikirku. Segera ku buka surat itu, yang ternyata sebuah puisi :

“Cobalah Mengerti

Tahukah kau, akan rasa di dada ini?

Sesak… Seakan sulit rasanya ‘tuk bernapas

Hati ini seakan hancur berkeping-keping

Seiring dengan suara canda tawa kalian

Pernahkan sekalipun kau berpikir tentangku?

Pernahkah kau berpikir, betapa hancurnya diriku?

Pernahkah kau mencoba ‘tuk mengerti diriku?

Pernahkah kau mencoba ‘tuk mengetahui tentangku?

Pernahkah sekalipun kau berpikir,

Berapa banyak hal yang kulalui demi dirimu?

Sekalipun kau pernah berpikir, sekalipun kau tahu

Mengapa kau tak juga mengerti diriku?

Mengapa kau memintaku ‘tuk melepasmu, tanpa alasan yang pasti?

Mengapa kau pergi, meninggalkanku dengan sejuta tanya?

Menghilang bak di telan bumi, tanpa sedikitpun jejak tertinggal

Aku butuh alasan, ‘tuk menjawab sejuta tanyaku…

Apa kesalahan yang telah kuperbuat?

Sehingga kau tak memberiku kesempatan sedikitpun?

Sehingga kau tak ingin bertemu denganku?

Berbagai pertanyaan terus berputar di benakku

Setidaknya, izinkanku ‘tuk bertanya

Aku butuh satu alasan yang pasti

Alasan yang mampu menyadarkanku

Melepaskanku dari belenggu cinta ini…

Aku lelah, teramat lelah ‘tuk terus menantimu

Aku lelah menanti kepastian darimu

Aku lelah, aku tak sanggup terus disakiti

Aku lelah dengan semua ini, ku tak sanggup

Bagaimanapun juga, aku tetaplah seorang wanita

Sosok yang rapuh, lemah dan tak berdaya

Terlalu berat bagiku seorang diri, ‘tuk menghadapi ini semua

Aku mohon, sekali saja, cobalah ‘tuk mengerti…”

Ternyata masih ada selembar kertas lagi di dalam amplop itu, kali ini sebuah surat :

“Dear Key Oppa,

Sejak awal kita berjumpa, aku langsung tertarik untuk lebih jauh mengenalmu. Tatapan matamu yang menyejukkan, auramu yang menenangkan, parasmu yang tampan, sikapmu yang ramah membuatku semakin tertarik untuk berteman dekat denganmu. Setelah aku mengenal oppa lebih jauh, dugaanku memang benar. Oppa selalu menenangkan orang yang sedang gusar, selalu ramah kepada siapapun, mampu mencairkan suasana setegang apapun itu, selalu menghargai orang lain, perhatian dengan orang di sekelilingmu, jujur, selalu menepati janjimu, tampil apa adanya dan menerima orang apa adanya. Semenjak itu, perlahan aku mulai jatuh hati padamu. Orang memandang rendah diriku, namun kau berbeda. Kau menghargaiku sebagaimananya aku ada. Karena sifatmu itulah semua orang senang berteman denganmu. Tetapi karena itu jugalah kau tidak pernah menyadari kalau aku jatuh hati padamu. Key Oppa, jeongmal saranghaeyo. Mungkin ini terdengar seperti candaan, tetapi aku sungguh-sungguh. Aku berusaha untuk meyakinkan diriku sendiri bahwa aku hanya menganggapmu dan menyayangimu sebagai sahabat, tetapi kenyataannya aku memang sudah terjatuh dalam jurang cinta ini. Kau tahu? Butuh waktu setahun untuk menumbuhkan keberanian ini. Aku tidak ingin menyesal, jadi tolong hargai dan mengertilah perasaanku ini. Only this time, Please Understand My Feelings.

From,

Your ‘Baby’”

“Baby? Siapa yang bernama Baby di kampus ini? Seingatku tak ada satupun yang bernama Baby. Atau jangan-jangan.. Ah, tapi tidak mungkin” pikirku

 

-POV End-

Sesosok laki-laki berjalan menuju taman kampus sambil membawa amplop berwarna merah, menuju sahabatnya. Laki-laki itupun menepuk bahu sahabatnya. “Hey..” sapa laki-laki itu. Orang itupun menoleh.

Amber POV

“Hey..” sapa seseorang. Akupun menoleh, melihat sosok laki-laki yang sedang memegang amplop berwarna merah. “Key… ” seketika aku menjadi begitu gugup, apakah dia sudah membaca surat itu? “Baby, apakah surat ini darimu?” tanyanya seakan menginterogasiku. Aku pun menganggukan kepalaku kaku, lidahku kelu tak mampu mengeluarkan sepatah katapun. “Amber-yaa, maafkan aku. Tetapi aku tidak bisa membalas perasaanmu. Aku..” Cairan bening itu sudah tertampung di kelopak mataku, aku langsung menyela ucapannya. “Apa karena Nicole, Key?” tanyaku. Aku yakin sekarang badanku telah bergetar hebat. “Maafkan aku…” lirih Key. “Tidak apa-apa, aku mengerti.” Itulah jawaban yang terlontar dari bibirku, bertolak belakang dengan apa yang aku rasakan. Aku pun segera meninggalkan Key dan tempat itu.

-POV End-

__________________________

#1 Bulan Kemudian

Sudah sebulan lamanya Amber tidak masuk kuliah, dan tidak ada satupun yang tahu dimana keberadaan gadis itu.

Key POV

“Amber, kau kemana? Sudah sebulan kau menghilang tanpa jejak. Aku mengkhawatirkanmu. Tuhan, tolong pertemukan aku dengan gadis itu” harapku. , ponselku berbunyi. Ternyata ada pesan masuk. “Oppa, ini aku, Amber. Apa kau punya waktu untuk bertemu denganku? Kalau ada, tolong temui aku di F(x) Café, pkl. 15.30” begitulah bunyi pesan itu. Ah, aku harus segera bersiap-siap. Amber, aku takkan melepasmu kali ini.

-POV End-

__________________________

@F(x) Café

Seorang laki-laki berpakaian casual memasuki Café dan langsung mengedarkan pandangannya ke sekeliling Café. Laki-laki itupun langsung menuju sudut Café. “Eh, Key oppa sudah datang. Ayo oppa, silahkan duduk. Oppa mau pesan apa?” tawar Amber begitu melihat laki-laki itu menghampirinya. “Terserah kau saja” jawab Key datar. “Kalau begitu saya pesan 2 Red Velvet Cake, 1 Frappucino dan 1 Green Tea Latte.” Pesan Amber ke pelayan café. “Aku kira oppa tidak akan datang.” Ujar Amber mengawali pembicaraan. “Tentu saja aku akan datang. Oya, kenapa tiba-tiba kau mengajakku bertemu setelah 1 bulan lamanya menghilang?” Tanya Key. “Karena..” ucapan amber terpotong oleh pelayan café yang mengantarkan pesanan tadi. “Ini pesanannya, silahkan menikmati.” Kata pelayan itu. “Terima kasih” jawab Key dan Amber bersamaan. “Amber, lanjutkan perkataanmu tadi.” Perintah Key langsung to the point. “Aku meminta untuk bertemu oppa hari ini sebagai perpisahan dan pertemuan terakhir kita, karena besok aku akan pindah ke China tinggal bersama nenekku. Dan mulai besok aku akan melupakan perasaanku padamu, oppa. Jadi kau tidak perlu khawatir lagi.” Key yang mendengar itu hanya bisa termangu, lidahnya kelu. Tak mampu untuk berkata-kata lagi. Saraf-saraf otak Key seakan tidak bekerja. Ia tidak sekalipun menyentuh Red Velvet Cake yang telah di pesan oleh Amber, Green Tea Latte-nya pun hanya dibiarkan menganggur di atas meja. Di sisi lain, Amber hanya memfokuskan diri kepada makanannya, terlalu takut untuk memandang mata Key. Tiba-tiba Key menggenggam tangan Amber. Amber yang menerima rangsang secara tiba-tiba langsung tersedak, “Uhuk.. Uhuk..”. Nervous, satu kata yang cukup untuk menjelaskan keadaan Amber saat ini. Amber langsung menarik tangannya dari genggaman Key, tetapi Key menggenggam tangannya terlalu erat. “Baby, jangan pergi. Jeongmal mianhe..”, ucap Key sungguh-sungguh. Tetapi keputusan Amber sudah bulat, “Mianhamnida, Key Oppa. Keputusanku sudah bulat.” Dengan senyum getir, Amber menghempaskan tangan Key, meninggalkan uang untuk membayar makanan-makanan yang telah di pesan dan langsung pergi dengan Taxi. Key tetap terpaku di tempatnya, memikirkan segala hal yang telah terjadi

__________________________

@Incheon Airport

Amber sesekali menengok kebelakang, seakan mengharap seseorang datang untuk mengucapkan salam perpisahan, terlarut dalam pikirannya, Ia menggelengkan kepalanya lalu tiba-tiba tersenyum tanpa alasan, tidak sadar orang-orang memperhatikan tingkahnya yang aneh.

Amber POV

‘5 menit lagi akan boarding, apa Oppa akan datang? Ah, ani ani, dia tidak mungkin datang. Tapi siapa tahu dia akan datang.^^’ ‘Ah, tidak mungkin. Aigoo, aku pusing –“ Ya sudahlah, pasrahkan saja’. ‘Goodbye Korea, Goodbye My Love’ dengan langkah gontai aku mulai melangkahkan kakiku masuk ke dalam bandara…

-POV End-

“Amber! Amber-ah!”, teriak seorang namja, namun orang yang bersangkutan tidak juga menoleh. Namja itu berlari sekuat tenaga untuk menyusul yeoja itu, segera Ia tarik pergelangan tangan Amber agar Amber jatuh dalam pelukannya. “Amber, jeongmal saranghae, jangan pergi. Tetaplah di sini, di Korea, tetaplah bersamaku.”, namja itu mengeratkan pelukannya ke Amber. “Key oppa, bukankah kau…” kalimat Amber terputus oleh perkataan Key. “Nan Jeongmal Saranghamnida, Amber. Aku tidak mencintai Nicole, kita hanya sahabat saja. Mian, aku terlambat menyadarinya. But, please believe me”, Key berusaha meyakinkan Amber. Perlahan, Key mendekatkan wajahnya ke wajah Amber, Amber pun menutup matanya ketika ada benda lembut yang menyentuh permukaan bibirnya, berusaha menikmati ciuman pertamanya, Amber tidak tinggal diam, Ia ikut membalas ciuman lembut Key. Tidak perduli lagi akan lingkungan sekitar. “Would you be my girl, Amber?” Tanya Key. Amber mencium sekilas pipi Key lalu menjawab, “I do.”

-The End-

6 responses to “Please Understand My Feelings (OneShoot)

  1. Saeng, kamu hiatus lama bgt sih… Ff YoonWon dirimu byk yg nanyain tuh…. Key-Amber?? Tetep suka dengan karyamu ini… Keren deh… Semangat buat Ujian nya yaaa…

    Like

Give me your LOVE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s